"PENYIMPANGAN PENJUALAN MINYAK TANAH BERSUBSIDI OLEH PERTAMINA & BPH MIGAS" 


By @TrioMacan2000

Sebentar lagi kita kultwit bahas penyimpangan BBM bersubsidi khususnya 
minyak tanah oleh Pertamina dan BPH Migas yg rugikan negara trilunan

Eng ing eeng…apa kabar subsidi BBM yg thn 2013 dialokasinkan total 356 
Triliun (308 T plus utk energi 48 T) itu? Siapakah yg menikmati?. Kita 
sdh sering bahas ttg penyimpangan 
subsidi BBM yg 80% dinikmati oleh org kaya, penyelundup, mafia BBM, 
oknum pertamina, BPH migas dll. Kita juga sdh pernah bahas bgmn SBY 
sejak Des 09 sdh rapat kabinet lebih 60 kali utk bahas kenaikan BBM tapi 
keputusan tdk pernah ada. Kita juga sdh pernah bahas omong kosong 
program penghematan BBM yg dicanangkan SBY tahun lalu. Hasilnya : NOL 
BESAR. Kita juga sdh pernah bahas bgmn perampokan uang negara puluhan 
triliun via mafia yg mengendalikan Pertamina dan Petral. Kita juga sdh 
pernah bahas bgmn kilang2 minyak kita sangat terbatas jumlahnya dan beda 
spesifikasinya dgn crude oil lifting dalam negeri. Kita juga sdh pernah bahas 
ttg korupsi investasi kilang minyak di Libya sebsar USD 1.5 
milyar yg sampai saat ini tdk diusut KPK. Kita juga sdh pernah bahas 
tentang macetnya pembangunan depo2 BBM Pertamina sejak 1998 akibat 
korupsi yg diduga dilakukan Sandiuno cs. Kekurangan depo penampungan BBM di 
tanah air sebabkan RI tdk punya stok BBM yg memadai. Stok hny cukup 
konsumsi utk 18-22 hari saja. Akibat kekurangan depo BBM tsb, RI tidak 
bisa menimbun BBM dgn impor BBM dlm jumlah besar ketika harga BBM dunia 
turun. Rugi besar. Kita juga sdh pernah bahas modus penyimpangan BBM 
bersubsidi dgn melihat perbedaan antara kebutuhan riel nasional dgn 
realisasi subsidi

Topik bahasan seputar Impor BBM dan BBM 
bersubsidi ini sdh sangat banyak kita bahas. Skrg kita bahas yg terkait 
dgn subsidi minyak tanah. Penyimpangan Minyak tanah bersubsidi ini 
pelaku adalah oknum2 bejat Pertamina. Persis seperti yg disampaikan 
Mahfud MD tempo hari. Alokasi dan realisasi konsumsi minyak tanah 
bersubsidi RI memang semakin menurun. Ini karena jasa luar biasa wapres 
JK via konversi BBM. JK dengan ide, kecerdasan dan kecepatannya mampu 
konversi penggunaan minyak tanah ke elpiji utk 40 juta rakyat Indonesia.
 Program konversi Minyak tanah ke elpiji yg dilakukan JK itu menjadi 
fenomenal dan diakui dunia krna selesai kurang dari waktu 1 thn. 
Hasilnya, negara menghemat puluhan triliun per tahun sbg efisiensi dari 
program konversi itu. Pemakaian minyak tanah turun drastis

Subsidi BBM terbesar ada pd minyak tanah. Biaya produksi sekitar 8000/ 
liter tp dijual pertamina hny 2.400/ liter. Subsidi sekitar 6500. Pada 
tahun 2010 realisasi penyaluran Minyak tanah bersubsidi adalah 2.35 juta
 kilo liter. Thn 2011 turun menjadi 1.7 juta KL. Meski penyaluran Minyak
 Tanah Bersubsidi itu mengalami penurunan, bukan berarti tidak ada 
penyimpangan. Malah makin parah. Penikmat subsidi minyak tanah yg 
puluhan triliun ler tahun itu bukanlah rakyat atau rumah tangga kelompok
 penghasilan terendah. Penikmat utama subsidi minyak tanah itu adalah 
oknum pertamina, mafia BBM, penyelundup dan distributor minyak tanah 
bersubsidi

Sebulan yang lalu, tim lapangan kami menerima 
pengaduan dari asosiasi nelayan yg keluhkan langkanya minyak tanah 
bersubsidi utk nelayan. Asosiasi keluhkanp bhw ada selisih yg sgt besar 
antara alokasi volume Minyak Tanah bersubsidi dari pemerintah dgn 
realisasi di lapangan. Contoh : alokasi volume minyak tanah bersubsidi 
utk nelayan di Tanjung Balai sebesar 5.700 kilo liter untuk jangka waktu
 setahun. Namun realisasinya hanya sekitar 600 kilo liter saja. 
penyaluran yg harusnya selama setahun, berhenti pada tgl 7 feb 2012. 
Akibatnya para nelayan terpaksa membeli dgn harga jauh diatas HET 
Pertamina yg 2.400 / liter. Nelayan beli melalui pedagang2 eceran. 
Kemana sisa alokasi 5.100 kilo liter minyak tanah bersubsidi dari 
pemerintah yg seharusnya utk para nelayan di tanjung balai itu?

Tim kami turun menyelidiki “permainan kotor” oknum2 Pertamina dalam penyaluran 
minyak tanah bersubsidi ini. Inilah temuannya …

Tim kami menemukan permainan kotor pertamina, agen, pangkalan sampai 
pengecer terkait penyimpangan minyak tanah bersubsidi ini. Tim kami 
menemukan fakta bahwa dari depo pertamina harga minyak tanah bersubsidi 
yang resmi 2400/liter dijual ke agen 2900/liter. Harga itu tdk termasuk 
uang fee utk sejumlah calo di depo Pertamina agar Minyak Tanah bisa 
diturunkan / dikeluarkan sesuai jatah/kuota. Dari agen dijual ke 
pangkalan 3750 - 4000/liter. Padahal HET dari pertamina adalah 
3500/liter. Penyelewengan dimulai dari sini

Pangkalan yg 
seharusnya berfungsi pengecer minyak tanah bersubsidi utk rakyat, tapi 
faktanya tdk semua diecer atau dijual ke rakyat. Dari 1 tangki kapasitas
 4000 liter atau 19 drum minyak tanah, yg diecer /dijual utk rakyat 
hanya 3-4 drum dgn hrga eceran 5500/liter. Bahkan harga minyak tanah 
bersubsidi yang sampai ke nelayan bisa mencapai 7500-9000/ liter karena 
lokasinya yg jauh dari pengecer. Sisa 15 drum dijual Pangkalan Minyak 
Tanah ke industri rumah / home industri atau penimbun dgn hrga 6000- 
7500/liter. Bahkan jg ditemukan pangkalan yg nekat, menjual 25 juta 27 
juta / tangki yg berkapasitas 4000 liter, tanpa ada seliter pun yg 
diecer !

Bayangkan dari harga 2400 meroket jadi 7500 
rupiah/liter. Berapa kali berlipat ganda dari harga minyak tanah 
bersubsidi tsb. Rakyat yg sdh dikonversi ke gas tapi tdk mau memakai 
gas, terpaksa membeli dari penimbun harga 10 ribu/liter. Sama dgn hrga 
pertamax !

Itu tadi adalah penyimpangan dari beberapa pangkalan
 yg kami temukan di lapangan. Sdh kami laporkan ke polres dan ditangkap.
 Namun kami tidak mengikuti / mengawal proses hukum thdp pelaku2 tsb. 
Apakah nanti diteruskan ke pengadilan atau malah “berdamai”. Temuan kami
 di lapangan dari sejumlah Pangkalan hanya 1/3 yg punya ijin. Sisanya 
siluman. Polisi, tentara, disperindag tutup mata. Itu temuan kami di 1 
kabupaten. Bayangkan berapa puluh ribu pangkalan minyak tanah di 
Indonesia? Berapa yg resmi/ pakai izin? Yg gelap?. Baik yang resmi 
maupun Pangkalan Minyak Tanah yg gelap terlibat di dalam bisnis yg 
sangat menguntungkan tapi dgn cara melanggar hukum

Ada juga
 indikasi bahwa sebagian pangkalan minyak tanah ini dimiliki oleh 
pejabat2 setempat. Mulai dari Bupati sampaikan aparat hukum. Bahkan 
ditemukan juga oknum aparat hukum yang merangkap menjadi penimbun minyak
 tanah di daerah2. Semua ini sebabkan hrg jadi mahal. Disamping itu kami
 juga temukan pungli oleh oknum polisi 1-1.5 juta per tangki yang mereka
 minta dari supir pengangkut minyak tanah. Yg sangat mengenaskan adalah,
 rakyat mengantri dari subuh di depan pangkalan minyak tanah demi 
memperoleh jatah beli 5 liter/orang. Sementara agen, pangkalan dan 
penimbun pesta pora dgn keuntungan yg besar. Rata2 untung 6-12 juta per 
tangki minyak tanah. Jadi dlm penetapakan kebijakan minyak tanah 
bersubsidi ini, yang untung besar adalah oknum pertamina, calo, aparat, 
pangkalan, agen ds. Sementara rakyat konsumen minyak tanah yang 
dimaksudkan sebagai sasaran penyaluran Minyak Tanah bersubsidi tetap 
saja menderita

Ada juga modus lain dalam penyimpangan minyak 
tanah bersubsidi ini yaitu dgn cara mengalihkan kuota satu kabupaten ke 
kabupaten lainnya. Skrg mari hitung brp kerugian negara akibat 
penyimpangan minyak tanah bersubsidi di seluruh Indonesia akibat para 
mafia BBM Bajingan itu. Jika kita asumsikan 2 juta kilo liter minyak 
tanah bersubsidi, itu sama dengan 12 triliun subsidi uang 
negara/rakyat/apbn. 80% dikorup. Itu artinya sekitar 9.6 triliun/ tahun 
subsidi BBM terbuang percuma & hny perkaya oknum2 pertamina, aparat 
dan para bajingan tengik itu. Pertanyaannya : kenapa SBY diam saja? 
Kenapa tidak juga berani cabut subsidi BBM yg merugikan rakyat, bangsa 
dan negara?. Jawabannya : SBY lemah atau SBY cs juga mendapatkan 
keuntungan pribadi dari kebijakan subsidi BBM yg amburadul itu.

Cukup sekian dulu. Membahas Korupsi BBM memang tdk pernah ada habisnya 
selama kita dipimpin oleh The Lame Duck ! Terima kasih. MERDEKA !

BACA JUGA:
- "Polemik Subsidi BBM" ==> http://chirpstory.com/li/18062
- "Subsidi BBM Untuk Kepentingan Subsidi Politik" ==> 
http://chirpstory.com/li/41169
- "AMBURADULNYA EKONOMI INDONESIA AKIBAT BESARNYA SUBSIDI BBM" ==> 
http://chirpstory.com/li/45904
- "Serba-Serbi Dan Ketidak Adilan 'Subsidi' BBM" ==> 
http://chirpstory.com/li/51194
- "Metode Perhitungan Harga BBM Termasuk Yang Bersubsidi" ==> 
http://chirpstory.com/li/54588

- "Kesaksian Ahli dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi tentang 
Pengujian pasal 7 ayat (1), Pasal 7 ayat (6a) dan Pasal 15 dari 
Undang-Undang nomor 4 tahun 2012" ==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/02/medianusantara-kesaksian-ahli-dalam.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke