Ref: Wajah tidak berubah berarti  bintang-bintang pangung sendiwara keropos 
memperpanjang cerita tragedi lama menjadi baru.

http://www.indopos.co.id/index.php/berita-politik/3615-wajah-dpr-tak-banyak-berubah

Wajah DPR Tak Banyak Berubah 
  Friday, 26 April 2013 04:07 
  Written by Bowo 

JAKARTA - Wajah DPR RI periode berikut tidak akan banyak berubah. Dilihat dari 
komposisi daftar caleg sementara (DCS) yang sudah masuk ke KPU, 90 persen masih 
didominasi  muka lama yang maju kembali.  Kualitas parlemen 2014–2019 pun bakal 
tidak lebih baik dari periode sebelumnya.
  “Ya fakta di DCS hari ini sudah sangat jelas, bahwa 90 persen lebih anggota 
dewan yang saat ini menjabat maju lagi, meskipun dari dapil yang berbeda. 
Artinya, bisa prediksi, kendali DPR tetap dipegang oleh muka-muka lama,” ujar 
Pengamat Politik Point Indonesia Karel Harto Susetyo kepada INDOPOS, kemarin ( 
25/4).

 Selain itu, mayoritas bakal calon anggota legislatif  juga masih didominasi 
dari kalangan pengusaha yang non partai maupun kader partai. Meskipun, di DCS 
kali ini banyak artis, tapi untuk Pemilu 2014 masyarakat akan lebih rasional 
dalam memilih calonnya.  

  “Penguasaha tetap jadi incaran parpol, selain amunisi atau gizinya, 
keberadaan mereka juga memungkinkan untuk pendanaan parpol. Kondisi seperti ini 
pasti akan menuai pola simbiosis mutualisme dari politik ke arah eknomi. Dan 
ini sangat buruk untuk demokrasi,” tegasnya.

  Selain itu, keberadaan caleg dadakan seperti artis, juga  menunjukkan bahwa 
parpol tidak mempunyai komitmen untuk mendorong perubahan,  baik karena lebih 
mengutamakan orang populer dan pengusaha yang punya modal untuk investasi di 
dunia politik dengan jalan menjadi caleg.

  “Kondisinya memag seperti ini, karena banyak parpol masih dihadapkan pada 
persoalan finansial, sehingga upaya melakukan kaderisasi di tingkat bawah masih 
sangat kurang,” paparnya.

  Belum lagi masih saja ada nama yang tersandung dugaan kasus korupsi ikut 
dicalonkan. Menurut Karel,  itu merupakan cerminan partai politik yang masih 
dipengaruhi kepentingan pribadi daripada kepentingan bangsa dan kesejahteraan 
rakyat. “Kalau parpol masih mengajukan orang bermasalah, ini merupakan potret 
betapa parpol tidak punya komitmen untuk mendorong perubahan ke arah lebih 
baik,” tegasnya.

 Fenomena dinasti politik di peta pencalegan  juga akan membuat wajah DPR 
semakin miring di mata masyarakat.

 Hal tersebut juga akan berimbas pada produk legislasinya kelak.  “Ya dinasti 
seperti ini jelas akan merusak wajah DPR. Saya pikir mesti ada aturan ketat 
untuk menghalangi praktik seperti ini,” tegasnya.

 Sekadar diketahui, ada dua dapil yang diisi anggota keluarga, tiga dapil dari 
kerabat yang terpisah dan anggota keluarga yang sama yakni di Dapil Maluku. 
Pada dapil itu, Suaidi Marasabessy dan istrinya sama-sama maju sebagai caleg 
DPR. Suaidi ditempatkan pada nomor urut satu, sementara istrinya pada nomor 
urut tiga.

 Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, maju caleg bersama 
putranya, Didi Irawadi Syamsuddin. Meski keduanya maju dari dapil yang berbeda, 
Amir dari dapil Sulawesi Tenggara, sedangkan Didi dari dapil Jawa Barat. Hal 
ini juga terjadi pada Ketua Harian Demokrat, Syarif Hasan dan istrinya, Inggrid 
Kansil. (dms)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke