Ref: Untuk menunjukan kebersihan diri akan lebih mujur bila melaporkan diri ke 
KPK dari pada dilaporkan. Demikian kata-kata mutiara dari falsafah Abunawas. 
Hehehehe

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/03/11/mjhdu0-dpr-aneh-dahlan-laporkan-dirinya-sendiri-ke-kpk

DPR: Aneh, Dahlan Laporkan Dirinya Sendiri ke KPK
Senin, 11 Maret 2013, 12:27 WIB 
Komentar : 1  Republika/Yasin Habibi 
 
Menteri BUMN Dahlan Iskan 
A+ | Reset | A- 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Azam 
Azman Natawijana menilai terdapat keanehan dalam kasus laporan Menteri BUMN 
Dahlan Iskan ke KPK.

Sebelumnya Dahlan melaporkan tender PLTU Kaltim 2 kali 110 mega watt (mw) dan 
PLTU Riau 2 kali 20 mw yang dianggapnya menyalahi aturan pada Februari lalu.

Pasalnya meski Dahlan yang melaporkan, ternyata ia juga yang menyetujui dan 
menandatangani penunjukan pemenang tender. Ini dilakukan Dahlan, saat dirinya 
masih menjabat sebagai Direktur Utama PLN 2009 lalu.

"Dahlan memutuskan sendiri, menandatangani sendiri, lalu melaporkan sendiri," 
katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) PLN, Deputi Kementerian BUMN dan 
Komisi VI DPR, Senin (11/3). "Bagaimana ini bisa terjadi, ini kan aneh. Mau 
cari panggung atau bagaimana?," katanya menambahkan.

Karenanya, ia meminta Dahlan dihadirkan untuk menjelaskan soal ini. Ia pun 
meminta PLN dan Kementerian BUMN menjelaskan dan membawa data-data tender yang 
dulu dilakukan. "Ini kan ada masalah besar. Harus dijelaskan ini," katanya 
menegaskan.

Sementara itu Deputi Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Iman A 
Saputro mengatakan laporan Dahlan sebenarnya terkait upaya untuk membendung 
rumor negatif yang beredar. "Beliau lapor ke KPK untuk mengetahui tender ini 
benar atau tidak," katanya.

Hal senada juga ditegaskan Dirut PLN Nur Pamudji. Menurutnya Dahlan hanya ingin 
memastikan proses penunjukan pemenang yang dilakukan, apakah sudah sesuai 
aturan yang berlaku atau tidak.

"Pak Dahlan ingin mengklarifikasikan kecurangan tak terjadi. Karena di luar 
beredar isu ada kecurangan," katanya. "Dia memang melaporkan dirinya kepada 
KPK. Jadi dia ingin meng-clear-kan," ujarnya.

Sebelumnya, Dahlan memohon KPK melakukan penyidikan dan penyelidikan atas isu 
kongkalikong tender PLTU Kaltim dan Riau. Dirinya khawatir, ada yang 
menyalahgunakan namanya dalam tender tersebut. 

"Ada orang yang mengadu kepada saya, harganya lebih rendah kok kalah ya, kok 
penawaran lebih rendah kok kalah,'' ujarnya.

Terdapat dugaan penyimpangan sebesar Rp 50 miliar di PLTU Kalimantan Timur 
namun kerugian di PLTU di Riau belum diketahui.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke