Sebenarnya, ini pendapat politikus yang salah. Seseorang menjadi kader partai atas keinginan orang tersebut sendiri secara sukarela. Tidak bisa dan tidak ada istilahnya, seseorang diangkat menjadi kader partai sehingga kader bisa dan boleh diberhentikan oleh partai politik.
Persepsi yang salah ini yang menyebabkan banyak kontestan pilkada yang didukung partai politik besar ternyata tidak memperoleh suara signifikan karena kader di bawah tidak mendengar arahan partainya. Karena kader partai sekarang sudah lebih cerdas. Partai politik yang beranggapan / berorientasi dikelola seperti sebuah perusahaan layaknya, pasti tidak akan didengar kader dan pengikutnya. Saan Mustopa Pastikan Anas Bukan Lagi Kader Demokrat Oleh Ferdinand Waskita | TRIBUNnews.com Sen, 25 Feb 2013 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Wasekjen Demokrat Saan Mustopa menegaskan Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum dan kader partai berlambang bintang Mercy itu. "Otomatislah sebagai kader juga. Dia mundur sebagai ketum dan sekaligus sebagai kader," kata Saan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/2/2013). Anas, kata Saan, beralasan bahwa ia tidak ingin membebani Demokrat terkait kasus yang membelitnya saat ini. Namun, Saan mengaku tidak mengetahui apakan Anas sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke DPP atau belum. "Saya juga belum tanya apa sudah buat surat atau belum atau memang perlu membuat. Itu belum saya cek," katanya. Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, sebenarnya tidak ada keharusan bagi Anas untuk menyampaikan surat pengunduran diri."Tapi kan ketika menyatakan berhenti kan otomatis ya," tegas Saan. Ketika ditanyakan apakah Saan akan mengikuti jejak Anas mundur dari Demokrat, ia belum menjawabnya. "Nanti saja akan sampaikan," katanya. Ketua DPP Demokrat Umar Arsal mengatakan Anas akan kembali kedunianya semula yakni menjadi aktivis. Anas diketahui juga menjabat sebagai presidium KAHMI. "Dia ingin sebagai orang yang merdeka," ujarnya. Umar mengatakan ia belum terpikir mengikuti jejak Anas. "Saya tetap sebagai Anggota DPR sampai periode selesai," kata Umar Arsal.
