http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/09/3/121468/Banjir-Longsor-Puting-Beliung-Kepung-Indonesia


Banjir, Longsor, Puting Beliung Kepung Indonesia
Rabu, 09 Januari 2013 | 21:55 WIB
 
MI/Ramdani/fz


Metrotvnews.com, Jakarta: Seiring dengan meningkatnya curah hujan beriring pula 
merebaknya bencana banjir, longsor, dan puting beliung di Indonesia. 

Dalam kurun waktu 4 hari terakhir yaitu sejak Sabtu (6/1) hingga Rabu (9/1) 
terdapat 52 kabupaten/kota di Indonesia yang dilanda banjir, longsor dan puting 
beliung. 

Data sementara mencatat, dari kejadian di 52 daerah itu tercatat 14 orang 
meninggal, 6 orang hilang, 8 luka-luka, 920 rumah rusak, dan ribuan rumah 
terendam banjir. 

Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho 
dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/1). 

Dikatakan, banjir sangat dominan yang terjadi di 25 kabupaten/kota, sedangkan 
longsor di 15 kabupaten/kota dan puting beliung di 12 kabupaten/kota. Kejadian 
ini akan terus bertambah mengingat musim hujan masih berlangsung hingga akhir 
Maret 2013. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Januari adalah puncak kejadian 
bencana hidrometeorologi.
 
Banyaknya kejadian bencana dalam 4 hari terakhir juga dipengaruhi oleh 
tumbuhnya siklon tropis Narelle di selatan Nusa Tenggara Barat sejak Jumat 
(8/1) malam hingga sekarang. 

BMKG menginformasikan bahwa siklon Narelle masih menguat bergerak menjauhi 
wilayah Indonesia. Kondisi demikian menyebabkan hujan dengan intensitas sedang 
hingga lebat berpeluang terjadi di di Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan bagian 
Tengah dan Selatan. Sedangkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di 
Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Jawa.

Gelombang dengan ketinggian lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa 
bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kep. 
Selayar, Laut Flores bagian tengah dan timur, Perairan Flores, Alor, Perairan 
selatan Sulawesi Selatan, Perairan selatan Bali, NTB, Perairan selatan Pulau 
Sumba, Laut Sawu, Perairan Kupang Pulau Rote, Samudera Hindia selatan NTB dan 
NTT.  
Untuk mengatasi banjir, longsor, dan puting beliung tersebut, BNPB terus 
melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana. 

Rencana kontinjensi yang telah disusun diaktifkan menjadi rencana operasi pada 
daerah-daerah bencana dengan menyesuaikan dinamika di lapangan. 

Sejak akhir Desember 2012 hingga sekarang BNPB telah memberikan dana siap pakai 
Rp70,76 miliar ke 15 BPBD Provinsi dan 21 BPBD Kabupaten/Kota yang terjadi 
bencana. 

Anggaran di Pemda sebagian besar terbatas untuk penanganan bencana. Terlebih 
lagi di bulan Januari seperti saat ini APBN/APBD belum cair sehingga 
menyebabkan kendala untuk kecepatan merespon bencana. 
Untuk itulah dana siap pakai yang ada di BNPB didistribusikan ke BPBD untuk 
operasional penanganan darurat.  

Selain itu juga bantuan logistik dan peralatan, berupa makanan siap saji, 
tenda, selimut, perahu karet dan sebagainya diberikan untuk penanganan darurat 
bencana. Tim Reaksi Cepat BNPB hadir di lokasi bencana untuk memberikan 
pendampingan kepada BPBD, baik pendampingan manajerial, logistik, peralatan, 
pendanaan, dan administrasi.
 
Dikatakan, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan 
kesiapsiagaan. Potensi banjir, longsor, banjir bandang dan putting beliung 
masih berpotensi tinggi saat Januari ini. (*/OL-3)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke