Ref: Rupanya rapor kekuasan SBY buruk dan diberi warna merah seperti angka 
rapor murid SD yang tidak pandai, secara politik lebih merah warnanya dari 
warna bawang merah dan oleh sebab itu para pendukungnya marah dan mau 
melemparkan sepatu kepadanya. Kalau ada ancaman demikian di luar pulau Jawa, 
biasanya berita ditambah bumbu “separatisme” dan bukan itu saja pada umumnya 
para pelaku dikukum sangat keras, bukan saja siksaan fisik dalam tahanan tetapi 
juga masa tahanannya bisa jauh lebih lama dari teroris yang “dihukum”.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/03/16/mjqyer-ancaman-pelemparan-sepatu-kepada-sby-diminta-tak-diperpanjang
Ancaman Pelemparan Sepatu kepada SBY Diminta Tak Diperpanjang
Sabtu, 16 Maret 2013, 16:30 WIB 
Komentar : 0  Republika/Tahta Aidilla 
 
Presiden SBY 
A+ | Reset | A- 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri mengimbau masalah isu pelemparan sepatu 
kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak diperpanjang.

Polri menilai akan lebih bijak dan arif bila kedua belah pihak yang malah 
berseteru terkait hal ini meredam masing-masing keinginannya. Masalah yang 
ditanggapi Polri ini ialah soal isu aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang 
akan melempar sepatu kepada SBY. Aksi itu akan dilakukan bila SBY membuka acara 
kongres HMI di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat (15/3).

Beruntung, niatan ini gagal terwujud karena SBY yang dijadwalkan akan membuka 
acara tersebut memilih membatalkan kedatangannya ke kongres HMI.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Suahrdi Alius mengatakan memang sebetulnya 
sebuah ancaman dapat dilaporkan kemudian diusut melalui jalur hukum. Namun ia 
menegaskan alangkah baiknya jika persoalan ini tak lantas harus dibawa ke ranah 
hukum seperti yang dilakukan pihak tertentu.

“Kalau bisa tidak perlu sampai melaporlah. Akan lebih baik jika masalah 
tersebut dibicarakan dalam satu meja dan selesai lewat jalur kekeluargaan,” 
ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suahrdi Alius di kantornya Sabtu (16/2).

Sebuah LSM yang menamakan dirinya Masyarakat Pemuda Muslim Peduli Konstitusi 
(MPM-PK) melaporkan ancaman HMI itu ke Polda Metro Jaya.

MPM-PK menilai, perbuatan tersebut meski tidak terwujud dan sebatas ancaman, 
sudah termasuk pada sebuah pelecehan simbol Negara. "Sebagai mahasiswa yang 
berintelektual tinggi, seharusnya tidak melakukan tindakan menghujat, 
melecehkan dan mengancam terhadap kepala Negara,” ujar Heru Purwoko anggota 
MPM-PK di Jakarta, Kamis (15/3) kemarin.

      Reporter : Gilang Akbar Prambadi 
      Redaktur : Karta Raharja Ucu 

++++

HMI Diimbau Tak Rendahkan Nilai-Nilai Islam
Sabtu, 16 Maret 2013, 15:47 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- HMI diimbau jangan sampai merendahkan keluhuran 
nilai-nilai Islam, seperti premanisme, ucapan kasar kepada pemimpin (ulil 
amri), dan tindakan tidak terpuji lainnya.

Imbauan itu datang dari Majelis Taklim Format ketika mendatangi Kongres HMI 
XXVIII di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (16/3).

Koordinator aksi Dedy Apriadi berharap Kongres HMI XVIII dapat menghasilkan 
keputusan yang strategis dan memberi kemaslahatan bagi umat Islam, bangsa, dan 
negara.

"Sebagai organisasi yang berbasis keagamaan, sudah sepatutnya HMI menjaga dan 
memberi teladan dalam melaksanakan 'akhlaqul karimah'," katanya.

Format meminta HMI harus membersihkan organisasinya dari oknum-oknum pengurus 
dan anggota yang tidak kredibel, tidak amanah, terlibat korupsi, kolusi, dan 
nepotisme, serta berakhlak buruk yang merendahkan nilai-nilai Islam serta 
organisasi HMI.

"HMI diharapkan menjadi organisasi kemahasiswaan Islam yang berada di garda 
terdepan untuk mendukung antikorupsi," katanya mengakhiri.


      Redaktur : Karta Raharja Ucu 

      Sumber : Antara 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke