http://www.harianterbit.com/2012/11/22/demo-kembali-digelar-70-ribu-buruh-kepung-istana/

Kamis, 22 November 2012 10:08 WIB 
Tolak Keinginan Apindo
Demo Kembali Digelar, 70 Ribu Buruh Kepung Istana
Dody Pranowo — HARIAN TERBIT

--------------------------------------------------------------------------------


 
Aksi buruh di Jakarta membuat jalanan macet total
JAKARTA — Buruh kelihatannya masih harus berjuang keras memperjuangkan 
nasibnya. Setelah Rabu (21/11) kemarin mereka menggelar aksi menolak 
pelaksanaan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dinilai masih 
memberatkan, Kamis (22/11) ini mereka harus kembali turun ke jalan guna 
menentang keinginan Apindo yang keberatan soal UMP 2013.

Informasi yang diperoleh Harian Terbit menyebutkan Asosiasi Pengusaha Indonesia 
(Apindo) itu tengah merapatkan barisan mengajukan gugatan atas putusan Pemprov 
DKI yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) Rp2,2 juta melalui Pengadilan 
Tata Usaha Negara (PTUN). 

Selain itu, para buruh juga mendesak pemerintah untuk segera memberikan jaminan 
kesehatan mulai 1 Januari 2014, Jaminan Pensiun, dan hanya lima jenis usaha 
saja yang boleh menggunakan tenaga outsourcing. 

Dalam aksi kali ini , sekitar 70 ribu pekerja dari berbagai elemen 
se-Jabodetabek diperkirakan mendukung aksi. Mereka adalah perwakilan dari 
setiap jenis usaha yang tergabung dalam organisasi buruh yakni Konfederasi 
Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia 
(KSPSI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), serta 
elemen lainnya. 

Para burh akan melakukan long march yang dipusatkan di Bundaran Hotel 
Indonesia. Selanjutnya mereka akan menggeruduk Istana Negara, lalu dilanjutkan 
ke Balaikota DKI di Jalan Medan Merdeka Selatan, dan terakhir berkumpul di 
depan Gedung DPR RI, Senayan. 

Menurut M Taufik, Koordinator Lapangan dari SPM SPSI Astra Honda Motor (AHM), 
yang mengerahkan sedikitnya 500 karyawan dalam aksi hari ini.

Para buruh tidak akan melakukan pendudukan atau memblokir jalur tol. Mereka 
hanya meminta perwakilan buruh saja. “Tapi jika himbauan dan keinginan kami 
tidak ditanggapi maka kami akan mengancam untuk mogok nasional,” tegas M Taufik 

Taufik mengatakan, pemerintah harus konseksuen dengan janjinya yang akan 
memberikan jaminan pensiun kepada para buruh jika mereka sudah tidak bekerja 
lagi. Selain itu, pemerintah juga harus menjamin kesehatan buruh sesuai UU BPJS 
dengan dan tanpa ada pungutan atau iuran kesehatan. 

“UU BPJS ini jelas memberatkan para buruh lantaran adanya aturan soal iuran 
kesehatan. Padahal seharusnya hal itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah,” 
jelas Taufik. 

Kali ini para buruh akan memberikan peringatan kepada pemerintah untuk berlaku 
adil dalam merespon berbagai tuntutan. Jika tidak ada respon maka para buruh 
siap melancarkan aksi mogok nasional untuk kali kedua lantaran pemerintah lebih 
mengutamakan kepentingan pengusaha ketimbang buruh. . 

STANDARISASI UPAH

Sementara Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusdi 
mengatakan, aksi unjuk rasa ini untuk memberikan tekanan kepada pemerintah 
pusat dan daerah untuk segera menetapkan UMP 2013 di atas Rp2 juta sesuai 
standar kehidupan yang layak saat ini. 

“Kami meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menyelesaikan 
peraturan turunan tentang Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Buruh meminta 
pelaksanaan jaminan kesehatan bagi seluruh warga negara termasuk buruh paling 
lambat 1 Januari 2014,” katanya. 

Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, pihaknya mengajak seluruh buruh untuk mogok 
bersama atau mogok nasional. “Jika keinginan kami tidak dipenuhi maka kami 
mengancam akan menggelar aksi mogok nasional,” katanya. 

Dihubungi terisah, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengaku mendukung aksi 
buruh ini. Namun dia enggan turun ke jalan lantaran saat ini dia masih 
berkonsentrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat. Dia pun 
meminta agar buruh terus menyuarakan tuntutannya kepada pemerintah karena itu 
adalah hak normatif buruh yang harus dipenuhi pemerintah. 

“Saya mendukung setiap aksi buruh. Saya hanya meminta agar aksi itu tetap 
dilakukan damai dan tidak merusak,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, kata dia, pemerintah sudah selayaknya mengaudit Jamsostek 
yang selama ini mengaku melindungi kesehatan buruh. “Saya harap pemerintah 
segera mengaudit Jamsostek,” katanya. 

Editor — Maghfur Ghazali
++++

http://www.harianterbit.com/2012/11/23/upah-tinggi-pengusaha-tak-mampu-bersaing/

Jumat, 23 November 2012 10:34 WIB 
Upah Tinggi, Pengusaha Tak Mampu Bersaing
Fitri Yetti — HARIAN TERBIT
 
JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi 
mengungkapkan, tingginya upah dan maraknya aksi turun ke jalan di negeri ini 
membuat beberapa perusahaan bersiap-siap untuk melakukan relokasi ke Malaysia 
mulai tahun depan.

“Akan terjadi hengkang ke Malaysia, beberapa sudah mengungkapkan keinginan 
tersebut kepada saya, tapi mereka minta ke saya agar jangan diungkapkan nama 
perusahaannya,” kata Sofjan, Kamis (22/11).

Penyebab kepindahan mereka, jelas Sofyan, salah satunya karena upah buruh yang 
cukup tinggi dan seringnya buruh melakukan demonstrasi. Kondisi ini membuat 
perusahaan tidak mampu mencapai target karena harus tidak masuk kerja sebagai 
bentuk solidaritas kepda kawan-kasannya.

“Akibat upah dan seringnya buruh demonstrasi, membuat produk mereka tidak bisa 
kompetitif untuk bersaing dengan barang-barang impor yang membanjiri 
Indonesia,” kata Sofyan Wanandi.

Hal ini diperparah tidak adanya kepastian hukum di Indonesia membuat pengusaha 
kebingungan. 

Editor — Maghfur Ghazali


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke