http://arrahmah.com/read/2012/12/24/25658-ketum-persis-sby-boediono-haram-ikuti-natal-bersama.html


Ketum PERSIS: SBY-Boediono haram ikuti Natal bersama
Bilal

Senin, 24 Desember 2012 16:05:25

 
BANDUNG (Arrahmah.com) - Rencana Presiden SBY dan Wapres Boediono turut 
merayakan puncak Natal pada 27 Desember terus menuai kontra hingga ormas 
Persatuan Islam (Persis) angkat bicara.

"Sangat disayangkan, karena meskipun mereka kepala negara dan wakil kepala 
negara tetap saja haram!" ungkap Prof  Dr Maman Abdurrahman, Ketum Persis, 
seperti dilansir mediaumat.com(15/12).

Menurutnya, keharaman seorang Muslim untuk mengucapkan selamat apalagi turut 
merayakan natal sudah jelas.Sehingga tidak usah sampai kepala negara yang 
Muslim itu sampai menghadiri acara tersebut. "Urusan perayaan ibadah mereka itu 
bisa diserahkan ke Kementrian Agama Dirjen Katolik dan Dirjen Protestan," 
sarannya.

Maman pun menyebutkan empat faktor yang membuat orang Islam turut 
berpartisipasi dalam perayaan Natal.

Pertama, mereka termakan oleh kata toleransi yang kebablasan sehingga 
ikut-ikutan. Kedua, memahaman tentang Islamnya sangat lemah. Kalau akidahnya 
sudah mapan pasti tidak akan ikut-ikutan. Ketiga, orang-orang Kristen memiliki 
media yang sangat luas dan sangat banyak, baik cetak maupun elektronik sehingga 
seolah-olah semua orang merayakan natal bersama. 

Keempat, ada juga orang yang dengan serampangan menyamakan natal dengan maulid. 
Maulid itu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sedangkan natal itu bukan hari 
kelahiran Nabi Isa/Yesus as  tetapi hari kelahiran Tuhan Anak. Jadi mereka itu 
mengangapnya sebagai tuhan bukan nabi.

"Walau pun di Persis, kami tidak merayakan maulid, jelas beda antara maulid 
dengan natal," pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke