----- Original Message -----
From: ASAHAN
----- Original Message -----
From: Qingmao Zhang
To: Bambang
Subject: Situasi Tiongkok dewasa ini
Komentar Asahan:
Partai Komunis Vietnam (PKV), juga mengalami sistuasi yang sama seperti yang
dialami Partai Komunis Tiongkok (PKT). Rakyat Vietnam sudah berani menyatakan
pendapat yang diantaranya: "Sebaiknya Partai Komunis ditiadakan saja". Rakyat
Vietnam dengan penuh kemarahan menyaksikan kader-kader Partai yang korupsi
sedangkan Partai sendiri tidak mampu menangani dan memperbaiki nasib rakyat:
tetap miskin, terabaikan di tengah "kemakmuran" masyarakat kapitalis yang
semakin menunjukkan muka srigalanya. Partai dan kader-kader Partai tidak
berdaya. Tapi pendapat rakyat masih mereka dengarkan meskipun sambil terus
menindas bila perlu.Tapi rakyat Vietnam belum cukup pemgalaman berkonfrontasi
dengan penguasa mereka yang selalu dalam penguasaan Partai (sejak mereka
membebaskan diri dari berbagai kaum kolonialis tua maupun baru). Taat pada
penguasa dan sangat tidak mudah memberontak adalah sejarah mereka yang sudah
ribuan tahun. Dan di segi lain, pihak penguasa sudah terbiasa mengendalikan
rakyat mereka yang taat, setia serta berdisiplin tinggi terhadap penguasa dari
tingkat terbawah hingga tingkat teratas: Partai dan kader-kader.
Tapi situasi mungkin membuat sifat dan tradisi suatu bangsa bisa berubah dan
bahkan hingga menyimpang dari sejarah yang sudah ribuan tahun. Dan bila situasi
berubah menjadi merugikan rakyat hingga menyengsarakan rakyat sampai titik
kritis yang membuat negeri setengah rubuh setengah tegak, setengah maju
setengah mundur hingga bahkan setengah fasis setengah demokrasi maka rakyat
pada ahir-ahirnya akan menempuh jalannya sendiri, tidak pandang masyarakat
sosialis atau masyarakat kapitalis atau setengah-setengah dari dua sistim tsb.
Logika mereka sederhana saja. Bila sebuah Partai Komunis sudah tidak mampu
menyelamatkan dan membela kepentingan rakyat dan hanya sibuk berlomba korupsi
dan memburu kekayaan pribadi, maka untuk apa ada Partai Komunis, tiadakan saja
dan biarkan tumbuh Partai-Partai lain yang akan mampu menyelamatkan rakyat dan
negara. Kader-kader Partai Vietnam mulai ramai berdiskusi dengan penuh
kekuatiran. Menyelamatkan Partai sudah tidak mungkin tanpa menyelamatkan rakyat
terlebih dahulu. Kalau sebuah Partai Komumis sudah tidak berguna dan hanya
menyengsarakan rakyat, lantas apa gunanya Partai demikian? tiadakan saja dan
biarkan partai-partai lain tumbuh yang akan mampu menyelamatkan rakyat dan
negara. Logika rakyat demikian sudah tidak bisa diabaikan oleh kader-kader
Partai. Bila Partai tidak membenahi diri dan kembali mengurusi kepentingan dan
kesejahteraan rakyat, maka kehancuran Partai sudah di ambang pintu.
Lalu siapa yang akan disalahkan? Jawabnya adalah perdebatan tanpa ahir atau
tidak lagi jadi bahan perdebatan: apatisme atau anarkisme.Tapi setiap orang
tentu saja memerlukan jawaban. Dan jawaban itu belum final hingga sekarang.
Komunisme atau kapitalisme adalah dua ideologi yang berbeda yang masing-masing
punya pengalaman dalam mengemudikan rakyat. Komunisme (atau baca saja untuk
sementara sebagai Sosialisme) runtuh dalam usia 70 tahun. Tapi Kapitalisme yang
lahir jauh lebih tua menyusul runtuh meskipun masih tetap ujud dengan berbagai
cacad, lumpuh, penuh babak belur dan bahkan hingga hampir compang camping dan
semakin compang camping. Kapitalisme tidak lebih naik daun setelah musuhnya
Komunisme atau Sosialisme runtuh hampir total dan megap-megap bagi yang masih
ingin terus melangkah. Orang-orang tahu bila dua pihak yang saling berlawan dan
berlaga tapi tidak ada yang menang total atau menang mutlak, itu berarti
pertandingan belum selesai dan bisa terjadi lahir situasi jedah, situasi yang
paling menjemukan meskipun bukan berarti situasi vacuum. Kapitalisme yang
compang camping tetap menguasai rakyat dan terus akan menguasai rakyat sebelum
rakyat melancarkan tindakan ekstrim, berontak atau revolusi.
Bahwa sosialisme telah kalah dan runtuh, itu tak seorangpun yang bisa
membantahnya betapapun cintanya dia terhadap sosialisme. Tapi juga jelas
sosialisme kalah dari pertarungan, oleh pertarungan dengan musuhnya, adu kuat,
adu keunggulan dan adu ideologi. Kalau dulu banyak orang mengatakan bahwa:
"sosialisme pasti menang" tapi kenyataannya sosialisme ahirnya kalah dan runtuh.
Tapi juga orang-orang menykasikan bahwa Kapitalisme juga kalah dan sedang
runtuh. Bedanya dengan sosialisme, kapitalisme dikalahkan dan diruntuhkan oleh
dirinya sendiri dan bukan oleh lawannya tapi oleh kerakusan yang meluncur laju
tanpa rem dan ahirnya jatuh ke jurang krisis seperti sekarang ini. Kalau
Komunisme mengalami tragedi maka Kapitalisme mengalami drama.
Kita tidak ingin membela kekalahan ataupun kesalahan-kesalahan sosialisme(
Komunisme). Tapi bagi mereka yang mempelajari dan mendalami Komunisme dengan
mental nuchter dan lebih obyektif, pasti bisa memahami bahwa ideologi dan paham
komunisme adalah ideologi yang berani menghadapi kenyataan dan kenyataan itu
bisa berubah-ubah oleh situsai maupun oleh campur tangan manusia. Kenyataan
harus dilihat sebagi kenyataan. Sedangkan yang akan datang, itu masih
tergantung pada usaha manusia, cita-citanya, fantasinya dan keunggulan
mentalnya dan juga waktu serta kesempatan. Keyakinan yang dulu sebagai:
"Sosialisme pasti menang, "adalah tidak sesuai dengan kenyataan sekarang dan
telah praktis menjadi masa lalu, catatan sejarah. Sosialisme sudah kalah, itu
sebuah kenyataan. Kapitalisme juga sedang kalah. Itu juga sebuah kenyataan dan
bisa dirasakan setiap orang. Dan selanjutnya?. Kita tidak tahu. Tapi yang
pasti manusia maju dan melangkah dengan keyakinan dan cita-citanya . Rakyat
semakin mengetahui apa yang buruk dan apa yang baik untuk mereka. Yang mereka
belum pasti tahu adalah bgimana mengalahkan si pembuat bencana dan
memenangkannya untuk menentukan nasib sendiri. Komunisne atau sosialisme hanya
menawarkan sebuah harapan, sebuah cara berpikir dan bertindak dan di atas
segala-galanya adalah untuk kebaikan dan kebahagiaan rakyat. Kesalahan hanya
bisa dilakukan manusia. Orang Rusia punya pepatah: "Bila bikin lemper pertama
gagal, itu adalah biasa".
Di ahir abad ke 20 sementara negara yang dulu menempuh jalan sosialisme lalu
kemudian menempuh dan membangun jalan ekonomi kapitalisme tapi tetap
mempertahankan Kepemimpinan Partai Komunis atas negara, berangsur mengalami
degradasi ideologi dan terjerumus ke jurang korupsi untuk melonjak menjadi
mulyuner-milyuner dan orang kaya baru. Ironisnya, Partai dan kader-kader
Partai adalah para pelopor korupsi dan koruptor-koruptor besar. Pertanyaan
tetap timbul apakah Partai Komunis masih diperlukan atau ditiadakan saja?.
Paham Komunisme tidak mungkin dihilangkan dari muka bumi. Tapi setiap Partai
Komunis yang menyimpang dari cita-cita komunisme, cita-cita membebaskan rakyat
dan membahagiakan rakyat, Partai Komunis demikian akan tumbang dan memang
tidak diperlukan. Namun rakyat yang masih tertindas masih tetap memerlukn
sebuah Partai Komunis yang akan memimpin mereka berjuang dan menegakkan
kekuasaan mereka. Partai selalu bisa dihapuskan dan diperbaharui. Dia lahir
dan mati seperti juga mahluk di dunia ini.
ASAHAN.
http://www.neobux.com/?r=adsbimasakti
http://www.synergyprofit.com