http://www.poskotanews.com/2013/03/18/politisi-dan-parpol-ancam-kehidupan-bernegara/


Senin, 18 Maret 2013 15:42:32 WIB 



Politisi dan Parpol Ancam Kehidupan Bernegara
        


JAKARTA (Pos Kota) – Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, 
Bandung, Jawa Barat, Asep Warlan Yusuf mengatakan tidak berjalannya fungsi 
partai politik dan tidak beretikanya sejumlah politisi mengancam kehidupan 
bernegara yang demokratis.

Kebencian akan politisi dan partai politik akan menghilangkan kepercayaan 
masyarakat akan sistem demokrasi yang kita pilih.Partai Politik dan politisi 
saat ini justru memberikan pendidikan politik berbohong dan menjadi munafik 
adalah satu hal yang wajar dalam demokrasi di Indonesia saat ini.

“Ketikdakmampuan partai politik menjalankan perintah UU Parpol seperti 
memberikan pembelajaran politik, mencetak pemimpin bangsa yang bersih juga 
kemunafikan dan kebohongan yang ditunjukkan sebagian politisinya akan membuat 
masyarakat kehilangan kepercayaan pada sistem demokrasi yang kita pilih,” ujar 
Asep, Senin (17/3).

“Kondisi diperparah dengan politisi kutu loncat.Dengan alasan seolah demokratis 
padahal yang mereka kejar hanya kekuasaan semata.Kutu loncat ini akan cepat 
sekali merubah ideologinya terutama menjelang pemilu. Kebohongan dan 
kemunafikan merajalela karena tidak ada sanksi hukumnya,”imbuhnya.

Dirinya pun memberikan contoh paling baru seperti kepindahan Hary Tanoe dari 
Nasdem ke Hanura dan juga kepindahan anggota DPR dan kader dari Partai Hanura, 
Akbar Faisal ke Nasdem. Keduanya menurut Asep mengutarakan alasan yang 
membohongi publik.

Sayangnya menurut Asep aturan perundangan yang ada seperti UU Parpol tidak bisa 
memberikan sanksi bagi politisi kutu loncat . Dirinya pun tidak yakin politisi 
di Senayan yang merupakan kader partai, mau dan mampu membuat UU yang 
membantasi diri mereka sendiri. (prihandoko)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke