http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/359297/290/101/Ancaman-Bom-di-Pusat-Perbelanjaan-Makassar

Ancaman Bom di Pusat Perbelanjaan Makassar 
Penulis : Lina Herlina
Selasa, 30 Oktober 2012 13:39 WIB      
ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/wt

MAKASSAR-MICOM: Pusat perbelanjaan Town Square (M'Tos) yang terletak di tepi 
Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (30/10) pagi menerima ancaman akan 
diledakkan melalui pesan singkat yang ditujukan pada pengelola gedung. 

Sekitar pukul 09.00 Wita, Robert Panaice, 44, Store Manager Property Mall M'Tos 
) menerima pesan singkat (SMS) dari nomor 082346596044 yang berisi: 'Mici-Mici. 
Selama ini mtos aman & damai, aku tau persis sistem keamanan gedung ini, tapi 
jika para teman di lantai dasar tempat troli tersingkir, maka lambat atau cepat 
gedung ini akan jadi target bom, jika mau gedung ini tetap aman biarkan para 
teman tetap berjualan selama 1 tahun lg.' 

Sekitar pukul 10.00 Wita Robert Panaice langsung melaporkan SMS ancaman 
tersebut ke Polsek Tamalanrea. Aparat Polsek Tamalanrea dan tim jihandak Gegana 
Brimob Datasemen A Polda Sulselbar pun menyisir pusat perbelanjaan yang sudah 
mulai dipadati pengunjung tersebut. 

Para pemilik dan pengunjung diminta keluar dari lokasi perbelanjaan. Namun 
setelah dilakukan penyisiran ke semua penjuru M'Tos, pihak keamanan tidak 
menemukan dan mendeteksi apapun yang berpotensi untuk meledak, bahkan bungkusan 
mencurigakan tidak ada yang ditemukan sama sekali. 

Menurut Kapolsek Tamalenrea, Komisaris Amiruddin, pihaknya telah mencurigai 
oknum pelaku teror bom ini. 

"Bisa saja mereka merupakan pihak yang tidak menerima keputusan pengelola M'Tos 
untuk merelokasi beberapa pedagang dalamnya. Kami juga masih akan menelusuri 
dan menyelidiki pelaku teror lewat pesan singkat tersebut," terang Amiruddin. 

Setelah memastikan tempat tersebut sudah aman dan tidak ditemukan sesuatu yang 
mencurigaak, para pedagang pun sudah diminta beraktivitas dan pengunjung juga 
sudah diperbolehkan masuk kembali. (LN/OL-8

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke