Ref: Apakah prosedur impor bawang berbeda dengan impor bahan-bahan lain seperti 
beras, pisang dsb ataukah para importir tidak punya pengalaman karena belum 
pernah melihat atau makan bawang? Jangan para importir  bawang adalah 
anggota-anggota DPR.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/dpr-120-importir-bawang-tidak-punya-pengalaman/32661

DPR: 120 Importir Bawang Tidak Punya Pengalaman
Kamis, 21 Maret 2013 | 19:30

 Pedagang bawang merah [google] [JAKARTA] Sebanyak 120 dari 131 importir bawang 
yang saat ini terdaftar di Kementerian Pertanian ternyata pemain baru yang 
tidak punya pengalaman dan  jaringan sama sekali. Ironisnya lagi, Kementerian 
Pertanian memberikan porsi impor yang lebih besar kepada importir baru itu. 

Akibatnya, terjadi penumpukan bawang di gudang-gudang karena tidak ada jaringan 
pemasaran di Tanah Air. Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPR RI, Romahurmuziy 
dalam diskusi di DPR RI, Jakarta, Kamis (21/3). 

Dijelaskan,  ke-120 importir baru tersebut belum mempunyai pengalaman maupun 
jaringan pasar sama sekali.  Tetapi mereka mendapat alokasi impor bawang yang 
jauh lebih besar dari 21 importir lama. 

Ketika keran impor dibuka, 21 importir lama langsung memasarkan bawang ke 
seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sedikit, maka bawang itu cepat habis. 
Sementara bawang importir baru menumpuk di gudang. 

Para agen juga tidak berani membeli ke importir baru, karena mereka ingin tetap 
menjalin bisnis dengan para importir lama. 

“Mereka enggan membeli bawang dari importir baru. Akibatnya terjadi kekosongan 
persediaan bawang di pasar,” katanya.   

Para importir baru, kata dia, kemudian menjual bawang yang menumpuk di gudang 
ke importir lama, dengan harga yang sangat tinggi. 

“Tidak ada cara lain, importir lama pun membeli dengan harga tinggi dan 
menjualnya dengan harga tinggi pula,” katanya.   

Kondisi seperti ini, kata dia,  diduga sengaja direkayasa oleh pihak-pihak yang 
berkepentingan besar untuk meraup keuntungan sepihak.  

Modus yang mereka lakukan hampir sama dengan kejadian langkanya daging sapi 
impor beberapa waktu lalu.   

“Kalau saat daging sapi impor langka, importir dadakan menjual Surat Izin 
Pemasukan (SIP) daging kepada importir yang tidak lagi mempunyainya. Begitu 
juga dengan produk bawang ini. Ternyata importir dadakan bawang menjual dokumen 
sejenis kepada para importir yang hanya kebagian izin impor terbatas,” katanya. 
[L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke