http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=40&id=41243

MINGGU, 23 Februari 2013 | 1547 Hits


Kemenkeu: Kalau Mau Naik Gaji, Harus Usaha Berantas Korupsi

Jakarta, AE— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai wacana kenaikan gaji 
pejabat daerah harus disertai dengan efisiensi pegawai serta komitmen untuk 
memberantas korupsi. Hal ini guna menjaga anggaran agar tidak terlalu berat 
untuk belanja pegawai.

Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan 
Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, 
Jumat (22/2).

“Kalau keinginannya naik gaji itu harus disertai dengan upaya efisiensi dan 
saya yakin, pegawai daerah itu kayak di Kemenkeu saja, Kemenkeu melakukan 
reformasi dengan catatan yang namanya tunjangan dan honor itu dikurangi 
drastis, itu satu. Yang kedua, antikorupsinya harus keras,” tegasnya.

Bambang menyatakan kenaikan gaji pejabat daerah ini sepertinya hanya perubahan 
komposisi antara gaji dan tunjangan. Bagi pejabat yang memiliki gaji tinggi 
dengan tunjangan besar maka akan dinaikkan gajinya tetapi akan diturunkan 
tunjangannya.

“Tapi kan kalau di daerah kan ada gaji ada tunjangan, jadi yah mungkin lebih ke 
restrukturisasi saja, yang sekarang gaji kecil tunjangan besar, yah dirubah 
jadi gajinya yang besar, tunjangannya tidak perlu lagi atau kecil,” jelasnya.

Namun, lanjut Bambang, para pejabat ini juga harus melakukan efisiensi pegawai. 
Hal ini agar beban pemerintah pusat dan daerah tidak terlalu besar.

“Lebih penting mereka harus efisiensi gaji pegawainya termasuk mengurangi 
pemekaran daerah, yang bikin belanja pegawai mahal itu sebenarnya karena jumlah 
pegawainya, karena kan jumlah gaji pegawai kan memang kecil kan mengikuti 
standar PNS,” tandasnya. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke