http://www.indopos.co.id/index.php/berita-utama/41-banner-berita-utama/3295-marzuki-alie-melawan-sby

Marzuki Alie ’’Melawan’’ SBY 
  Details 
  Thursday, 28 March 2013 11:35 
  Written by Adityo 
 


JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
dan Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie (MA) terlibat perang SMS (pesan 
layanan singkat). MA yang ’’tidak terima’’ mendapat SMS dari bosnya itu ’’me 
lawan’’ dengan mengirimkan SMS balik.

Sebelumnya, seiring semakin dekatnya pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) 
Partai Demokrat di Bali, akhir Maret ini, beredar SMS yang disebutsebut dari 
SBY. Isi pesan singkat itu adalah mempersoalkan manuver Marzuki Alie yang 
dianggap mengincar kursi ketua umum untuk menggantikan Anas Urba ning rum.

Dalam pesan singkat yang juga beredar di kalangan wartawan itu, SBY seolah 
menempatkan Marzuki telah mengingkari kesepakatan tentang KLB PD. Manuver 
Marzuki yang dipersoalkan adalah pertemuannya dengan jajaran pengurus DPD dan 
DPC PD. Bahkan dalam pesan singkat itu terungkap rasa kecewa SBY terhadap 
Marzuki.

SMS dari SBY itu ditujukan langsung ke Marzuki selaku Wakil Ketua Dewan 
Pembina, dengan tembusan para anggota Majelis Tinggi PD, para menteri da ri PD 
dan para Ke tua DPD PD. Berikut adalah bunyi pesan singkat Mar zuki kepada SBY.

Yth Ketua Wanbin / Bapak SBY yang sangat saya hormati,

1. Apakah komitmen saya selama ini tidak cukup membuktikan loyalitas saya 
dengan PD dan Bapak SBY.

2. Saya sangat sedih apabila saya diposisikan sebagai orang yang yang 
berseberangan dengan Bapak, padahal saya masuk ke partai ini dengan segala 
keikhlasan untuk mendukung bapak sejak 2003 sampai saat ini.

3. Memang beberapa waktu yang lalu, ada komunikasi saya dengan DPD dan DPC-DPC 
menanyakan sikap saya dalam KLB.

4. Komunikasi ini berjalan normal dan biasa karena kedekatan saya dengan kader, 
sejak lama, tapi hanya komunikasi dengan telepon.

5. Memang ada beberapa yang datang ke Jakarta, tentu saya harus terima dengan 
baik di rumah, karena sejak dulu hubungan saya memang demikian. Saya memahami 
sekali bahwa dalam politik harus dibangun komunikasi untuk membangun 
kesepahaman. 

6. Setelah pertemuan dengan Bapak di istana, saya sangat memahami situasi 
tersebut, ditambah pertemuan antara DPD dan MT di Cikeas saat terakhir.

7. Saya melaporkan bahwa mereka yang datang ke Jakarta saat ini, seperti yang 
bapak maksudkan adalah dalam rangka transit menuju Bali, karena pesawat ke Bali 
tidak mudah, maka saya bantu mereka tempat penampungan, sekaligus menyiapkan 
SURAT DUKUNGAN MEREKA; MENDUKUNG BAPAK SBY SEBAGAI KETUM, SESUAI KESEPAKATAN 
CIKEAS, karena saya sangat tau, tidak semua DPD mampu mengendalikan DPC. Itu 
dilakukan oleh Pak Opat sendiri, dengan melaporkan perkembangan kepada Mas Ibas 
dan juga sudah memberikan info sebelumnya ke Ibu Ani.



8. Saat saya memutuskan berhenti sebagai Dir BUMN dan 100% mengabdi di PD, pada 
pertemuan di Hotel Sheraton Bandara April 2004, dengan hormat saya memohon 
kepada bapak, apabila ada issue tentang saya mohon bapak klarifikasi dulu, 
karena dunia politik penuh dengan fitnah. Selama ini saya selalu pada posisi 
difitnah, saya sangat paham, saya mengerti bahasa tubuh, tapi karena saya 
ikhlas dan berserah diri kepada Allah, saya diam saja. Saya yakin kebenaran 
pasti akan menjadi pemenang.

 9. Begitu juga yang datang ke Bali lebih dulu dari waktu yang ditentukan OC 
dan tidak transit Jakarta, juga difasilitasi di hotel yang sederhana dekat 
acara Ina Beach Bali. Rencananya Pak Opat akan mengajak Mas Ibas menemui mereka 
setelah kumpul semua, agar tidak ada yang salah paham.

10. Semua itu dikerjakan Pak Opat sendiri, karena saya tetap bekerja dan 2 hari 
ini sudah di Bali, sidang parlemen asia pacific dengan CSO dan malam ini dinner 
dengan Bapak, rencana besok setelah pembukaan HLP, saya kembali ke Jakarta 
karena ada tugas penting. Jadi tidak ada kesempatan ketemu dengan DPC-DPC atau 
DPD.

11. Mohon maaf bapak, sms bapak yang edarkan seolah saya penjahat / Penghianat 
PD, membuat saya merasa tidak berguna di PD, seolah saya yang merusak PD. 
Padahal sejak saya sebagai sekjen selalu menjaga marwah PD dengan bekerja 
lurus, dan tidak peduli siapapun, itu yang membuat masalah hubungan saya dengan 
Ketum walaupun secara pribadi saya tetap baik dan menghormati beliau sebagai 
senior, dan saya bertanggung jawab karena saya sebagai campaign master beliau 
di Kongres I Bali.

12. Kongres di Bandung, bukan saya melanggar perintah Bapak, tapi saya tau 
bahwa kita akan menghadapi situasi seperti saat ini dan sekarang semua 
terbukti. Sama seperti Kongres I Bali, saya mengusung HU tidak direstui Ibu, 
tapi itu pilihan terbaik sebagai partai baru, tidak boleh orang lain yang bisa 
merusak hubungan dengan Bapak sebagai Pendiri PD, karena Politik sangat Jahat, 
itu yg saya maknai selama ini.

13. Apa yang saya lakukan adalah terbaik utk PD dan Bapak, tdk ada keinginan 
pribadi saya, karena saya sdh sangat bersyukur dengan diberikan amanah saat 
ini. Mohon maaf Bapak, situasi ini membuat saya sangat sedih, mungkin ada kata 
yang salah. Wass MA.

MA menilai persoalan SMS singkat dirinya dengan SBY tidak perlu terus dibahas. 
Pasalnya, komunikasinya dengan SBY lewat SMS itu merupakan urusan internal 
partai berlambang segitiga mercy itu. “Tidak perlu dibahas. Urusan dapur 
sendiri,” ujar MA, Rabu (27/3).

Marzuki juga menepis anggapan bahwa pesan singkat yang beredar di kalangan 
wartawan itu sengaja dibocorkan untuk untuk menjelek-jelekkan nama bekas Sekjen 
PD itu sekaligus membuat kisruh menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) PD di Bali. 
“Saya yakin tidak demikian,” ucap dia. (gil/jpnn)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke