Ref: Apakah ini hasil kunjungan SBY ke Arab Saudia beberapa hari lalu, tetapi 
ditulis Arab Saudia minta dikirim TKI?

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/02/11/mi28qr-arab-saudi-minta-kemenakertrans-kirim-tki

Arab Saudi Minta Kemenakertrans Kirim TKI
Selasa, 12 Februari 2013, 00:28 WIB 
Komentar : 0  Antara/Ismar 
 
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 
REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 
(Kemenakertrans), Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi 
meminta pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor informal kembali dibuka.

"Sekarang sedang ada pembahasan draf MoU (memorandum of understanding)," kata 
Menakertrans saat mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro 
Majenang, Cilacap, Senin (11/2) sore.

Menurut dia, MoU tersebut akan mengatur gaji minimal TKI sebesar Rp 4,5 juta, 
perlindungan, jaminan kerja, serta adanya hari libur bagi buruh migran sektor 
informal ini. Ia mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi harus memenuhi 
persyaratan yang telah ditentukan dalam nota kesepahaman (MoU) itu.

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah akan tetap mempertahankan moratorium 
pengiriman TKI ke Arab Saudi jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi seperti 
halnya yang telah diberlakukan di Yordania dan Kuwait. "Tanpa itu (syarat 
MoU-red), 'no'," kata dia menegaskan.

Kendati demikian, Muhaimin mengatakan bahwa Kemenakertrans belum berencana 
menghentikan moratorium pengiriman TKI yang sudah berjalan selama dua tahun 
ini. Menurut dia, pemerintah akan terus membenahi sistem dan persyaratan 
penempatan TKI di luar negeri selama moratorium tersebut diberlakukan.

Menakertrans mengatakan bahwa pemerintah akan memperketat persyaratan 
pengiriman TKI, salah satunya calon TKI harus lolos pelatihan kualifikasi 200 
jam. Selain itu, kata dia, pemerintah akan terus mengurangi pengiriman TKI 
sektor informal.

"Saat ini, persentase TKI sektor informal memang sudah menurun, tetapi masih 
tergolong tinggi karena mencapai 40 persen, sisanya bekerja di sektor industri. 
Bahkan, kualitas TKI sektor informal juga tergolong rendah karena 47 persen di 
antaranya lulusan SD (sekolah dasar) sehingga kerap bermasalah pascapenempatan 
di luar negeri," katanya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke