http://www.antaranews.com/berita/369575/markas-besar-tni-ad-bela-11-anggota-kopassus-tni-ad

Markas Besar TNI AD bela 11 anggota Kopassus TNI AD
Rabu, 17 April 2013 11:21 WIB | 3976 Views

Pewarta: Syaiful Hakim

 
Anggota Grup 2 Kopassus TNI AD membawa tumpeng buah-buahan yang diterima dari 
sejumlah ormas di Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus TNI AD, di Kandang 
Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (16/4). Ratusan orang 
datang dari sejumlah ormas memberikan tumpeng nasi dan buah-buahan kepada 
mereka pada perayaan HUT Kopassus ke-61 sebagai pendorong semangat untuk terus 
meningkatkan profesionalitas dalam mengabdikan dirinya kepada tanah air. (FOTO 
ANTARA/Herka Y Pangaribowo )

  ... empat preman yang tewas itu diketahui kerap beraksi kejam terhadap para 
korbannya, di antaranya Sersan Satu Heru Santoso... " 

 
Jakarta (ANTARA News) - Markas Besar TNI AD akan membela 11 anggota Grup 2 
Komando Pasukan Khusus TNI AD, yang diduga menyerang berujung kematian empat 
tersangka di satu sel di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

"Pembelaan sementara ini internal dari TNI yaa... Tim pengacaranya maksimal 
satu orang satu," kata Wakil Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal TNI Moeldoko, 
usai membuka Rakornis Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-90 di Jakarta, 
Rabu.

Moeldoko menjelaskan, nanti ke-11 prajurit Kopassus TNI AD tersebut 
masing-masing akan didampingi tim kuasa hukum. "Ya artinya akan diusahakan 
sesuai dengan kebutuhan prajurit-prajurit ya, jadi itu tidak 'harga mati'," 
tuturnya. 

Bukan cuma personel yang terlibat itu saja yang diurusi TNI AD, melainkan juga 
keluarganya masing-masing.
"Pasti kami berikan bantuan kepada keluarganya karena pimpinan TNI AD memiliki 
tugas memelihara kesejahteraan anggotanya. Bantuannya akan dikomunikasikan 
dengan pihak keluarganya. Paling tidak, akan meringankan keluarganya," ujarnya.

Sebelumnya, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD, Mayor Jenderal TNI 
Agus Sutomo, menegaskan, tak ada pelanggaran HAM dalam kasus penyerangan LP 
Cebongan itu.

"Tidak ada pelanggaran HAM. Yang ada pelanggaran anggota. Jelas?" kata Sutomo, 
usai acara syukuran Peringatan HUT ke-61 Kopassus di Makopassus, Cijantung, 
Jakarta Timur, Selasa (16/4).

Menurut Agus, seluruh angggota satuan Kopassus TNI AD di negeri ini ialah anak 
buahnya. Oleh karena itu, sebagai komandan tertinggi pasukan baret merah 
tersebut Agus kembali menyatakan dirinyalah yang paling bertanggung jawab.

"Satuan Kopassus itu semua anak buah saya. Saya yang paling bertanggung jawab," 
kata dia.

Namun, jika ada prajuritnya yang salah akan mendapat sanksi secara adil. Di 
balik kesalahan para prajurit itu ada pesan moral untuk kepentingan masyarakat 
lebih besar. 

"Semua warga negara harus merasa memiliki Kopassus, Kopassus adalah aset 
negara. Tidak boleh ada yang mengganggu Kopassus karena Kopassus adalah senjata 
negara," kata Sutomo.

11 anggota Grup 2 Kopassus TNI AD dinyatakan menyerang memakai senjata LP 
Cebongan terhadap empat tersangka, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus 
Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait. 

Empat tersangka itu merupakan gerombolan preman yang meresahkan masyarakat, dan 
seolah kebal dari dakwaan penegak hukum dan polisi. Gerombolan empat preman 
yang tewas itu diketahui kerap beraksi kejam terhadap para korbannya, di 
antaranya Sersan Satu Heru Santoso, anggota Komando Distrik Militer setempat, 
yang bekas anggota Grup 2 Kopassus TNI AD. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke