METRO
Tabrak 7 Orang, Pengemudi Livina Maut Jalani Tes Urine
Andika menabrak mobil, 4 motor, dan warung pecel lele. Dua tewas.
ddd
Kamis, 27 Desember 2012, 08:25Anggi Kusumadewi, Siti Ruqoyah
Pengemudi menabrak tujuh orang. Dua di antaranya tewas.(Fajar Sodiq| Solo)
BERITA TERKAIT
Warung Pecel Lele Roboh Ditabrak Livina Maut
* Pesan Terakhir Korban Livina Maut Buat Mantan Istri
* Polisi Selidiki Rekan Korea Sopir Livina Maut
* Livina Sambar 4 Motor 1 Mobil dan Warung, 2 Tewas
* Afriyani Divonis 4 Tahun, Ibunya Pingsan
VIVAnews – Petugas kepolisian telah melakukan tes urine kepada Andika Pradita,
23 tahun, sopir Livina maut yang menabrak tujuh orang dan mengakibatkan dua di
antaranya tewas. Tes urine untuk mengetahui apakah pengemudi dalam keadaan
mabuk atau tidak.
“Kami masih menunggu hasil tes urine tersebut. Dugaan sementara pengemudi lepas
kendali sehingga menabrak,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres
Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Sigit Purwatnto, kepada VIVAnews, Kamis
27 Desember 2012.
Sigit mengatakan, baik korban maupun sopir dan rekan sopir yang
berkewarganegaraan Korea kini masih di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan,
untuk menjalani perawatan intensif karena mereka mengalami luka yang cukup
serius dan butuh penanganan dokter.
Tabrakan maut yang menewaskan dua orang itu bermula saat tiga sepeda motor
sedang parkir untuk tambal ban di Jalan Ampera III. “Tiba- tiba dari arah utara
datang kendaraan Nissan Grand Livina dengan lampu tidak menyala dan langsung
menabrak ketiga motor yang sedang parkir tersebut,” ujar Sigit.
Ketiga motor yang ditabrak itu adalah Yamaha RX King bernomor polisi B 6643
SMZ, RX King bernomor polisi B 3542 PO, dan Honda Revo bernomor polisi B 3126
KAS
Usai tabrakan, pengemudi Grand Livina kabur dan menabrak lagi warung pecel lele
di depan rumah kavling 122. Tak hanya sampai di situ, mobil itu juga kembali
menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernomor polisi B 6365 TU dan mobil
Toyota Avanza B 8109 MB yang datang dari arah selatan menuju utara di depan
kantor Arsip Nasional.
“Jumlah total korban ada 7 orang, dengan rincian 2 meninggal dunia, 3 luka
ringan, dan 2 kakinya patah. Semua korban luka masih dirawat di RS Fatmawati,
Jakarta Selatan,” kata Sigit. (adi)
[Non-text portions of this message have been removed]