Ref: Kalau korupsi adalah iblis, maka sang Iblis, mahluk tidak terlihat dengan mata manusia, adalah terkuat dari segala mahluk yang ada di muka bumi, karena “PKS yang dikenal sebagai partai santun dan suci pun terjerumus dalam gengaman sang iblis. Siapa mau dan berani melawan Iblis? Kalau dibilang SBY, Megawati, Jusuf Kala, Bakrie adalah pendekar pemberantas korupsi, apakah cocok kebenarannya?
http://www.harianterbit.com/2013/02/06/membidik-tersangka-baru-kasus-korupsi-sapi/ Rabu, 6 Februari 2013 08:42 WIB Membidik Tersangka Baru Kasus Korupsi Sapi Oleh Haris Fadillah TERSANDUNGNYA Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hassan dalam kasus penyuapan impor daging sapi sangat mengejutkan banyak pihak. Perilaku korupsi dan suap tidak memandang bulu aktor dan bidangnya. PKS yang dikenal sebagai partai santun dan suci pun bisa kena. Bukan itu saja lembaga yang dianggap suci seperti penyelenggaraan haji dan pengadaan alquran juga tak luput dari perilaku korupsi dan suap. Apakah ada tersangka dalam kasus pengadan impor sapi itu ? Memang KPK sudah menangkap tangan dan menahan 5 tersangka, tetapi pubik belum yakin tidak ada tersangka lain yang bermain dalam kasus itu. “Kita akan segera memeriksa Mantan Suswono, dalam kaitan kasus impor sapi, tapi baru sebatas sebagai saksi,” tegas Juru Bicara KPK, Johan Budi belum lama ini. Langkah KPK menahan Lutfhi Hasan Isaaq, dipandang sebagai anak tangga dalam penuntasan kasus itu. Dengan menggunakan logika yang sangat sederhana, seharusnya penahanan terhadap Lutfhi, hanya menjadi anak tangga untuk membongkar lebih jauh, siapa saja yang terlibat dalam kongkalikong impor daging sapi di kementerian Pertanian harus diperiksa dan jika terbukti dijadikan tersangka. Korupsi yang dilakukan oleh politisi sedang marak terjadi negeri ini. Melihat dari kasus Luthfi Hasan, sebenarnya bisa dipertanyakan mengapa perusahaan importir melakukan penyuapan, tentu ada berbagai sebab, salah satunya,adalah masalah birokrasi yang panjang,penegakan hukum yang lemah,atau mental PNS rendah dan kebijakan yang merugikan pengusaha. Keseriusan KPK untuk memeriksa aktor lain dalam kasus itu ditunggu publik, karena perbuatan korupsi tidak berdiri sendiri, selalu ada keterlibatan dari berbagai pelaku. “Lutfhi diduga memperdagangkan pengaruh,” kata Wakil Ketua KPK,Bambang Widjojanto. KPK mengendus ada dugaan keterlibatan Suswono. Sebelum penangkapan, ada percakapan antara Suswono dan Luthfi. Dalam percakapan itu, Suswono memberitahukan akan ada duit “tanda terima kasih” dari Indoguna. Luthfi membantah terlibat dalam kasus suap tersebut. Suswono pun membantahnya. “Tidak pernah, saya bekerja profesional. Silakan saja tanya pada dirjen-dirjen di sini,” kata dia.Tidak saja itu ada sejumlah pengusaha diduga ikut bermain, sehingga kuoto impor daging terbesar didapat oleh PT Indoguna. Motivasi menyuap politisi itu harus dibongkar total dan bawa ke pengadilan. Publik menunggu gebrakan lanjutan KPK untuk menetapkan tersangka baru. Jika nantinya KPK, yang telah melakukan penggeledahan di Kementerian Pertanian, dapat membuktikan keterlibatan Menteri Pertanian Suswono dalam kasus suap oleh PT Indoguna Utama (yang konon telah menjanjikan uang sebesar Rp 40 Milyar), mungkin kasus ini akan menjadi sebuah skandal besar, yang patut diduga melibatkan Partai yang sering mendedikasikan diri sebagai partai dakwah yang bersih! [Non-text portions of this message have been removed]
