http://www.arrahmah.com/news/2014/01/08/pernyataan-resmi-isis-terkait-fitnah-yang-terjadi-di-aleppo.html



Pernyataan resmi ISIS terkait fitnah yang terjadi di Aleppo


Siraaj Rabu, 6 Rabiul Awwal 1435 H / 8 Januari 2014 10:09


Mujahidijn ISIS di Irak konvoi bergembira atas kemenangan melawan penjajah 
Amerika

ALEPPO (Arrahmah.com) – Konflik bersenjata yang terjadi di antara sesama 
kelompok jihad di Suriah, khususnya di provinsi Aleppo dan pinggiran 
Aleppo beberapa hari terakhir ini telah sangat membuat bingung kaum 
Muslimin dalam negeri Suriah khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya.

Mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam atau The Islamic State of Irak and 
Sham (ISIS) melalui pernyataan resminya pada Sabtu (4/1/2014) menegaskan 
bahwa konflik bersenjata yang berimbas pada serangan “para preman yang 
bodoh” terhadap Muhajirin (mujahidin non Suriah, edt) tersebut dilatar 
belakangi oleh serangan besar-besaran media massa sekuler, tokoh-tokoh 
munafik dan orang-orang yang menelantarkan jihad Suriah.

Sebagian mereka adalah ulama su’ yang hidup rukun bersama rezim thaghut 
Arab. “Kami menduga secara yakin bahwa semakin berkembang dan menyebar 
luasnya proyek Daulah Islam yang diberkahi di kawasan Suriah, dan 
inisiatif individu-individu, kelompok-kelompok dan suku-suku untuk 
bergabung dengan Daulah Islam Irak dan Syam, serta 
perkembangan-perkembangan terbaru yang terjadi di Irak telah mempercepat 
laju roda konspirasi-konspirasi yang telah disiapkan secara 
sembunyi-sembunyi. Maka konspirasi-konspirasi jahat itu terbongkar 
kedoknya secara cepat dan telah terbuka wajah-wajah masam yang selama ini 
ditutup-tutupi oleh kedok dakwah dan nasehat,” tegas ISIS dalam pernyataan 
resminya tersebut.

Melalui pernyataan resminya, ISIS menyerukan kepada para Mujahidin yang 
berada dalam barisan ISIS untuk tetap sabar dan teguh di atas jalan 
perjuangan. Kepada kelompok-kelompok jihad lainnya yang tulus berjuang, 
ISIS menyerukan untuk bersatu-padu melawan konspirasi jahat musuh-musuh 
jihad. ISIS juga menyerukan kepada penduduk Muslim Aleppo untuk berjuang 
bersama Mujahidin ISIS untuk menghentikan pengkhianatan kelompok-kelompok 
“preman bayaran” tersebut. Sementara terhadap para kelompok “preman 
bayaran” yang telah membunuhi Muhajirin, ISIS menyatakan perang dan 
keteguhan sikapnya di atas jalan jihad. Berikut ini terjemahan pernyataan 
resmi ISIS tersebut.

****

Penjelasan tentang peristiwa-peristiwa terakhir di provinsi Aleppo

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa 
dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. 
Amma ba’du.

Pada waktu dimana pasukan-pasukan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) 
berangkat untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dahulu ISIS menarik 
mundur darinya di Irak, dan pergerakan maju pasukan-pasukan ISIS yang 
penuh berkah mulai terjadi dari kota-kota provinsi Anbar sampai provinsi 
Mosul, melewati provinsi Shalahudin, di mana ujian yang mereka alami di 
padang pasir kini berubah menjadi karunia dan mereka adalah orang-orang 
yang ujian demi ujian hanya semakin menambah kesucian dan kebersihan 
mereka. Mereka tidak terkecoh oleh sedikitnya pendahulu, celaan orang yang 
menelantarkan dan sikap keterlaluan orang yang bodoh. Allah mengaruniakan 
bagi mereka dari sisi-Nya rasa kecintaan di hati masyarakat dan kewibawaan 
di hati musuh mereka orang-orang Rafidhah dan “ekor-ekor” mereka yang 
menjadi antek-anteknya. Maka inilah mereka pada hari ini berada dalam 
parit yang satu dengan penduduk mereka dan suku-suku mereka setelah kabut 
penutup lenyap dari pandangan banyak orang sehingga mereka menyaksikan 
kebenaran denga mata kepala mereka sendiri walau setelah berlalunya sekian 
waktu.

Pada waktu di mana usaha keamanan ISIS berhasil mematahkan 
perbatasan-perbatasan, menembus sistem keamanan Hizbu Syaithan Rafidhah di 
Lebanon dan menggoncangkan markasnya di jantung kampung halamannya sendiri 
yang dinamakan “segi empat keamanan” di wilayah selatan kota Beirut, pada 
hari Kamis, 30 Shafar 1435 H dalam gelombang pertaa yang kecil dari 
perhitungan berat yang ditunggu-tunggu oleh para kriminal durjana 
tersebut. Pada waktu dimana putra-putra Daulah Islam Irak dan Syam 
menorehkan contoh-contoh terindah dalam melindungi wilayah-wilayah kaum 
muslimin dan menjaga tsughur Syam (daerah-daerah perbatasan dengan pasukan 
rezim Nushairiyah Suriah dan sangat mungkin diserang oleh pasukan 
Nushairiyah, edt) di mayoritas wilayah Suriah, dan dimulainya fase baru 
peperangan-peperangan besar untuk menghancurkan yang tersisa dari 
pangkalan-pangkalan militer dan bandara-bandara militer yang dikepung di 
wilayah-wilayah yang telah berhasil dibebaskan dan di garis-garis 
pertempuran. Pada waktu terjadinya itu semua, pada saat yang sama terjadi 
peningkatan serangan-serangan media massa terhadap Daulah Islam Irak dan 
Syam, pentolan-pentolan kaum munafik mulai menjulurkan lehernya dan 
suara-suara nyleneh mulai berdendang memprovokasi untuk memusuhi 
mujahidin, khususnya muhajirin (mujahidin dari luar Suriah, edt) di Syam, 
dalam sebuah upaya massif untuk mencitrakan secara buruk para mujahidin 
sejati di medan jihad dan menggambarkan mereka sebagai para pembunuh dan 
kriminal, orang-orang bodoh yang tidak memahami sedikit pun masalah 
politik, tidak memahami kemuliaan syari’at dan tidak mau berhukum kepada 
syari’at. Juga turut bergabung dalam gerbong para provokator tersebut 
adalah orang-orang yang tidak turut berjihad namun menjilat kepada 
mujahidin, mereka mengenakan kedok nasehat dan menjerumuskan diri mereka 
kepada perkara yang mereka tidak mengetahui ilmunya, sementara mereka 
sendiri duduk-duduk saja, tidak berjihad dan cenderung kepada dunia. 
Semangat mereka yang lemah telah membuat mereka tidak mampu menolong 
penduduk mereka (kaum muslimin Suriah, edt).

Di antara mereka ada orang-orang yang duduk-duduk dalam beranda para 
thaghur, sementara jarak yang memisahkan mereka dengan para wanita 
muslimah yang diperkosa di Suriah hanyalah perbatasan yang ditulis dengan 
pena di atas peta. Akibat dari fatwa-fatwa yang sesat, provokasi dan 
serangan terus-menerus ini adalah sebagian preman yang bodoh telah berani 
menyerang para muhajirin di jalan Allah di kota Aleppo dan pinggiran 
Aleppo. Mereka memanfaatkan momen mobilisasi jihad yang dimasuki oleh 
Daulah Islam Irak dan Syam guna menghadang invasi besar-besaran pasukan 
rezim Nushairiyah dalam upaya terbarunya merangsek maju ke Aleppo; dimana 
ribuan tentara Daulah Islam berjaga-jaga di medan ribath dan tsughur 
sepanjang wilayah-wilayah penting di sana. Akibatnya darah-darah suci 
muhajirin ditumpahkan secara khianat oleh tangan para pembunuh dan para 
kriminal yang tidak mengenal keutamaan dan kebaikan kaum muhajirin. Maka 
celakalah orang-orang berakal pendek yang mengatakan sebuah kalimat tanpa 
ia peduli akan akibatnya, sementara ia hanya duduk-duduk di atas kursi 
shofa di tengah keluarganya, namun ia berani memberi fatwa dalam urusan 
jihad. Selamat bagi mereka atas darah-darah muhajirin yang ditumpahkan dan 
kelak akan digantungkan pada leher mereka pada hari mereka dihadapkan 
kepada Rabb mereka.

Kami menduga secara yakin bahwa semakin berkembang dan menyebar luasnya 
proyek Daulah Islam yang diberkahi di kawasan Suriah, dan inisiatif 
individu-individu, kelompok-kelompok dan suku-suku untuk bergabung dengan 
Daulah Islam Irak dan Syam, serta perkembangan-perkembangan terbaru yang 
terjadi di Irak telah mempercepat laju roda konspirasi-konspirasi yang 
telah disiapkan secara sembunyi-sembunyi. Maka konspirasi-konspirasi jahat 
itu terbongkar kedoknya secara cepat dan telah terbuka wajah-wajah masam 
yang selama ini ditutup-tutupi oleh kedok dakwah dan nasehat. Namun Allah 
Ta’ala enggan kecuali untuk membongkar konspirasi-konspirasi tersembunyi 
tersebut sebelum Allah Ta’ala mencabutnya. Allah Ta’ala berfirman (yang 
artinya):

Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa 
Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami kehendaki, 
niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat 
mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal 
mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui 
perbuatan-perbuatan kamu. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji 
kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara 
kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (QS. Muhammad 
[47]: 29-31)

Maka di sini kami memiliki pesan-pesan singkat:

Pesan pertama,adapun pesan pertama kami adalah ditujukan kepada 
putra-putra Daulah Islam Irak dan Syam sendiri. Kepada mereka kami 
katakan: “Semoga Allah menjadikan wajah kalian bercahaya terang wahai 
orang-orang yang suci. Demi Allah, ujian-ujian telah membuktikan bahwa 
kalian adalah sebaik-baik bahan tambang dari bumi dalam hal kesucian dan 
kemurniaannya. Bergembiralah kalian, karena kalian diuji dengan 
orang-orang yang tidak mengenal keutamaan kalian. Orang dekat dan orang 
jauh telah menzalimi kalian, lalu kalian bersabar. Kalian telah 
digoncangkan, namun kalian tetap teguh dan tidak oleng. Manusia telah 
mengeroyok kalian, namun kalian tidak bercerai-berai. Inilah yang membuat 
musuh kalian gentar kepada kalian.” “Maka selamat bagi kalian atas pahala 
dan kemenangan yang akan kalian sentuh dengan tangan kalian sendiri, 
kalian lihat dengan mata kepala kalian sendiri, sebaigamana sebelumnya 
kalian telah melihatnya, dengan izin Allah Ta’ala, namun kali ini akan 
lebih bersih dan tegar.” “Hal yang harus kalian lakukan hanyalah ikhlas, 
jujur dalam berserah diri kepada Allah Ta’ala, percaya sepenuhnya dengan 
janji-Nya, dan jujur dalam beribadah kepada-Nya. Kalian, wahai hamba-hamba 
Allah, berada dalam sebuah perdagangan yang menguntungkan, tidak ada 
kekecewaan dan tidak ada kerugian di dalamnya. Allah sendiri yang memberi 
jaminan dalam perdagangan tersebut dan cukuplah bagi kalian sabda 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam (yang artinya):

“Allah menjamin bagi orang yang keluar (berjihad) di jalan-Nya. (Allah 
berfirman): Ia keluar berjihad semata-mata karena beriman kepada-Ku dan 
membenarkan para rasul-Ku, maka Aku menjamin untuk mengembalikannya 
(dengan selamat) membawa pahala atau harta rampasan perang, atau Aku akan 
memasukkannya ke dalam surga.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam 
kemudian bersabda: “Seandainya tidak khawatir akan memberatkan umatku, 
niscaya aku tidak akan duduk saja (tidak mengikuti) dari sebuah pasukan 
yang berangkat jihad. Sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah, kemudian 
aku dihidupkan kembali, lalu aku terbunuh lagi, lalu aku dihidupkan lagi 
dan kemudian aku terbunuh lagi.”(HR. Bukhari no. 36)

Pesan kedua, adapun pesan kedua kami adalah kepada jama’ah-jama’ah jihad 
yang tulus di kancah jihad: “Wahai ikhwan-ikhwan, hendaklah kalian 
menanggung sebagian tanggung jawab dan bangkitlah kalian untuk menolong 
saudara-saudara kalian. Demi Allah, seandainya ditakdirkan dan para 
kriminal itu berhasil mencapai apa yang mereka inginkan terhadap muhajirin 
dan proyek Daulah, niscaya giliran kalian (dikeroyok dan diperangi oleh 
mereka, edt) akan datang lebih cepat dari apa yang kalian duga. Janganlah 
kalian terkecoh oleh pujian dan sanjungan yang kalian terima. Itu adalah 
bagian dari makar mereka kepada kalian dan tak lama setelah itu mereka 
akan menunjukkan punggung permusuhan kepada kalian. Pada saat itulah 
kondisi kalian seperti kata pepatah “aku dimakan pada hari sapi jantan 
dimakan”.” “Bagi kalian ada pelajaran dari apa yang terjadi setelah 
konspirasi milisi-milisi Shahwat (milisi-milisi Irak buatan penjajah 
salibis Amerika untuk memerangi mujahidin Irak, edt) di Irak. Musuh-musuh 
berjalan di atas metode tersebut, sejengkal demi sejengkal. Maka hendaklah 
kalian mengambil pelajaran sebelum kalian dijadikan pelajaran oleh 
orang-orang lain. Seorang mukmin tidak akan terperosok dua kali dalam 
lubang yang sama. Pesan ketiga Adapun pesan ketiga kami adalah kepada 
penduduk kami dan pecinta kami, kaum muslimin di propinsi Aleppo. Kami 
katakan kepada mereka: “Leher-leher kami diletakkan di jalan Allah untuk 
melindungi leher-leher kalian dan kalian sangat mengetahui hal itu dengan 
sebenar-benarnya. Ini adalah seruan pemberi peringatan kepada kalian di 
hadapan fitnah ini. Demi Allah, seandainya dan garis-garis ribath berhasil 
dipatahkan (oleh pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syi’ah 
bayarannya, edt) jika tekanan para “preman” itu semakin menguat terhadap 
mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam, niscaya kota Aleppo akan jatuh ke 
tangan pasukan durjana rezim Nushairiyah Suriah dalam waktu yang sangat 
singkat dan kalian tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh 
pasukan rezim Nushairiyah terhadap kalian.” “Inilah yang dikehendaki oleh 
rezim Nushairiyah sebelum pasal-pasal konspirasi terhadap kalian rampung 
ditetapkan dalam perjanjian “Jenewa 2″.

Maka hadapilah realita ini, persiapkanlah diri kalian untuk menghadapinya 
dan berdirilah bersama putra-putra kalian di Daulah Islam Irak dan Syam 
sebelum kalian menyesal pada saat penyesalan tiada lagi berguna.” Adapun 
para pengkhianat yang melakukan serangan khianat terhadap hamba-hamba 
Allah yang terbaik dan menumpahkan darah mereka dengan tangan dingin, maka 
kami katakan kepada mereka: “Demi (Allah) Yang meninggikan langit tanpa 
tiang, darah saudara-saudara kami tidak akan tertumpah dengan sia-sia. 
Tidak. Demi Allah. Maka bergembiralah kalian dengan hal yang akan 
menggoncangkan ranjang-ranjang tidur kalian wahai para pembuat kerusakan. 
Kami berangkat berjihad dan memerangi musuh kulit hitam dan kulit merah 
bukanlah agar orang-orang pendosa mempermainkan kami. Tidak, demi Allah. 
Akan tetapi agar kalimat (agama dan syari’at) Allah menjadi hal yang 
paling tinggi. Orang yang menghendakinya akan menghendakinya dan orang 
yang enggan akan tetap tidak menginginkannya.” “Maka hendaklah apa yang 
dialami oleh saudara-saudara kalian di Irak (milisi Shahwat, edt) menjadi 
pelajaran bagi kalian dan dimanakah gerangan pada hari ini 
kelompok-kelompok (milisi Shahwat di Irak) yang dahulu memerangi Daulah 
Islam Irak? Hendaklah kalian mengetahui bahwa serangan bayaran ini dengan 
izin Allah Ta’ala hanya akan semakin menambah kekokohan proyek Daulah 
Islam dan putra-putra Daulah Islam keteguhan di atas jalan ini. Sungguh 
benarlah hamba yang shalih rahimahullah (Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi, edt) 
saat mengatakan: “(Daulah Islam Irak) tetap eksis: sebab semua agama dan 
aliran kekafiran bersatu memusuhi kami; setiap pengikut hawa nafsu, bid’ah, 
pengecut dan pengkhianat melecehkan dan mengejeknya (proyek Daulah Islam); 
maka kami pun meyakini kebenaran tujuan dan ketepatan jalannya.”

Allahu Akbar

Sesungguhnya kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum yang 
beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya

Departemen Informasi Daulah Islam Irak dan Syam

(siraaj/arrahmah.com)

- See more at: 
http://www.arrahmah.com/news/2014/01/08/pernyataan-resmi-isis-terkait-fitnah-yang-terjadi-di-aleppo.html#sthash.09UQ968a.dpuf
--
I am using the free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2605 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

Do you have a slow PC? Try a Free scan 
http://www.spamfighter.com/SLOW-PCfighter?cid=sigen

Kirim email ke