http://www.manadonews.com/berita/ekonomi-bisnis/pejabat-sering-palak-pengusaha.html

Pejabat sering palak pengusaha
Ekonomi Bisnis | Jumat, 01 Februari 2013 | 21:26     141 kali     0 
Oleh : Roland Jo, manadonews.com


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan 
banyak kalangan pengusaha sering diperas oleh pejabat pemerintah, hal itu 
disebabkan tidak adanya kepastian hukum dalam iklim investasi yang baik di 
Indonesia.

"Kesalahan kebijakan dan ketidakpastian hukum menjadi penyebab pemerasan di 
mana-mana. Ini bikin kapok pengusaha dan kalangan investor," kata Sofyan 
Wanandi di Jakarta, Jumat (1/2).

Dia menegaskan kalangan pengusaha tidak bisa berbuat apa-apa ketika seorang 
pejabat meminta dengan cara menekan dan bertendensi pemerasan.

"Pengusaha tidak bisa berbuat apa-apa selain memenuhi permintaan dana oleh 
pejabat, apalagi pengusaha yang telah lama menanamkan modalnya," katanya.

Dia menegaskan pada hakikatnya, pengusaha telah berinvestasi besar dan tentu 
tidak ingin investasinya hilang. Sehingga memenuhi permintaan tersebut. "Lain 
soal ketika seorang pengusaha itu baru mulai berinvestasi, tentu dia bisa 
dengan gampang menolak permintaan dana itu," ujarnya.

Kondisi seperti ini membuat kalangan investor takut untuk menanamkan modalnya, 
sebab kepastian hukum adalah segala-galanya untuk berinvestasi jangka panjang.

"Banyak kasus seorang kepala daerah mengeluarkan izin atas lahan karena mengacu 
pada tata ruang, sedangkan pihak perhutanan menganggap izin itu ilegal karena 
diberikan di atas tanah hutan lindung," imbuhnya.

Sofyan Wanandi mengaku pihaknya mendapat laporan adanya tumpang tindih izin 
yang diberikan oleh dua orang kepala daerah di dua periode yang berbeda. 
Keputusan yang dikeluarkan oleh seorang bupati bisa saja kemudian dianulir atau 
dirubah oleh bupati berikutnya, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi 
pengusaha untuk berinvestasi di daerah.

"Apakah itu disengaja atau tidak ada koordinasi, tapi pengusaha yang datang dan 
merasakan investasinya berujung konflik," jelasnya. Kondisi ini dimanfaatkan 
pejabat tertentu untuk mengeruk untung.
[arr/merdeka]

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke