Ref: Tentu saja jauh lebih populer, karena cantik, penyanyi terkenal yang sudah 
sering muncul di layar TV, di konser-konser, jadi tidak lagi kaku berhadapan 
dengan umum menambah aroma populer sebagai isteri presiden. Tetapi apakah 
ibunegara NKRI lebih terkenal dari bapak negara SBY?  Cuma saja ibunegara NKRI 
sudah banyak kali mengawal bapak negara ke berbagai penjuru dunia, sekalipun 
demikian halnya tidak pernah ibunegara NKRI memberikan interview kepada  
wartawan asing. apakah dilarang oleh SBY ataukah ada faktor lain.

http://www.indopos.co.id/index.php/berita-nasional/3451-peng-liyuan-ibu-negara-tiongkok-yang-jauh-lebih-populer-ketimbang-sang-suami

Peng Liyuan, Ibu Negara Tiongkok yang Jauh Lebih Populer ketimbang Sang Suami 
  Details Thursday, 04 April 2013 14:33 
  Written by Adityo 

Panen Pujian karena Pilih Berbusana Label Lokal



Pergantian pucuk pimpinan di Tiongkok tidak sekadar terfokus pada sosok Xi 
Jinping. Tokoh 59 tahun itu saat ini dipilih sebagai Sekjen Partai Komunis 
Tiongkok (CPC) dan ketua Komite Militer Sentral CPC. Dan pada November 2012, Xi 
menjadi presiden. Namun, perhatian publik kini juga tertuju pada First Lady 
(ibu negara) Peng Liyuan. Seperti apa?

PUBLIK Tiongkok dibuat terce ngang dengan penampilan ayu dan gla mour perempuan 
50 tahun tersebut. Selama ini, tidak banyak ibu ne gara Tiongkok yang muncul di 
depan khalayak dan berselera fashion tinggi. Penampilan pertama Peng di hadapan 
publik langsung menyedot perhatian media massa dan internet.

Ibu seorang putri itu mendampingi sang suami saat melakukan lawatan kenegaraan 
pertamanya ke luar negeri pekan terakhir Maret lalu. Dari Rusia, kunjungan 
pasangan orang nomor satu di Tiongkok itu berlanjut ke tiga ne gara Afrika: 
Tanzania, Afrika Se latan (Afsel), dan Republik Demokratik Kongo. 

Sosok Peng sudah dikenal dan popu ler di tanah airnya karena berprofesi sebagai 
artis dan penyanyi. Bahkan, Peng lebih populer daripada sang suami yang 
menikahinya pada 1987. Padahal, putra tokoh revolusi Tiongkok Xi Zhongxun itu 
telah terjun di dunia politik.

Peng berhasil memenuhi halaman media Tiongkok serta jejaring sosial dengan 
obrolan soal gayanya yang elegan. Setelah menginjakkan kaki di Bandara Moskow, 
Rusia, pada 22 Maret lalu, tak butuh waktu lama bagi ibunda Xi Mingze itu untuk 
menjadi buah bibir di dunia maya. Foto-foto Peng dan Xi langsung terpam pang di 
halaman depan semua media di Tiongkok. Yang tidak bia sa adalah fokus sejumlah 
potret itu lebih tertuju pada ibu negara.

Hampir seluruh koran terkemuka di Beijing memilih foto Xi dan istrinya sedang 
tersenyum saat baru saja keluar dari pesawat paad edisi 23 Maret la lu. Foto 
tersebut dianggap lebih pen ting daripada gambar Xi berjabat tangan dengan 
Presiden Rusia Vladimir Putin. Menenteng tas tangan dan mengena kan busana 
terusan biru laut, Peng berdiri di sisi suami yang menggandeng tangannya.

 Dia pun pamer kemesraan dengan Xi. Padahal, kemesraan seperti itu sangat 
jarang dipertontonkan oleh para pemimpin Partai Komunis Tiongkok. ”Pemandangan 
itu membuat rakyat Tiongkok gembira karena mereka sudah menunggu sejak lama,” 
tulis Hu Xijing, editor Global Times. Dia menyesalkan sejumlah pemberitaan 
banyak media karena tak memasukkan momen penting tersebut.

 Peng pun tidak berhenti tersenyum sebelum dan selama penyambutan oleh tuan 
rumah di Rusia. Senyum dan selera berpakaian penyanyi lagu rakyat Tiongkok itu 
juga menarik perhatian luas di jejaring sosial populer di negeri tersebut.

 Busana yang dipakai Peng pun menjadi objek khusus dan menarik perhatian 
publik. Hanya berselang beberapa jam setelah fotonya di Bandara Moskow bereda 
di dunia maya, pakaian serupa langsung ditawarkan melalui toko online ternama 
Tiongkok, Taobao. Para penjual mematok harga CNY 499-10 ribu (sekitar Rp 800 
ribu-Rp 15 juta).

 Para blogger mode kemudian mengidentifikasi jas dan tas tangan yang ditenteng 
Peng sebagai rancangan label lokal asal Guangzhou, Exception. Brand tersebut 
dikenal sebagai sa lah satu label ternama. Rancangan yang unik dan simpel 
menjadikannya berbeda dari kebanyakan industri mo de di Tiongkok yang suka 
menyontek tren di Barat. ”Ibu negara adalah duta kebudayaan.

Saya senang beliau memilih meng gunakan produksi Tiongkok dan mengambil peran 
sebagai juru bi cara para perancang di sini,” ujar Hong Huang, penerbit majalah 
fesyen iLook dan salah satu microblogger ter nama di Tiongkok. (AFP/AP/cak/dwi)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke