http://www.analisadaily.com/news/read/2013/02/23/110037/syarat_agar_makanan_indonesia_go_internasional/#.USnY81ebJlk
      Sabtu, 23 Feb 2013 17:00 WIB
      Syarat agar makanan Indonesia "go internasional" 
      Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 30 kuliner tradisional Indonesia telah 
dicanangkan sebagai promosi kuliner di luar negeri, dengan salah satu kriteria 
penting adalah ketersediaan bahan baku di dalam dan luar negeri.
      Ada alasan mengapa kemudahan mendapat bahan baku menjadi salah satu 
syarat di balik terpilihnya kuliner tradisional Indonesia, seperti nasi 
tumpeng, yakni agar mudah memasaknya di luar Indonesia. Karena salah satu 
tujuan membuat ikon kuliner tradisional Indonesia adalah untuk ajang promosi di 
luar negeri.
      "Kalau mau ada yang jual di luar negeri kan gampang kalau ada 
materialnya," kata Achyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, 
Konvensi, Insentif, dan Event saat jumpa media Patali Day, di Jakarta, Sabtu.
      Ikon kuliner tradisional juga akan dianjurkan untuk dimasukkan dalam menu 
hotel-hotel di Indonesia. Untuk luar negeri, pengenalan kuliner tradisional 
Indonesia akan disajikan di acara kedutaan besar RI.
      "Kuliner itu bisa jadi media diplomatik," kata Firmansyah Rahim Dirjen 
Destinasi Wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
      Selain kemudahan mencari bahan baku, kriteria lain yang dimiliki 30 ikon 
kuliner tradisional Indonesia adalah dikenal oleh masyarakat luas secara 
nasional (populer), dan ada pelaku secara profesional. 
      Sebagian ikon kuliner tradisional terpilih itu adalah Nasi Tumpeng, Ayam 
Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta, Gado-Gado Jakarta, Nasi Goreng Kampung, Serabi 
Bandung, Sarikayo Minangkabau, Es Dawet Ayu Banjarnegara, Urap Sayuran 
Yogyakarta, Sayur Nangka Kapau, Lunpia Semarang, Nagasari Yogyakarta, Kue 
Lumpur Jakarta, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya, Asinan Jakarta, dan Sate 
Ayam Madura. (nan) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke