http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/03/17/mjsmsm-lsi-partai-islam-alami-krisis
LSI: Partai Islam Alami Krisis
Minggu, 17 Maret 2013, 14:14 WIB
Komentar : 0
Qua vadis partai Islam (ilustrasi)
-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Islam diprediksi bakal tidak mampu berbicara
banyak di Pemilu 2014. Berdasarkan temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI),
suara partai Islam tidak lebih 5 persen.
Survei dilakukan pada 1 hingga 8 Maret lalu, dengan metode multistage random
sampling, jumlah sampel 1.200 responden, dan margin of error 2,9 persen.
Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan, suara partai Islam terbesar ditempati
PKB dengan suara 4,5 persen, PPP meraih 4,0 persen, PAN 4,0 persen, dan PKS 3,7
persen. PBB yang dikenal juga partai Islam belum dimasukkan karena belum pasti
ikut Pemilu 2014.
Krisis partai Islam sangat jelas kalau dibandingkan dengan partai nasionalis
yang menempati posisi teratas. Partai Golkar mengumpulkan 22,2 persen, PDI
Perjuangan mendapat 18,8 persen, Partai Demokrat meraih 11,7 persen, dan Partai
Gerindra 7,3 persen.
Adjie mengatakan, dampak suara partai Islam ternyata merembet dengan
popularitas tokoh partai Islam yang kalah pamor dibanding tokoh partai
nasionalis.
Hal itu tersaji dengan kandidat calon presiden (capres) capaian Megawati
Soekarnoputri tertinggi dengan suara 20,7 persen, Aburizal Bakrie mengumpulkan
20,3 persen, Prabowo Subianto meraih 19,2 persen, Wiranto 8,2 persen, dan Hatta
Rajasa sebagai representasi tokoh Islam hanya mendapat 6,4 persen.
Adapun untuk cawapres, posisi tertinggi ditempati Jokowi dengan suara 35,2
persen, posisi kedua diduduki Jusuf Kalla dengan 21,2 persen, Hatta Rajasa
mendapat 17,1 persen, Mahfud MD 15,1 persen, dan Suryadharma Ali 2,9 persen.
"Untuk tokoh capres partai Islam kalah pamor. Untuk cawapres, Jokowi menjadi
primadona," kata Adjie di kantor LSI, Ahad (17/3)
Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
[Non-text portions of this message have been removed]