ref: Tunggu saja sampai habis pemilu yang akan datang baru dibereskan, sekarang lagi sibuk diurus caper-ceper untuk tahun depan.
http://www.equator-news.com/skak/20130224/rakyat-pln-kalbar-dag-dig-dug inggu, 24 Februari 2013 Rakyat dan PLN Kalbar Dag Dig Dug Rakyat dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kalbar saat ini tengah cemas, dag dig dug. Pasalnya PLN menerapkan pemadaman bergilir di beberapa daerah di Kalbar. Krisis bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga diesellah biang keladinya. “Jika dalam satu atau dua hari ini tidak ada pasokan marine fuel oil (MFO) maupun high speed diesel (HSD) untuk pembangkit kita, maka diperkirakan seluruh daerah di Kalbar akan mengalami pemadaman,” kata Muhammad Doing, Deputi Manajer PLN Wilayah Kalbar, Sabtu (23/2). Oleh sebab itu, dia berharap pasokan yang disediakan oleh PT Pertamina Region Kalbar dapat segera sampai ke pembangkit-pembangkit tersebut. Terlebih beberapa daerah tengah menggelar event Capgome yang memerlukan energi listrik dalam jumlah yang cukup besar. “Kita harap segera datang pasokannya, karena sudah sangat tipis. Ini sangat urgen,” tegasnya. Ia mengakui beberapa kabupaten sudah dilakukan pemadaman bergilir. “Sanggau, Sintang, kabupaten-kabupaten lain, dan Kota Singkawang saat ini sudah melakukan pemadaman bergilir. Kota Pontianak saat ini belum. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi bila pasokan bahan bakar belum juga tiba,” katanya. Berdasarkan data PLN Kalbar, pasokan bahan bakar yang diterima mereka dari Pertamina pada tahun 2013 ini kurang maksimal. Realisasi penerimaan BBM dari Pertamina di tahun 2013 sampai tanggal 11 Februari untuk PLTD Sungai Wie HSD sebesar 45 persen, PLTD Senggiring 48 persen. Total rata-rata HSD 44 persen dan MFO PLTD Sungai Raya 35 persen, PLTD Siantan 52 persen, serta PLTD Sungai Wie 34 persen. Jadi rata-rata dari total permintaan, MFO PLN sektor 40 persen. Ooo... tak lama dag dig dug-nya Terpisah, Sales Area PT Pertamina Region Kalbar Putut Adrianto mengatakan krisis bahan bakar yang dialami PLN tidak akan berlangsung lama. Pasalnya kapal-kapal tanker pengangkut MFO dan HSD sudah berada perairan Kalbar, Sabtu sore. “Diperkirakan akan sandar nanti malam (kemarin, red), menunggu air pasang. Nanti akan langsung disalurkan,” kata putut. Dia menjelaskan, lambatnya pengiriman pasokan bahan bakar tersebut lebih dikarenakan cuaca buruk di lautan. “Ini karena gelombang besar di laut, sehingga kapal-kapal kita tidak bisa berlayar. Tapi akan segera tiba dan tidak ada masalah,” ujarnya. Putut mengakui pihaknya telah memasok 800 kiloliter MFO untuk PLN yang katanya tiba Jumat malam (22/2). Diharapkan, pasokan BBM yang ada bisa aman untuk beberapa hari ke depan. Sehingga event yang sedang diselenggarakan di Kalbar tidak terganggu. (kie) [Non-text portions of this message have been removed]
