Ref:  Hari ini mengenai aliran agama minoritas, siapa tahu mungkin besok lusa 
mengenai etnik minoritas. Dikatakan bahwa NKRI mengakui Hak Azasi Manusia 
(HAM), tetapi prakteknya berbeda dengan apa yang disuarakan oleh rezim serta 
cecunguk-cecunguknya.

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/07/5/144645/20-Jemaah-Ahmadiyah-masih-Bertahan-di-Masjid-Al-Misbah


METROPOLITAN
20 Jemaah Ahmadiyah masih Bertahan di Masjid Al-Misbah
Laporan: Laode Yohanes
Minggu, 07 April 2013 | 11:47 WIB
 
ANTARA/Widodo S. Jusuf/bo

Metrotvnews.com, Bekasi: Setelah dipagarnya masjid Ahmadiyah oleh Pemerintah 
Kota Bekasi, Kamis malam lalu, hingga Minggu (7/4) pagi tadi, penjagaan masih 
terus dilakukan aparat Polsek Pondok Gede Kota Bekasi.

Penjagaan ini guna mencegah adanya sejumlah kelompok yang tidak senang dengan 
keberadaan jemaah Ahmadiyah Indonesia di Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.

Selain itu penjagaan di Masjid Al-Misbah tersebut juga dilakukan karena masih 
terdapat puluhan anggota jamaah ahmadiyah yang masih bertahan di masjid, 
meskipun terkunci dari luar.

Di masjid hingga kini masih terdapat sekitar 20 jemaah yang memilih bertahan di 
masjid sejak kamis malam lalu. Meskipun, masjid terkunci dan tertutup akses 
keluar masuknya akibat pagar seng dan kunci gembok yang dipasang Satpol PP Kota 
Bekasi.

Salah satu jamaah yang masih bertahan, Rahamat mengatakan hingga saat ini 
kondisi puluhan jamaah di masjid masih dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan 
makanan ataupun logistik lain. 

Mereka masih bisa mendapatkan kiriman logistik dari jamaah yang berada di luar. 
Oleh karena itu, jika ada pihak yang mengatakan bahwa jamaah yang berada 
didalam masjid mendapatkan pelarangan dari pihak kepolisian untuk menerima 
bantuan logistik hal itu tidak benar. Hingga saat ini kepolisian mengizinkan 
kiriman logistik bagi mereka.
 
Jemaah memilih bertahan di masjid, karena mereka merasa bertanggung jawab 
dengan aset di masjid, termasuk bangunan Masjid Al-Misbah sendiri. Mereka 
memilih bertahan tanpa batas waktu.
 
Masjid tersebut ditutup pagar seng, karena jemaah tetap melaksanakan kegiatan, 
meskipun dua kali dilarang dan dipasang maklumat dilarang beraktivitas.


Editor: Edwin Tirani

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke