Ref: Apakah ganti untung artinya ingin rugi?

http://www.suarapembaruan.com/home/jika-direlokasi-warga-kampung-pulo-ingin-ganti-untung/29571#Scene_1

Jika Direlokasi Warga Kampung Pulo Ingin Ganti Untung
Kamis, 24 Januari 2013 | 18:29
 Dua pelajar SD menyaksikan banjir di kawasan Kampung melayu, Jakarta [antara] 




[JAKARTA] Rencana relokasi warga yang kerap dilanda banjir disambut oleh warga 
Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. 
Ketua RW 02 Kampung Melayu, Kamaludin, mengungkapkan, jika relokasi terhadap 
warga yang tinggal di bantaran kali jadi dilakukan, sebagian besar warga di 
wilayahnya tak berkeberatan. Asalkan, warga yang direlokasi mendapat ganti 
untung.

"Maunya warga yang rumahnya terkena gusur, punya rumah lagi. Misalnya, yang 
terkena gusur harganya Rp 1 juta, pemerintah kasih mereka Rp 1 juta lebih, itu 
baru tidak apa apa," katanya saat ditemui di Sekretariat RW 02, Kamis (24/1).

Dikatakan Kamaludin, pihaknya berharap pemerintah menyiasati penanggulangan 
banjir tanpa harus relokasi. Hal itu menurutnya bisa dilakukan dengan 
pengerukan kali yang semakin dangkal. Kondisi kali yang dangkal menurutnya 
semakin membuat air cepat naik dan merendam rumah-rumah warga.

"Lumpur-lumpur yang ada di kali itu diambilin, kali yang sekarang dangkal 
dibuat dalem lagi," katanya. 

Terkait relokasi warga di bantaran kali, Wali Kota Jakarta timur, HR. 
Krisdianto mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan rencana tersebut ke 
warga yang menjadi korban banjir. Dia berusaha meyakinkan warga agar tidak 
kembali berpikir untuk tinggal di lokasi yang sama.

"Supaya mau dan siap dipindahkan mungkin ke rusun, kalau tidak resikonya akan 
kelelep terus. Setiap tahun masa seperti ini terus. Kan tidak nyaman hidup 
begini. Kasihan anak-anak. Yang penting dia dapat tempat baru," katanya usai 
menyerahkan pompa portable kepada warga RW 02, Kampung Melayu, Jatinegara, 
Jakarta Timur, Kamis (24/1).

Dikatakan Krisdianto, saat ini sosialisasi yang dilakukan baru sebatas memberi 
informasi kepada warga. Sosialisasi ini akan terus diintensifkan hingga warga 
mau untuk dipindahkan. Rencananya untuk warga di bantaran Kali Ciliwung 
terutama di Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu, pihaknya telah menyiapkan 
rusun dua blok di bekas Kantor Suku Dinas Teknis, di Jalan Jatinegara Barat, 
yang saat ini menjadi kantor Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta. 

"Kalau tidak dapat menampung warga, kami akan cari lokasi lainnya," katanya.

Diungkapkan Krisdianto, banjir yang melanda Kelurahan Bidara Cina, dan Kampung 
Melayu membuat sekitar 9.000 warga mengungsi. 

"Antara Kampung Melayu dan Bidara Cina ada 6.830 rumah yang terendam banjir. 
Itu yang harus dipindahkan," katanya. [F-5]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke