Marzuki Alie: Indonesia Butuh Abraham Samad

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 
kembali fokus melaksanakan tugas utamanya, yakni memberantas korupsi. Proses 
dan putusan Komite Etik terkait kebocoran sprindik Anas Urbaningrum sudah 
berakhir.

Persoalan sprindik kata Marzuki, hanya bagian kecil dari berbagai persoalan 
yang ada di internal KPK. Oleh karena itu, hal terpenting adalah bagaimana 
semua pimpinan KPK tetap menjaga kekompakan dan soliditas, sehingga kasus 
sprindik Anas tidak menimbulkan perpecahan dan hambatan untuk memberantas 
korupsi.

Selain itu, Komite Etik juga sudah memutuskan bahwa pelanggaran yang terjadi 
bukan merupakan pelanggaran berat, dan sprindik juga bukan merupakan rahasia 
negara. Karena itu, semua pihak tidak memojokkan dengan cara membebankan 
tanggungjawab kebocoran sprindik kepada Abraham Samad.

"Bicara tanggungjawab, semua pimpinan KPK punya tanggungjawab, karena pimpinan 
KPK bersifat kolektif kolegial. Tidak bisa hanya dibebankan ke Abraham Samad. 
Apalagi, masyarakat saya kira ingin mengetahui proses yang terjadi di internal 
KPK. Ini bagian dari transparansi kepada publik, dan saya kira itu god 
governance yang sebenarnya," kata Marzuki Alie, di gedung DPR, Senayan Jakarta, 
Kamis (4/4).

Lebih lanjut dia mengakui adanya upaya untuk menggeser Abraham Samad dari 
posisinya sebagai Ketua KPK karena Abraham selama ini terkesan sebagai figur 
yang terbuka, tidak tedeng aling-aling, dan enggan berpolitik. Upaya ini juga 
terlihat dari seringnya pernyataan beberapa pihak yang berseberangan dengan 
Abraham.

Contoh nyata, kata Marzuki, bisa dilihat dalam rapat Timwas Century, dimana 
pimpinan KPK lain sering berbeda pendapat.

"Sebenarnya, orang seperti Abraham Samad ini yang diperlukan Indonesia. 
Republik ini perlu orang yang punya sikap dan berani. Kalau tidak, susah 
melakukan perubahan di negara ini," tegasnya. (fas/jpnn)

Kirim email ke