Ref: Untuk mendengar wawancara click  audio.

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/radio/onairhighlights/sikap-warga-muslim-indonesia-di-australia-soal-kunjungan-wilders/1090614

Sikap warga Muslim Indonesia di Australia soal kunjungan Wilders
Diperbaharui 19 February 2013, 13:40 AEST
Politisi asal Belanda, Geert Wilders yang kerap menyerang dan mengkritik Islam 
berkunjung ke Australia. Kunjungannya kali ini adalah untuk mengkampanyekan 
bahayanya keberadaan Islam di negara-negara barat. Bagaimana sikap umat Muslim 
di Australia, khususnya warga Indonesia, menanggapi hal ini?

 
Australia adalah salah satu negara yang telah menghargai perbedaan kultur dan 
keyakinan. (Foto: ABC) 

Audio: Salahkan pada orangnya, bukan agamanya. 

Sehari sebelum kedatangan politisi Belanda, Geert Wilders ke Australia, koran 
di Australia, The Australian memuat artikel yang ditulis oleh Wilders sendiri 
tentang bagaimana kehadiran Islam di negara-negara Barat dapat mengancam 
kebebasan ala barat.

Wilders beranggapan keberadaan warga Muslim di negara Barat, seperti yang ia 
contohkan di Belanda kerap menimbulkan keributan, kekerasan, dan juga terkadang 
terlibat dalam aksi kriminal.

Tetapi hal ini dengan tegas dibantah oleh Ahmad Bukhari Muslim. Menurutnya, 
warga Muslim di Australia tidak pernah menimbulkan kekacauan.

"Saya pikir umat Muslim di Australia sudah cukup dewasa, termasuk saat 
mendapatkan cercaan, tuduhan, penghinaan. Justru kita menyikapinya dengan lebih 
arif dan bijak," jelasnya.

Ahmad juga menjelaskan, bahwa dalam melihat sesuatu sebaiknya tidak melihat 
ideologi atau agamanya, tetapi bagaimana karakter setiap individu yang 
berbeda-beda, karena itu menurutnya, "ia (Wilders) kurang tepat kalau 
mengarahkan kesalahannya pada Islam-nya."

Ahmad Bukhari, ustadz dari Masjid Westal, Melbourne yang juga sedang menempuh 
pendidikan doktornya di Monash University mengatakan warga Muslim dari 
Indonesia pun bahkan sudah mampu berintegrasi dengan tatanan sosial di 
Australia, yang memiliki latar belakang budaya yang jauh dengan nilai-nilai 
Islam.

"Warga Muslim Indonesia di sini (Australia) lebih fleksibel, karena kita sudah 
terbiasa dengan perbedaan. Di Indonesia, kita memiliki berbagai macam agama, 
suku bangsa, jadi kita sudah terbiasa dengan itu."

Selain soal kebebasan, Wilders juga menyoroti kekhawatirannya soal penegakkan 
hukum Islam Syariah di negara-negara barat.

"Kadang-kadang kita menyempitkan pandangan soal Syariah, yang sering diartikan 
potong tangan atau rajam yang membuat citra negatif dari hukum tersebut dan 
Islam secara keseluruhan."

Simak wawancara selengkapnya dalam audio yang telah disediakan.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke