Ref: Apakah  para petinggi pemerintahan SBY dan anggota partai politiknya 
termasuk petinggi agama yang korupsi tidak termasuk kelompok yang mengacaukan 
negara?? 


http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-ingatkan-ada-kelompok-yang-mengacaukan-negara/32652
Presiden Ingatkan Ada Kelompok Yang Mengacaukan Negara
Kamis, 21 Maret 2013 | 18:03

 Presiden SBY [abror] [JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar hati-hati terhadap gerakan dari 
kelompok-kelompok yang tidak terkait dengan Pemilu 2014 mendatang. 

Gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok itu bisa mengacaukan negara yang 
berujung pada penderitaan rakyat.

"Pelaku-pelakunya kebetulan yang sedang menjadi pembicaraan hangat di arena 
politik sekarang ini. Tidak sama dengan pelaku politik untuk pemilu tahun 
depan. Hal begini sangat bisa akan terjadi sampai Pemilu 2014 mendatang 
selesai," kata SBY saat membuka rapat terbatas (Ratas) di Istana Presiden, 
Jakarta, Kamis (21/3). 

SBY tidak menyebut secara detail kelompok-kelompok mana yang dimaksud. Dia 
hanya tegaskan kelompok-kelompok itu ada dan sedang dibicarakan akhir-akhir 
ini. 

Kelompok-kelompok itu tidak terkait dengan persiapan pemilu. Dia mengelompokan 
mereka dalam kelompok yang membuat ketegangan politik (political tension). 

Kuat dugaan, pernyataan SBY ini menunjuk ke kelompok masyarakat yang bergabung 
dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI). 

Kelompok ini akan mengadakan aksi demonstrasi besar-besaran pada tanggal 25 
Maret mendatang. Mereka disebut-sebut berencana lakukan kudeta terhadap 
pemerintahan sekarang. SBY pun telah mengeluarkan pernyataan beberapa waktu 
lalu bahwa ada kelompok yang menggulingkan pemerintahan.

Mereka yang bergabung dalam kelompok MKRI adalah mantan Menko Perekonomian 
Rizal Ramli, mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur, Adhi Massardi, aktivis 
perempuan Ratna Sarumpaet, dan sejumlah tokoh lainnya.

SBY mengemukakan, kelompok-kelompok ini berada satu sisi untuk meningkatkan 
tensi politik menjelang Pemilu 2014. Di sisi lain adalah kelompok-kelompok yang 
terkait atau punya kepentingan dengan Pemilu 2014. 

Kelompok kedua ini, mulai panas atau bergerak sejak tahun 2013 ini yang 
merupakan tahun politik, hingga selesai pemilu. 

"Kalau saudara tekun mengamati perkembangan dan dinamika perpolitikan di negeri 
kita, kita akan segera merasakan bahwa ada dua arena sebetulnya. Ada dua 
dimensi yang bisa saling kait mengait,” katanya. 

Arena pertama adalah eskalasi meningkatnya suhu politik berkaitan dengan 
pemilu. Hampir pasti terjadi. Sebagaimana yang terjadi tahun 2003-2004, dan 
juga 2008-2009, hampir pasti akan terjadi. 

"Makin dekat dengan masa pemilu makin eskalatif masa politik kita.  Kita harus 
bersiap,” katanya. 

Dia berharap gerakan-gerakan itu tidak merugikan rakyat. Dia meminta para 
menterinya agar mampu menghadapi gerakan-gerakan itu, sekaligus mengelolanya 
agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. 

Para menteri harus lebih dekat ke rakyat sehingga ketika gerakan-gerakan itu 
memanas, mereka dapat dukungan dari rakyat.

"Tidak berlebihan kiranya kalau saya mengingatkan sungguh pun politik kita akan 
makin menghangat dan memanas dan eskalatif, tapi jangan pernah kita berhenti. 
Jangan pernah kita lalai untuk menjalankan tugas-tugas kita, utamanya mengelola 
pertanian. Rakyat, bagaimana pun manakala kebutuhan sehari-harinya bisa 
dicukupi dan manakala ekonomi kita dapat kita kelola dengan baik, maka rakyat 
akan menjadi benteng di negeri kita ini menghadapi dinamika dan situasi politik 
seperti apapun," tegasnya. [R-14]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke