Ref: Dibilang bahwa kelas menengah dan orang kaya bertambah banyak, jadi 
butuhan kenikmatan kelezatan untuk lidah pun berubah, jadi  siapa tahu bawang 
dari Perancis  est très savoureuse dan de brambang van Holland is ook erg 
lekker.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/wowbawang-juga-diimpor-dari-prancis-dan-belanda/32662

Wow…Bawang Juga Diimpor Dari Prancis Dan Belanda
Kamis, 21 Maret 2013 | 19:32

 Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP, Romahurmuzy (kiri) dan peneliti 
ekonomi LIPI, Dhani Agung berbicara dalam diskusi dialektika demokrasi yang 
bertajuk "Harga Bawang Meroket, Dimana Peran Pemerintah?" yang digelar di 
Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/3). [daridulu.com] [JAKARTA] Bawang merah 
yang beredar luas di pasar Tanah Air ternyata berasal dari Prancis, Belanda, 
India, dan China. Sementara itu, petani Indonesia tidak tertarik menanam bawang 
karena biaya produksi lebih mahal dari pada harga jual.  

"Bawang impor per kg hanya Rp 9.000,-  atau Rp 10.000,- per kilogram. Sedangkan 
bawang merah Indonesia harganya Rp 19.000,- sampai Rp 25.000,- per kilo. Itu 
belum termasuk harga pekerja," kata peneliti ekonomi LIPI,  Dhani Agung di 
Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/3).

Dhani menjelaskan, Indonesia saat ini tidak saja mengimpor bawang dari China 
dan India, tetapi  juga dari Prancis dan Belanda. "Kita bisa membedakan bawang 
impor dan bawang lolak. 

Bawang merah Indonesia terasa lebih enak, krispi, garing, dan pedas 
dibandingkan bawang impor, karena musim tanam bawang kita pada musim kering," 
ujarnya.

Mengenai mahalnya harga bawang, Dhani mengatakan, itu  karena pengaturan yang 
salah.  

“Ketika tidak diatur harga normal saja, setelah diatur malah mahal. Bahkan 
impor bawang sekarang tidak terkendali karena ada kartel yang sulit ditangkal,” 
katanya. [L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke