Ref: Jangan khawatir mas Bud, mereka ini hanya berkicau saja. Tetapi kalau 
disuruh nigap di hotel gratisan, anggap saja  beristirahat sebentar dari 
kesibukan sehari-hari  paling-paling lama nginap 3 bulan, selama waktu 3 bulan 
bisa weekend di rumah. Ambil contoh Gayus, bisa pergi ke Bali lihat orang main 
tennis atau Tommy S bisa weekend pakai helicopter dari hotel ke rumah.

http://www.suarapembaruan.com/home/timwas-century-dpr-cecar-kpk-soal-boediono/31541

Timwas Century DPR Cecar KPK Soal Boediono
Rabu, 27 Februari 2013 | 22:32

 Wakil Presiden Boediono. [google] [JAKARTA] Anggota Tim Pengawas (Timwas) DPR 
untuk Kasus Bank Century, Fahri Hamzah mencecar KPK soal keterkaitan Wakil 
Presiden Boediono dalam Kasus Century yang merugikan negara hingga Rp 6,7 
triliun.

"Mengapa hingga kini Wakil Presiden Boediono tidak dikaitkan dalam kasus ini. 
Padahal, saat dana talangan Bank Century dikeluarkan, Boediono menjabat sebagai 
Gubernur Bank Indonesia," kata Fahri di Jakarta, Rabu (27/2).

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada rapat Timwas Century DPR bersama Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Rapat tersebut digelar dalam rangka mendengarkan 'progress report' KPK dalam 
menangani kasus Century.

Dia mengkritisi sikap KPK yang dinilai tidak tegas dalam memeriksa dan 
memastikan keterkaitan Wapres Boediono dalam kasus itu.

"Kita tidak bicara soal politik karena Pak Boediono bukan orang politik. Apa 
karena dia tidak terkait? Harus dijelaskan itu kenapa bisa tidak terkait. Atau 
apakah dia warga luar biasa?," kata Fahri.

Dia juga mempertanyakan penyebab lambannya penanganan kasus Bank Century oleh 
KPK.

Menurut dia, pergantian pimpinan di KPK sudah terjadi tiga kali, namun 
penanganan terhadap kasus Bank Century belum juga rampung.

"Kasus ini sudah berlangsung selama masa tiga pimpinan KPK, tidak termasuk Pak 
Antasari, karena pada saat kasus ini mencuat Pak Antasari ditangkap diganti Pak 
Tumpak. Kasus ini sudah mengalami tiga sampai empat pimpinan ini lama sekali," 
ujarnya.

Fahri berpendapat, jika cara-cara penanganan terhadap kasus Century diubah oleh 
KPK, kasus tersebut bisa dengan cepat diselesaikan oleh lembaga anti-korupsi 
itu.

"Audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan-red) sudah sangat komprehensif maka KPK 
sebagai koordinator pemberantasan korupsi suka atau tidak suka harus menghargai 
BPK yang hasil auditnya dipakai sebagai sumber utama," katanya.

Politisi PKS itu mengaku khawatir kalau tindakan KPK dalam mengusut kasus Bank 
Century itu gagal yang dapat berdampak sistemik dalam penanganan kasus itu 
secara keseluruhan.

Fahri juga menyatakan kecurigaan bahwa KPK tengah mencari alasan mengenai 
adanya krisis ekonomi saat dana talangan Bank Century dikucurkan.

"Apa mau cari argumen ada krisis ekonomi? Sehingga apa yang dilakukan BI, LPS, 
KSSK, menjadi sah? Apa tujuan (pencairan dana Century) jadi menghalalkan segala 
cara?" kata Fahri.

Pada kesempatan itu, Timwas Century juga membahas rencana untuk menghadirkan 
mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Anas mempunyai kunci untuk membuka simpul dan hipotesis Kasus Century ini. 
Kami tentu masih membutuhkan informasi yang lebih sahih agar semuanya terang- 
benderang dan tidak menjadi misteri," kata anggota Timwas Century DPR Hendrawan 
Supratikno.

Senada dengan Fahri, Hendrawan juga mengkritisi kinerja KPK yang dinilai mulai 
menurun dalam menangani Kasus Century, khususnya usai rapat terakhir dengan 
Timwas pada 20 November 2012.

"Semakin mendekati 'epicentrum gempa atau tsunami' Century, KPK sepertinya 
mulai agak ragu-ragu," katanya.

Oleh karena itu, dia pun menegaskan bahwa PDI-P memberikan dukungan total 
kepada KPK untuk menuntaskan Kasus Century.

"Penyelesaian kasus ini sangat penting agar tidak menjadi beban sejarah," ujar 
Hendrawan. [Ant/L-8



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke