----- Original Message ----- From: ASAHAN Fw: Jokowi: Bukan Sekolah Gratis yang Dihilangkan
Dalam masa kampanye Pilkada, Ahok pernah melontarkan pernyataan yang katanya sekarang ini sudah bukan jamannya lagi mempertahankan sekolah gratis. Saya lantas memberikan komentar dan menyerukan agar tidak memilih Jokowi/Ahok. Seorang komentator lainnya menuduh saya sebagai tidak mengerti atau salah tafsir terhadap penyataan Ahok. Saya kembali membantah bahwa saya tidak salah tafsir akan maksud Ahok untuk menghapuskan sekolah gratis dan saya umumkan seluruh kata-kata Ahok. Sekarang jelas jemelas bahwa Jokowi/Ahok akan menghapus sekolah gratis seperti yang sebelummnya pernah mereka kampanyekan. Perkecualian bagi mereka yang tidak mampu akan diberi "kartu pintar". Permainan kata itu telah menipu banyak orang. Siapakah yang akan mendapatkan "kartu Pintar"?. Lagi-lagi menciptakan lobang besar untuk sogok menyogok untuk rebutan kartu pintar yang pada ahir-ahirnya mereka yang tidak mampu menyogok dan lemah ekonominya (rakyat kecil) harus bayar biaya sekolah alias tidak dapat "kartu pintar". Dan nasi telah menjadi bubur, yang dipilih sudah keburu menang jadi penguasa Jakarta. Jadi menghapus sekolah gratis adalah TIDAK ADIL. Kalau memang gratis harus berlaku bagi semua dan gratis dan itu adil. Tapi Jokowi/Ahok menghendaki yang lain, dia tebang pilih dan seolah berpihak pada mereka yang tidak mampu. Mereka butuh uang dan mengambil uang rakyat dengan berbagai cara yang licik. Rakyat Indonesia harus lebih waspada menghadapi para penguasa/calon penguasa demagog yang pandai menanam tebu di bibir. "Habis manis, sepah dibuang". Rakyat tertipu, penguasa berlenggang. Boikot semua Pemilu !!! dan ini tindakan revolusioner yang cocok untuk masa sekarang. ASAHAN. Jokowi: Bukan Sekolah Gratis yang Dihilangkan Penulis : Indra Akuntono | Kamis, 21 Maret 2013 | 12:08 WIB KOMPAS.com/Indra Akuntono Ribuan siswa dari berbagai sekolah (SMA/SMK) se-Jakarta Utara tengah menunggu waktu pembagian Kartu Jakarta Pintar, di SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2012). 1 TERKAIT: a.. Dana BOP Akan Dievaluasi b.. Kadisdik DKI: BOP Tidak Dihapuskan, tetapi Dialihkan c.. Warga Miskin Dijamin Tetap Dapat Akses d.. Basuki: Prinsip Kita, Tidak Ada Sekolah Gratis e.. Basuki: Sekolah Banyak Orang Kayanya Malah Ditanggung JAKARTA, KOMPAS.com — Ada kekhawatiran rencana penghapusan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) membuat sekolah di Jakarta tidak lagi gratis. Namun, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan tidak akan menghilangkan sekolah gratis. "Hanya mengubah sistemnya saja, diperbaiki, bukan dihapus. Bukan sekolah gratis yang dihilangkan," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (21/3/2013). Padahal sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat menyampaikan bahwa seluruh siswa, baik yang menempuh pendidikan di sekolah swasta maupun negeri, diharuskan membayar uang sekolah. Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, rencana penghapusan dilakukan dengan pertimbangan agar DKI dapat bertindak lebih adil. Pemprov DKI Jakarta akan membuat semua siswa untuk membayar penuh biaya sekolah. Bagi siswa yang tidak mampu, kata dia, Pemprov DKI akan menanggungnya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). "BOP-nya kami cabut, jadi bayarnya melalui KJP. Siswa yang tidak mampu, akan kami berikan KJP untuk bayar, ini baru adil kan. Sekarang ini lagi kami kaji," kata Basuki. Editor :Ana Shofiana Syatiri http://www.neobux.com/?r=adsbimasakti http://www.synergyprofit.com
