Ref: Kaum munafik biasanya antara lain, terdiri dari tukang copet, tukang 
catut, garong  yang bermuka manis dan fasih lidah mengucapkan kata-kata agama 
untuk menipu rakyat (umat).

http://www.voa-islam.com/news/opini/2013/03/15/23598/indonesia-dikuasai-partai-dan-pemimpin-munafik/


Indonesia Dikuasai Partai dan Pemimpin Munafik 
Jum'at, 15 Mar 2013
 Cetak |  Kirim

Indonesia Dikuasai Partai dan Pemimpin Munafik
Jakarta (voa-islam.com) Indonesia sekarang ini dikuasai oleh partai dan 
pemimpin munafik. Lidah mereka bercabang banyak. Wajah mereka nampak sumringah 
dan manis, tetapi hati mereka sejatinya busuk, dan memendam permusuhan terhadap 
Islam dan umat Islam.

Asy-Syaukani mengatakan munafik modern, selalu menampakkan jati mereka sebagai 
muslim. Tetapi, hati mereka memendam kebencian dan permusuhan yang sangat dalam 
terhadap Islam dan Muslim, dan selalu berusaha menusuk dari belakang. Mereka 
itu lebih dekat kepada kekafiran dibanding dengan keimanan.

Karakter dasar orang munafik itu, selalu menyembunyikan kejahatan mereka di 
dalam hati dengan rapat, dan menampakkan wajah mereka dengan sangat manis, dan 
penuh simpati kepada Islam dan Muslim. Mereka tidak segan-segan menghancurkan 
orang-orang Mukmin manakala mendapatkan kesempatan.

Allah Ta'ala berfirman :

"Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka 
dikatakan : "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankan dirimu.  Mereka 
berkata, Sesungguhnya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami 
mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu. Mereka pada 
hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan 
dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih 
mengetahui apa yang mereka sembunyikan". QS : Ali Imran : 167.

Fenomena kemunafikan pada generasi awal masa Rasulullah Shallahu Alaihi 
wassalam, terus berkembang sampai hari ini. Di mana golongan munafik terus 
bertumbuh dengan sangat pesat. Bentuk kemuanfikan mereka lebih menyerupai dalam 
 bentuk menghinakan kaum Muslimin dan dengan pola serta cara yang lebih 
membahayakan.

Sekarang begitu banyak mereka yagn mengaku sebagai Muslim dan Mukmin, tetapi 
tidka jelas wala' mereka. Mereka meminta dukungan, bantuan, dan perlindungan 
kepada orang-orang kafir. Bahkan mereka menjadikan orang-orang kafir sebagi 
pemimpin dan pelindung mereka. Inilah yang menyebabkan kehancuran hari ini.

Orang-orang munafik yang pendusta itu, menelikung umat Islam, dan mereka 
mengaku sebagai pemimpin, pejuang, dan penegak Islam. Padahal, sejatinya mereka 
itu, orang-orang yang menghalang-halangi manusia kepada jalan Allah. Kerusakan 
ini telah menyebar sangat luas diantara kaum Muslimin saat ini.

Diantara ciri-ciri orang-orang munafik itu, diantaranya yang sangat nyata :

Pertama, menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong.

Kita dapat melihat bergesernya fenomena loyalitas yang seharusnya dilakukan 
oleh orang-orang manufik kepada Islam justeru kini lebih berafiliasi kepada 
saudara-saudara mereka yang kafir. Jika kita perhatikan para pemimpin Muslimin, 
maka akan kita temukan tidak ada seorangpun diantara mereka yagn bebas dari 
loyalitas kepada orang-orang kafir.

Ibnu Jarir menegaskan, "Orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai 
teman dan penolong dengan maksud mencari kekuatan, sesungguhnya meereka adalah 
orang-orang yang dungu dan tidak sempurna. Mereka tidak mau menjadikan Allah, 
Rasul dan orang-orang Mukmin sebagai penolong mereka.

Selanjutnya, Ibnu Jarir menegaskan, orang-orang yang mengambil orang-orang 
kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang Mukmin, maka ia 
digolongkan sebagai penganut agama dan kepercayaan mereka (kafir). Tentu, yang 
dimaksudkan disini menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka. (QS : 
al-Maidah : 51-52)

Kedua, menghinakan dan melecehkan Allah, Rasulullah, dan kuam Mukminin.

Wajah permusuhan orang-orang munafik kepada kaum Mukminin begitu kasat dalam 
upaya melecehkan dan menghina terhadap Islam. (QS : al-Baqarah : 14-15).

Beberapa kalangan kaum munafik, ada yang tinggal dan hidup bersama kaum 
Mukminin, duduk bersama mereka dalam majelis. "Aku adalah golongan kalian dan 
sejalan dengan kalian", ucap mereka. Saat mereka bertemu dengan para pemimpin 
mereka, maka mereka mengatakan, "Aku mengucapkan itu, karena dangkalnya akal  
orang-orang mukmin dan kedunguan mereka. Mereka percaya kalau aku berada dalam 
barisan mereka".

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, menyebutkan sebuah hadist dai Ibnu Umar RA, 
"Saat perang Tabuk terjadi, seorang lelaki berkata di sebuah majelis,, "Kami 
tidak pernah berdusta dan tidak pernah gentar untuk berperang. Mendengar itu 
berkatalah seorang lelaki yagn juga berada di majelis itu, "Kamu bohong,dan 
kamu adalah orang munafik. Aku sungguh akan melaporkanmu kepada Rasulullah 
Shallahu Alaihi wassalam.

Ibnu Umar melanjutkan, "Kulihat  lelaki itu tengah terikat unta Rasulullah 
Shallahu Alaihi wassalam dilempari batu sembari berkata, "Wahai Rasul, kami 
hanya bersenda gurau dan main-main. Kemudian Rasul Shallahu Alaihi wassalam, 
berkata, "Apakah dengan Allah,  ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu 
berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman". 
(QS : Taubah : 65-66)

Itulah kondisi orang-orang munafik sampai hari ini. Mereka para pendusta, dan 
selalu mengaku sebagai beriman, pejuang, dan penegak Islam. Tetapi, sejatinya 
mereka adalah orang-orang yang ingin menipu Allah, Rasul dan orang-orang Mukmin.

Ibnu Taimiyah mengomentari Surah al-Muthafifin, ayat 29-35, mengatakan, ayat 
itu memberitakan bahwa mereka telah kafir sesudah beriman, karena perkataan 
mereka, "Kami bicara kekufuran tanpa disertai keyakinan.Kami hanya bergurau dan 
main-main". Dan Allah telah menjelaskan bahwa menghina ayat-ayatNya adalah 
sebuah tindakan kekufuran.

Fenomena kemunafikan hari ini telah terjadi di mana-mana, khususnya di dalam 
sistem yang ada sekarang ini. Di mana partai dan pemimpin politik, dikuasai 
oleh kalangan munafikin, yang bermulut manis, dan berwajah manis, tetapi  
sesungguhnya manusia yang paling memusuhi agama Allah.

Mereka para pendusta, dan orang-orang yang  hatinya sakit. Karena, mereka 
terperangkap dalam kehidupan dunia. Mereka terperangkap syaithan, dan menjadi 
pengikut para penyembah dunia. Wallahu'alam.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke