Melawan Lupa : DUGAAN BOCORNYA EMAIL 'SARKASTIS' MILIK ANDI MALARANGENG PERIHAL 
CALON PEMILIH PEMILU 2009

Saya mendapatkan fwd-an email dari seorang kawan. Karena sudah panjang bgt 
fwd2an-nya sampai saya tidak tahu darimana ini berasal. Tetapi email ini 
menarik karena berisi transkrip email antara Andi Mallarangeng, Jubir sekaligus 
Tim Sukses SBY-Boediono dengan Muchis Hasyim, saya tidak tahu orang ini siapa, 
tapi kayaknya Tim Sukses SBY-Boediono juga. Sebenarnya kalo saya amati, ini 
hanya korespondensi internal biasa antara tim sukses. Masalahnya adalah kenapa 
email ini sampai bocor. Sebab dalam email internal ini banyak sekali nama-nama 
yang disebut dengan sedikit sarkastis. Nah masalahnya, ini bukan kali pertama 
jubir presiden ini berbuat seperti ini. Setelah kejadian di Makassar kemarin, 
kayaknya Andi harus menghadapi masalah baru yang lebih serius lagi. Selamat 
menikmati email yang bocor ini.

---------------------------------------------------------

----- Forwarded Message ----
From: Malik Ansori
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 5, 2009 5:37:33 AM
Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Baca bos!

----- Forwarded Message ----
From: Penegak Nkri
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 5, 2009 5:23:37 AM
Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Ada bocoran info menarik ni bos. Ga tau bener apa ga, coba dicek.

----- Forwarded Message ----
From: Ronggo Lawe
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 4, 2009 3:02:12 PM
Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan


----- Forwarded Message ----
From: Muchlis Hasyim
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 4, 2009 3:57:39 PM
Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Bos, emailnya sudah saya Fwd ke Daeng. Semoga penjelasan Daeng ini memupus 
kekhawatiran kita semua.
Salam

MH

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!

From: Andi Mallarangeng
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:59:14 -0700 (PDT)
To:
Subject: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Muchlis yang baik tapi sedang gundah,

Menurut saya, kita masih on the track. Isu yang menyudutkan saya di Makasar, 
masalah di Medan, DPT bermasalah, atau omongan ngaco PS tentang GBK tidak akan 
mempengaruhi pemilih. Apa dia punya bukti kita memanipulasi media. Masyarakat 
kan melihat media sendiri lah yang menentukan berita mana yang pantas mereka 
turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa argumen yang bisa 
memperkuat keyakinan saya bahwa beragam isu ini tidak akan mempengaruhi kita.

Pertama, bangsa kita berada pada tahap puncak konsumerisme yang menyebabkan 
kaburnya identitas Nasional. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu tinggal 
jargon2 saja. Jadi orang akan memiih dari apa yang mereka lihat dan sukai dan 
itu jelas masalah pembawaan dan penampilan. Masyarakat konsumen tidak akan 
peduli dengan apa yang dibawa oleh orang tersebut. Mau kapatalis, sosialis, 
atau neolib sekalipun, mereka tidak akan pedulikan. Yang penting mereka puas 
dengan penampilan si kandidat.. Dan kandidat itu adalah SBY-Boediono. Jadi, 
kejadian saya di Makassar kemarin itu tidak usah dipikir terlalu berat, itu 
hanya sebuah eksperimen kecil saya untuk melihat apakah isu berbau SARA masih 
mendapat tempat di masyarakat kita? dan saya sudah mendapatkan jawabannya, 
memang betul terjadi sedikit riak di Makassar sana dan mungkin elektabilitas JK 
langsung meningkat tajam. Tetapi lihatlah pada hari pencontrengan nanti, 
masyarakat tetap tidak akan bergeming dari pilihan
 kita. Sebab bagi masyarakat konsumen, yang penting bukanlah isu, tetapi 
penampilan dari kandidat. Ibaratnya blackberry vs pancasila, jelas ketahuan 
mana yang laku dan tidak sekarang ini. Masyarakat kita mati2an berhutang kiri 
kanan buat beli blackberry makin lupa lah sama pancasila. Ingat bung, Obama 
bisa jadi presiden hanya karena konsumerisme dan kapitalisme di AS sedang 
runtuh sehingga penduduknya kembali ke nilai-nilai kebangsaannya yaitu "all men 
are created equal", makanya kulit hitam bisa jadi presiden. Kalau ndak ada 
keruntuhan ekonomi ndak mungkin kejadian tuh Obama boss.

Kedua, FZ cs tidak percaya bahwa politik aliran sudah mati di Indonesia. NU, 
Muhammadiyah apalah yang lain juga sudah tidak seperti dulu lagi. Kita kan juga 
liat sendiri, kyai kan UUD juga akhirnya toh, tinggal mana yang kantongnya 
paling dalam dan janjiny paling manis aja. Dan kita kan main cantik sekali 
seperti anda liat. Lalu, orang seperti ini ini juga tidak mau belajar dari 
sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia. Sejak negara ini berdiri, semua 
presiden yang naik itu karena kecelakaan sejarah. Bung Karno diangkat menjadi 
presiden, karena Jepang kalah dari sekutu dan terjadi vacuum of power pada masa 
itu. Soeharto naik juga akibat kecelakaan sejarah yaitu terjadinya peristiwa 
65. Nah yang lucu, setelah itu kecelakaan sejarahnya semakin ngaco. Reformasi 
bergulir tahun 98, menghasilkan presiden yang buta. Presiden buta dijatuhkan, 
naik pula lah perempuan bisu. Kalau politik aliran memang belum mati, sudah 
pasti Mega atau Habibie jadi. Lagipula
 kalau memang ada politik aliran maka alirannya pasti jawa, laki-laki, militer 
dan islam. Non jawa seperti saya dan teman-teman ini kan sudah memang tempatnya 
jadi king maker saja, lebih enak ndak repot tapi kebagian serunya toh. Makanya 
SBY berbeda, dia muncul by design yang matang lewat pemilihan langsung.

Ketiga, ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan 
lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa 
menghadirkan kekuatan mahasiswa. Bahkan tahun 98' pun banyak orang salah 
meletakkan sejarah itu sebagai kebangkitan mahasiswa menggulingkan Soeharto. 
Padahal bukan begitu. Itu memang jatuhnya Soeharto dan mahasiswa jadi alat 
saja, tapi memang jumlahnya besar sekali jadi secara visual kelihatan seperti 
sebuah fenomena gerakan mahasiswa yang digerakkan sebuah pemikiran kebangsaan. 
Buktinya tidak ada satu pun tokoh mahasiswa yang jadi legenda karena 
pemikirannya di tahun 98'. Rama yang jadi tokoh terpopuler pun ternyata Cuma 
onggokan omong kosong saja dan sebentar lagi berangkat pula ke bui. Jadi tidak 
perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai 
bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi 
tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga
 masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi 
tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak 
ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah, rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. 
Kita datangin mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan 
mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang.

Lagipula, taruhlah media tidak lagi "bersahabat", itu hanya segelintir. Media 
itu bisnis bung, owner nya ndak mungkin ambil risiko untuk lima tahun ke depan. 
bisa ndak makan mereka kan. Yang penting anda kan sudah dijelaskan dan 
ditunjukkan. selama skenario utama tetap terjaga, Cuma hitungan hari kok dan 
jadilah kita berangkat ke Bermuda kan haha...... ingat saja, skenario ini sudah 
lima kali dites dan tidak pernah gagal.. Dengan persiapan sudah lebih lama dan 
panjang, skenario sekarang jauh lebih sempurna.Ndak usah paniklah dengan semua 
isu yang berkembang ini, mereka lupa musuh utama adalah waktu, bukan kita. 
betul kan? Kalau orang ini memang bisa berbuat sesuatu kan sudah lama dia 
lakukan.

Ok boss, nda usah kuatir dengan FZ cs, mereka itu cuma angin sepoi-sepoi. Tiga 
hari lagi dan lima tahun ke depan kita selesaikan urusan dengan mereka satu 
persatu.

Trims

AM

From: Muchlis Hasyim
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 4, 2009 8:52:49 AM
Subject: Fw: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Daeng,

Saya baru terima email dari kawan kita ini. Terus terang saya agak tidak 
nyaman. Mungkin ini kembali menjadi pengingat Daeng. Isu kemarahan masy sulsel, 
DPT, dan penggadaian GBK, Din Samsudin yang semakin rame, saya khawatir bisa 
bergulir diluar kontrol kita. Perlu dicermati baik-baik dan diantisipasi 
semaksimal mungkin boss. Saya harap Daeng bisa memberikan pencerahan.

Trims

MH

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss....!

From: Ronggo Lawe
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:50:45 -0700 (PDT)
To:
Subject: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Kawan Muchlis,

Banyak yang mulai tidak suka dengan permainan kita di media. Mereka mulai 
mengerti cara kita mengontrol berita di media. Itu sebabnya mereka terus 
mempermasalahkan Kasus DPT bermasalah, isu SARA celi, penghinaan orang Bugis 
oleh Andi, penjualan Gelora Bung Karno, dll. Saya lihat Fadli Zon cs terus 
bergerak untuk menguji kekuatan kita di media.. Sebab mereka tahu untuk isu-isu 
yang sangat sensitif itu, akan sangat janggal sekali jika media tidak 
memberitakannya dan itu di luar kontrol kita boss. Saya lebih khawatir lagi 
orang-orang seperti Fadli Zon ini bisa menggerakkan mahasiswa dan masyarakat.

Jadi boss, permainan di media ini mulai berbahaya. Kayaknya kita harus mencari 
strategi baru..

http://politikana.com/blog/2009/07/email-andi-mallarangeng-bocor-pemilu-makin-panas.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke