Polisi Koboi Pukuli Anak Tentara. Kepala Berlumuran Darah Digetok Pistol

SIMALUNGUN-PM. Aksi polisi koboi kembali terulang. Kali ini korbannya 
Jaiduddin Tuadi (16), anak Serda Sukesno personil Kodim 0207/SML dan 
temannya Darwin Nasution (17). Kekejaman Brigadir Ramadan Siregar 
membuat kepala kedua korban berlumuran darah akibat digetok berulang 
kali pakai pistol.

Informasi dihimpun, penganiayaanitu berlangsung, Minggu (3/2) sekira pukul 
01.30 WIB di lokasi SPBU 
Sinaksak Jalan Medan, tepat depan Akbid Henderson. Saat itu Jaiduddin 
yang menetap di Jalan Medan kilometer 8,5 Gang Sigagak, Kel. Sinaksak, 
Kec. Tapian Dolok bersama temannya Darwin warga Jalan Medan Gang 
Keluarga, Kel. Sinaksak, Kec. Tapian Dolok bermaksud menukar uang receh 
ke SPBU.

Namun tiba-tiba sepeda motor RX King milik Jaidudin, 
diseruduk mobil Toyota Kijang BK 1617 TG warna biru metalik yang 
dikendarai oknum polisi. Akibatnya Jaidudin terjatuh.

Spontan 
Jaiduddin teriak karena terkejut. Belum sempat mendirikan sepedamotor, 
pengemudi mobil turun langsung memukul pipi kanan Jaiduddin. Saat itu 
pegawai SPBU sempat melerai, namun pelaku malah mengacam dengan 
menodongkan pistol. Begitu melihat pistol, pegawai itu langsung mundur.

Kemudian pelaku lain yang memiliki pistol ikut turun menghampiri Darwin
 dan langsung memukul kepalanya dengan pistol. Merasa ketakutan, Darwin 
kabur menuju kediaman Jaiduddin guna memberitahu kepada orangtuanya. 
Nahas Jaiduddin jadi bulan-bulanan polisi koboi itu. Dia dituding 
melempar mobil yang dikemudikan oknum polisi itu, kemudian menghantamkan
 pistol ke kepalanya sebanyak tiga kali hingga mengalami pendarahan 
hebat.

Pemukulan masih berlangsung, Satpam Akbid Henderson 
sempat mendekat ke lokasi kejadian ingin menolong korban. Hal serupa 
dialaminya, pelaku kembali mengarahkan pistol kepada Satpam tersebut. 
“Ini urusan ku, kerjakan saja kerjaan mu. Jangan ikut campur,” seru 
pelaku kepada Satpam diulangi korban.

Tidak hanya disitu saja, 
Jaiduddin sempat diapit dua oknum polisi ke arah Medan dengan 
mengendarai sepedamotor RX King ringsek akibat ditabrak. Alasannya 
korban mau dibawa ke kantor Polisi.

Di perjalanan, korban 
diinterogasi pelaku sembari memberi pukulan di bagian tubuh lainnya 
serta menendang betis korban sampai memar. Kepada wartawan Jaiduddin 
mengulangi pertanyaan-pernyataan pelaku saat di sepedamotor. Pelaku 
“Siapa nama ayahmu?” Jaiduddin “Sukesno Bang”. Pelaku “Apa pekerjaan 
ayahmu?” Jaiduddin “Tentara Bang”. Pelaku “Dimana ayahmu tugas” 
Jaiduddin “di Kodim Bang”.

Mendapat jawaban Jaiduddin, sampai 
di depan SMK Negeri 3 mereka berhenti dan kemudian meminta kepada 
Jaiduddin untuk memanggil ayahnya. Dengan kepala berdarah Jaiduddin 
kembali pulang memanggil ayahnya, sementara Mardiana Damanik (50) ibunya
 sempat mencari di SPBU setelah mendapat kabar dari Darwin, namun tidak 
ketemu karena Jaiduddin di bawa ke SMK Negeri 3.

Ketika pulang,
 Mardiana melihat putra keduanya dari empat bersaudara itu sudah 
berlumuran darah. Melihat kondisi si anak, Sukesno naik pitam dan 
langsung menuju lokasi tempat yang dimaksud pelaku. Sialnya sampai di 
depan SMK Negeri 3, pelaku sudah kabur. Sukesno membawa Jaiduddin 
anaknya yang duduk di kelas II SMA Negeri 5 itu ke Rumah Sakit Mina Padi
 untuk mendapat perawatan medis. Informasi dari pihak Rumah Sakit 
Jaiduddin mendapat 18 jahitan di bagian kepala sementara temannya Darwin
 lima jahitan


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke