From: Acheh Watch 
Sent: Saturday, November 03, 2012 9:54 AM
To: [email protected] ; [email protected] ; [email protected] 
; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; Aceh Institute ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; Milist IGA ; Group Pilihan ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; walhi aceh 
mantong ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; AJI Banda Aceh ; Atjeh Lon 
Sajang 
Subject: �PPDi� Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka

  

Teungku Matang Lada
Wednesday
http://www.facebook.com/teungku.lada




anak gubernur aceh zaini abdullah

Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka








Aceh Barat :“ Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk 
merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari 
pemerintah pusat terhadap Aceh,†katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur 
Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat 
perdamaian yang telah terjalin selama ini.

Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang 
terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud 
kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

“Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 
Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,†
kata gubernur.

Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu 
hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian 
tersebut.

Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu 
daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan 
dan pariwisata.

“Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama 
sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan 
pelestarian alam,†kata gubernur Aceh.

“Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu 
semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan 
kelestarian alam itu harus dijaga,†kata dia menambahkan.

Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan 
dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah 
dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini 
Abdullah.[antara] 
http://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/




--------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke