Ref: Ahok berseragam a la militer, jadi tentu saja tidak aneh bila beliau sebut 
warga Pluit komunis. Bukankah ucapan sesui dengan pandangan dan juga  mana ada 
yang berseragam demikian mengucapkan lain dari  tuntutan seragamnya? 

ttp://news.liputan6.com/read/571914/klarifikasi-ahok-soal-sebut-warga-waduk-pluit-komunis

Klarifikasi Ahok Soal Sebut Warga Waduk Pluit Komunis
oleh Luqman Rimadi 
Posted: 26/04/2013 16:31
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Liputan6.com, Jakarta : Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama membantah 
menuding warga Waduk Pluit yang akan digusur sebagai Komunis. Namun, Ahok 
menilai keinginan warga yang meminta lahan di kawasan lain dan menolak tinggal 
di rusun seperti pemikiran komunis.

"Saya gak marahin warga Pluit bilang komunis. Itu kan LSM dateng, mereka 
membawa proposal minta bagi lahan. Saya bilang mana bisa bagi lahan, itu kan 
tanah negara. Mereka ngotot, kalau ngotot itu ideologi komunis dong," kata Ahok 
di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (26/4/2013).

Menurut Ahok, jika lahan milik pemerintah dibagikan begitu saja kepada warga 
Pluit, maka sama saja pemerintah menghalalkan penjarahan tanah negara oleh 
warga.

"Sama saja rakyat boleh menjarah lahan. Sekarang kalau gitu sekalian saja anda 
dudukan Balaikota sama Monas, nanti saya juga minta bagi juga semuanya. Lumayan 
kan? Ya dia berhak marah kan? Dia mau tuntut ya tuntut saja gitu lho," kata 
Ahok dengan nada tinggi.

Ahok mencontohkan, bila dirinya mempunyai rumah kemudian dibongkar oleh dinas 
P2B maka dia tidak akan mendapatkan penggantian dari pemerintah. Sedangkan di 
satu sisi warga Waduk pluit mendirikan bangun di tanah negara.

"Sudah di atas tanah negara, kemudian disewain dan tidak bayar pajak, tetapi 
malah minta ganti harga per meter waktu dilakukan pembongkaran, ini apa," kata 
dia.

Sebelumnya, Ahok menyesalkan protes ratusan warga yang menolak penggusuran 
rumah di bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga memblokir 
jalan. Sebab penggusuran itu dilakukan di atas tanah negara dan untuk mencegah 
banjir. Sehingga penolakan warga dinilai terlalu berlebihan.

"Kalau saya pakai logika. Kalau saya bangun rumah di tanah yang bukan milik 
saya tanpa izin, dibongkar P2B, saya minta ganti rugi nggak sama pemerintah? 
Dapat? Mana ada? Ya mampus semuanya. Udah bangun salah, dikasih duit gitu lho. 
Terus saya bangun di tanah negara, terus saya sewa-sewain sama orang, 
dibongkar, minta ganti rugi. Mana ada hukumnya? Itu komunis namanya!" ketus 
Ahok.

Ia menambahkan, pembongkaran bangunan yang berada di bantaran kali itu 
dilakukan sebagai bagian dari proyek normalisasi Waduk Pluit untuk mencegah 
terjadinya banjir di Jakarta. "Masak nggak boleh pake tanah sendiri," tukas 
Ahok. (Ary) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke