Ref: Kalau terorisme tidak berdiri sendiri, berarti ada yang berdiri di samping 
atau di belakangnya. Jadi siapa saja diantara klik kaum berkuasa berdiri 
bersama atau di belakangnya?

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/08/1/136617/Din-Aksi-Terorisme-tidak-Berdiri-Sendiri

Din: Aksi Terorisme tidak Berdiri Sendiri
Jum'at, 08 Maret 2013 | 03:43 WIB
 
ANTARA/Reno Esnir/fz
TERKAIT

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan 
kemungkinan aksi-aksi terorisme yang terjadi selama ini tidak berdiri sendiri.



Namun demikian, aparat keamanan dinilai salah apabila memberantas aksi 
terorisme dengan melakukan cara-cara teror juga.

"Jangan memberantas terorisme dengan cara-cara bernuansa teror," kata Din usai 
menghadiri silaturrahim ormas-lembaga islam di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 
Kamis (7/3).

Menurut Din, cara-cara kekerasan yang diterapkan ketika menangkap para terduga 
teroris, seperti dalam video rekaman kekerasan terhadap terduga teroris oleh 
Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri, justru akan menyuburkan aksi terorisme. 
Aksi tersebut, tambahnya, akan menimbulkan dendam oleh mereka yang dituduh atau 
menjadi korban kekerasan aparat.

Oleh karena itu, aparat keamanan maupun pihak terkait harus lebih menekankan 
pada pendekatan yang lebih manusiawi dalam mengungkap aksi terorisme.

"Pendekatan yang dilakukan dengan pelanggaran hak asasi manusia justru 
berpotensi melanggengkan terorisme itu sendiri," jelas Din.

Din juga mengakui, banyak terduga teroris yang ditangkap aparat keamanan selama 
ini tidak diketahui identitasnya secara jelas. Asal usul maupun maksud dan 
tujuan dalam melakukan aksi teror juga selalu bias. Termasuk, keterkaitan 
mereka dalam jihad di Afghanistan.

"Siapa yang merekrut, siapa yang membiayai mereka (teroris)? Dalam laporan 
seorang wartawan asing, dulu ribuan anak-anak Islam direkrut oleh CIA, dilatih 
di North Carolina lalu dikirim ke Afghanistan untuk berperang melawan Uni 
Sovyet. Kemungkinan aksi-aksi teror yang terjadi selama ini tidak berdiri 
sendiri," tegas Din.

Ia mengatakan, selama ini organisasi masyarakat maupun lembaga Islam di 
Indonesia telah ikut memerangi aksi terorisme. "Selama ini ormas dan 
lembaga-lembaga Islam telah berbuat banyak dalam memerangi, mengurangi dan 
meniadakan terorisme," katanya. (Donny Andhika AM/Adf)


Editor: Asnawi Khaddaf

++++
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/06/1/136240/Kasus-Poso-10-Polisi-akan-Dipidana

POLITIK
Kasus Poso, 10 Polisi akan Dipidana
Rabu, 06 Maret 2013 | 18:23 W
Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anggota 
Densus 88 terus disidik Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Sebanyak 26 
orang sudah menjalani sidang disiplin dan kode etik. 

"Menyusul 10 orang akan dipidana," ujar Kepala Penerangan Masyarakat Brigj Boy 
Rafly Amar di Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut Boy, setelah diperiksa Propam di bawah pimpinan langsung Kadiv Propam 
Polri Irjen Safruddin, ada 26 anggota diperiksa, yakni dua perwira (kompol) 
kepala detasemen Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan 1 kepala Seksi 
Propam Polres Poso. 

"Keduanya sudah disidang displin dan putusannya demosi, yakni pencopotan dari 
jabatan dan tidak bisa sekolah," ujar Boy.

Lainnya berpangkat brigadir, yakni 10 anggota Brimob, 9 Sabhara dan 6 anggota 
Polres Poso. Semuanya sudah menjalani sidang disiplin. 
"Dari 26 polisi yang diperiksa, ada 10 orang diduga menganiaya dan akan 
dipidana. Sekarang sudah diserahkan ke Reserse untuk menjalani pemeriksaan 
pidana umum," ujar Boy. (Shanty Sibarani/Adf)


Editor: Asnawi Khaddaf

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke