UU sjsn & bpjs: palak rakyat berkedok jaminan sosial.

Beberapa anggota dewan menjanjikan buah manis dari ruu sjsn dan bpjs yg
 akn memberi banyak jaminan sosial. namun justru sbaliknya, justru 
negara menjadi berlepas tangan pada kewajibannya melayani rakyat karena 
hanya rakyat yg membayar premi yg akan mdpt pelayanan.

Pada bab 1 pasal 1 ayat 3 disebutkan bhwa dana jaminan sosial adlh himpunan 
iuran bserta hasil pngembangannya yg dikelola bpjs untuk mbyar manfaat kpd 
psrta n pmbiayaan oprasional penyelenggaraan program jaminan sosial. ayat 4, 
peserta adlh setiap org yg mbyar iuran pling singkat 6 bln. iuran yg dimaksud 
yakni 22500 u/plyanan rs kls 3, 40rb u/kls 2 dan 50rb kls 1.
UU bpjs ini mewajibkan sluruh masyarakat membayar premi 
sperti yg disebutkan di pasal 16. selain dipaksa membayar peserta yg tdk
 membayar akan dikenai sanksi, diantara sanksinya adlh brupa 
teguran,denda dan tdk mndapat plyanan publik yg bukan hanya tdk dpt 
playann kesehatan sanksinya bahkan tdk dapat mendapat surat izin 
usaha,mendirikan bangunan,pembuatan sertifikat tanah dll.

ini 
tentu program gila, terutama bagi masyarakat miskin, dia dipaksa 
membayar premi per org saja minimal 22500 jika anggota kuarganya banyak 
justru bukan msjahterakan tapi menguras pndapatan mereka yg pas-pasan. 
pdahal di lapangan kelak masyarakat mungkin tetap akan dipersulit lagi 
dg pelayanan yg terhambat mngkin karena uang dari bpjs tidak turun dll.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke