http://www.suara-islam.com/detail.php?kid=5662
Perilaku Maksiat Terbongkar, Gara-gara Salat Salah Kiblat
Shodiq Ramadhan | Selasa, 16 Oktober 2012 | 09:37:24 WIB | Hits: 527 | 0 
Komentar


Kuala Lumpur (SI ONLINE) - Ini pelajaran bagi orang-orang supaya tidak mudah 
tergelincir ke jurang kemaksiatan. Walaupun pelakunya mempunyai dikenal sebagai 
guru (ustad). Di Selangor, Malaysia, seperti diberitakan Antaranews, Selasa 
(16/10), seorang lelaki yang berpura-pura salat untuk menghindari tudingan 
tengah berselingkuh dengan istri orang di sebuah kamar, gagal mengelak karena 
ternyata ia menghadap ke arah kiblat yang salah.

Lelaki berusia 46 tahun yang tidak disebutkan identitasnya itu tertangkap basah 
oleh suami pasangan selingkuhnya di sebuah kamar di toko pakaian milik istrinya 
itu di Selayang, Gombak, Selangor.

Media lokal di Kuala Lumpur melaporkan, Selasa pekan lalu, saat kejadian sang 
suami yang berusia 37 tahun hendak menjemput istrinya (37) di toko untuk makan 
siang pada pukul 12.00 waktu setempat, namun ternyata toko tersebut tutup.

Curiga ada yang tak beres, suami masuk toko dan mendapati sepatu istrinya ada 
di dekat pintu kamar belakang. Ia memanggil istrinya dan mengajak makan, namun 
si istri menolak dengan alasan masih ada urusan yang akan diselesaikan.

Suami kemudian mencoba masuk ke dalam kamar namun pintu ditahan dari dalam. Ia 
akhirnya berhasil mendobrak masuk dan melihat seorang lelaki yang dikenalnya 
sebagai guru (ustad) tengah salat.

Tentu saja ia tidak percaya tersangka tengah salat karena arah kiblatnya 
ternyata salah. Sang "ustad" bersama istrinya kemudian digiring ke Kantor 
Polisi Selayang.

"Hasil pemeriksaan pada telepon genggam wanita itu, si suami mendapati istrinya 
menyimpan nama 'ustad' tersebut sebagai 'ustadzah' untuk menutupi 
perselingkuhan mereka," katanya.

Wakil Kepala Polisi Daerah Gombak, Superintendan Rosly Hassan menyatakan telah 
menerima laporan tersebut dan akan merujuk kasus tersebut kepada Kantor Agama 
Islam Selangor.

red: shodiq ramadhan



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke