Ref: Sebahagian besar dari aliran  listrik 40.000 MW terdapat di mana? Apakah 
tidak cukup untuk yang sudah diterangi listrik, yang lain di periferi tak perlu 
terburu-buru, karena susah didapati anggaran, bukabkah dalam kegelapan pun 
banyak hal bisa dilakukan! hehehehe
http://www.analisadaily.com/news/2013/371/sejak-68-tahun-merdeka-ri-baru-punya-listrik-40-000-mw/
Jumat, 08 Mar 2013 15:23 WIB 
Sejak 68 Tahun Merdeka RI Baru Punya Listrik 40.000 MW

Minahasa, (Analisa). Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik 
mengatakan sejak Indonesia merdeka 68 tahun lalu, kapasitas pembangkit listrik 
yang dimiliki PT PLN hanya mencapai 40.000 Mega Watt (MW). Padahal seharusnya 
Indonesia bisa menghasilkan jauh lebih besar dari kapasitas produksi listrik 
tersebut.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan sejak Indonesia 
merdeka 68 tahun lalu, kapasitas pembangkit listrik yang dimiliki PT PLN hanya 
mencapai 40.000 Mega Watt (MW). Padahal seharusnya Indonesia bisa menghasilkan 
jauh lebih besar dari kapasitas produksi listrik tersebut.

“Sejak 68 tahun Indonesia merdeka baru punya 40.000 MW,” tutur Jero di sela 
peresmian 7 Pembangkit Listrik Sulawesi di PLTU Amurang, Minahasa Selatan, 
Sulawesi Utara, Kamis (7/3).

Mantan Menteri Pariwisata ini menuturkan, sudah saatnya Indonesia memanfaatkan 
energi baru terbarukan yang potensi sangat besar. Untuk potensi pembangkit 
panas bumi atau geothermal saja, Indonesia bisa meproduksi hingga 30.000 MW 
atau bisa menghasilkan listrik hingga 50 tahun ke depan.

Selain itu dari sumber daya air, Indonesia menyimpan potensi lebih besar lagi 
yakni bisa menghasilkan listrik mencapai 75.000 MW atau bisa menghasilkan 
listrik hingga 100 tahun ke depan.

“Potensi dihitung 50.000 MW dari PLTS (tenaga matahari). Itu saja baru dari 
energi baru terbarukan. Kalau minyak kita habis, kita aman,” tambahnya.

Jero pun menjelaskan, untuk penentuan besaran tarif pembangkit listrik dari 
sumberdaya surya dan geothermal sudah disepakati besarannya. Hal ini, membuat 
kejelasan investasi bagi para investor yang ingin membangun pembangkit.

Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait 
pembukaan kawasan hutan untuk mendukung proyek geothermal karena sumber sumur 
geothermal sebagian besar berada di lingkungan hutan lindung.

“Saya sudah terbitkan feed-in tariff (FIT) untuk geothermal. Selain itu, kita 
sudah setuju feed-in tariff untuk PLTS (matahari) US$ 25 sen per kwh selama 20 
tahun,” cetusnya. (dtc)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke