http://www.analisadaily.com/news/2013/3634/gedung-utama-setneg-terbakar/


Gedung Utama Setneg Terbakar
 

(Antara/zabur karuru) GEDUNG SETNEG TERBAKAR: Kebakaran melanda lantai atas 
Gedung Utama Sekretariat Negara, di Jakarta, Kamis (21/3). Belum diketahui 
penyebab kebakaran tersebut namun dugaan sementara akibat korsleting listrik.


Jakarta, (Analisa). Gedung utama Sekretariat Negara lantai tiga yang biasa 
digunakan untuk rapat terbakar pada Kamis pukul 16.50 WIB dan api berhasil 
dipadamkan satu setengah jam kemudian tanpa adanya korban nyawa dan dokumen 
negara yang terbakar.

"Pukul 16.50 WIB telah terjadi kebakaran di gedung Setneg, bukan di Istana tapi 
gedung Setneg lantai tiga. Lantai tiga ini adalah ruangan yang dipergunakan 
untuk sidang, jadi bukan yang dipakai oleh kantor. Gedung Setneg tersebut di 
lantai dua adalah tempat kerja Pak Mensesneg kami di sana dan juga staf-staf di 
lantai satu," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V 
Nahattands dalam keterangan pers kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam.

Lambock mengatakan, dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa dan dokumen 
penting negara tidak ada yang turut terbakar.

"Demikian juga dengan dokumen penting tidak ada yang terbakar, semuanya selamat 
karena memang yang terbakar itu lantai tiga sedangkan ruang kerja pak menteri 
dan staf-stafnya ada di lantai dua dan satu. Jadi saya sampaikan tidak ada 
korban jiwa dan dokumen negara yang terbakar atau musnah. Semua bisa 
terselamatkan," katanya.

Ditambahkannya, "Sementara, kebakaran tersebut adalah akibat korsleting 
listrik. Kemudian, ruangan Mensesneg yang ada di lantai tiga dan ruang staf di 
lantai dua, semuanya aman." Sementara itu Juru bicara Presiden Julian Aldrin 
Pasha mengatakan, saat sidang kabinet selesai, pada pukul 17.15 WIB Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono keluar dari Kantor Presiden untuk melihat upaya 
pemadaman api. Semula Presiden ingin melihat dari dekat namun dengan berbagai 
pertimbangan kemudian Presiden memantau upaya pemadaman api dari Wisma Negara 
lantai enam yang memang lokasinya tidak jauh dari kebakaran.

Sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan 
Fauzi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menyaksikan kebakaran dan upaya 
pemadaman api.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan penyebab kebakaran yang terjadi di 
gedung utama Kementerian Sekretariat Negara masih diselidiki.

"Kami belum tahu tunggu saja pemadamannya. Saya belum mau berkomentar apa-apa," 
kata Djoko kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Kamis petang.

Djoko mengatakan, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada upaya pemadaman 
dan meminta semua pihak tidak berpikiran terlalu jauh mengenai penyebab 
kebakaran.

"Kami konsentrasi pemadaman dulu, jangan sejauh itu jangan negatif dulu," 
katanya.

Menurut Lambock, instruksi pertama Presiden dalam upaya menangani kebakaran 
adalah mencegah jatuhnya korban nyawa dan mengamankan bila ada dokumen negara.

"Presiden perintahkan pertama kali amankan jangan sampai ada korban dan amankan 
dokumen," kata Lambock mengutip perintah Presiden. (Ant)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke