Ref: Syukur alhamdullilah kalau dalam lima tahun lagi NKRI menjadi negara maju. Tetapi, hasil sensus BPS 2010 menyatakan bahwa dari 33 propinsi terdapat 10 propinsi termiskin. Kalau termislin berarti juga terkebelakang, Berita Antara tgl 25 Sept 2012 yang dikutip Harian Republika terdapat 40 juta warga miskin. Kalau selama 67 tahun merdeka-merdeka terdapat 10 propinsi termiskin dan jumlah rakyat miskin sebanyak kurang lebih 30% penduduk miskin, maka apakah mungkin negara maju bisa dicapai dalam waktu lima tahun ataukah sang menteri mempunyai ilmu jampi-jampi istemewa a la Abunawas seperti dikatakan dalam peribahasa Melayu kuno : #Hujan setahun dihapus oleh matahari panas satu hari”?
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/29/352055/4/2/Lima-Tahun-lagi-Indonesia-Jadi-Negara-Maju Ekonomi Lima Tahun lagi Indonesia Jadi Negara Maju Penulis : Arnoldus Dhae Sabtu, 29 September 2012 17:27 WIB JIMBARAN--MICOM: Menteri BUMN Dahlan Iskan menyakatan lima hingga 10 tahun ke depan Indonesia akan menjadi negara maju dan besar. Menurutnya, saat ini sudah ada 136 juta penduduk Indonesia yang sudah tidak miskin lagi. Kondisi tersebut merupakan modal besar bagi Indonesia untuk naik kelas dan masuk menjadi 15 bahkan 10 besar negara maju di dunia. "Saya belum menyebutnya bahwa jumlah yang 136 juta orang itu adalah kelas menengah ke atas, tetapi umumnya adalah sudah tidak miskin lagi," katanya Dahlan saat menjadi pembicara dalam Dies Natalis Ke-50 Universitas Udayana Denpasar, Bali, Sabtu (29/9). Ia mengatakan, sebanyak 136 juta penduduk yang tidak miskin itu adalah kelompok yang sudah tidak kesulitan membeli makanan, pakaian di hari besar keagamaan raya, dan tidak memikirkan lagi apakah mereka bisa bepergian kemana saja. Kelompok tersebut juga sulit diajak hidup hemat, sukar diajak menderita lagi, tidak suka lambat, dan mereka selalu ingin serba cepat. Penduduk yang tidak miskin lagi tersebut juga sangat vokal dalam mengeluarkan pikiran dan pendapat melalui diskusi serta media sosial. "Percuma pemerintah mengimbau hemat BBM (bahan bakar minyak), percuma disuruh hemat listrik, percuma disuruh kencangkan ikat pinggang, dan sebagainya. Itu tidak mempan dan ini ciri mereka yang sudah tidak miskin lagi," ujarnya. Sayangnya, kata dahlan, perubahan yang begitu cepat tidak dibarengi dengan reformasi birokrasi yang cepat. Pemerintah dan birokrasi masih berjalan di tempat. Masih terlalu banyak rapat, laporan, dan perjalanan dinas. Kondisi itu, menurut Menteri BUMN, bisa menyebabkan Indonesia berada di simpang tiga. Pertama bisa sangat maju, kedua bisa semakin mundur, dan ketiga hanya berjalan di tempat. "Philipina contonhnya, ketika Indonesia masih miskin, mereka sudah jadi negara berkembang dan menengah. Sekarang Indonesia sudah menjadi negara berkembang, mereka malah semakin mundur, dan lebih miskin dari Indonesia," ujarnya. (OL/OL-01) [Non-text portions of this message have been removed]
