Dengan caranya masing-masing, dua duanya cuma bikin Indonesia bertambah buruk

ASAHAN.

From: mailto:[email protected] 
Sent: Monday, May 4, 2015 12:10 AM
To: NASIONAL-LIST YAHOOGROUPS ; Perhimpunan Persaudaraan ; LISI ; Wahana News ; 
GELORA_In ; Jaringan Kerja Indonesia ; DISKUSI FORUM HLD ; Ib Gerpindo 
Subject: [wahana-news] Fw: Jika Prabowo presiden, akankah lebih baik dari 
Jokowi?

  

Jika Prabowo presiden, akankah lebih baik dari Jokowi?
Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Senin, 27 April 2015 06:19
12437 274 Share55 Tweet





Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa

Figure terkait a.. Fadli ZonBerita Fadli Zon a.. SBYBerita SBYBerita Terkait 
a.. Pembelaan pemerintah soal tuduhan penjualan BUMN oleh Prabowo a.. Adhi 
Karya: Jangan miskonsepsi, pemerintah tak jual BUMN a.. Soal penjualan 4 BUMN, 
Menteri Rini sebut Prabowo salah pengertian


Merdeka.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mulai banyak mendapat 
kritik tajam dari berbagai kalangan. Khususnya kebijakan-kebijakan pemerintahan 
Jokowi yang dinilai tidak mengakomodir kepentingan rakyat. 

Sejak dilantik menjadi orang nomor satu di Tanah Air, sejumlah kebijakan Jokowi 
memang menuai kecaman. Misalnya, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, 
kenaikan harga bahan pokok, terjadinya hiruk pikuk politik, pemilihan Kapolri, 
hingga dua TKI dihukum mati di Arab Saudi membuat Jokowi banyak mendapat 
kritikan keras. 

Kemudian, soal kebijakan keras Jokowi yang tak mau mengampuni sembilan 
terpidana mati yang hendak dieksekusi pemerintah dalam waktu dekat ini. Giliran 
pegiat Hak Azasi Manusia (HAM) yang menuding Jokowi melanggar janji kampanyenya 
karena pemerintah tetap ngotot ingin eksekusi mati terpidana mati kasus 
narkoba. Meski tentu saja soal hukuman mati ini banyak juga yang mendukung 
Jokowi agar tidak memberikan ampun pada pelaku kejahatan narkoba. 

Teranyar soal pembuatan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang rupanya 
juga sudah disetujui oleh Jokowi. Pembangunan gedung DPR ini sempat hendak 
dilakukan saat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), namun batal 
karena banyak menuai penolakan di masyarakat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra 
Fadli Zontak pernah lelah melakukan kritik terhadap pemerintahan Jokowi. 

Dia bahkan menyindir jika Jokowi hanya banyak berjanji saat kampanye namun tak 
terealisasi saat menjabat jadi presiden. Dengan kondisi pemerintahan yang 
sekarang ini, menurut Wakil Ketua DPR RI, ini masyarakat mulai mengetahui apa 
yang telah terjadi dengan tidak memilih Prabowo Subianto sebagai Presiden. 

"Kita baru merasakan setelah seseorang menjabat, kalau janji kampanye bisa 
banyak, janji banyak sekali, tapi ketika berkuasa apa yang terjadi," kata Fadli 
di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), 
Sabtu (25/4).

Dalam enam bulan terakhir, kata Fadli Zon, berbagai komentar langsung dari 
masyarakat yang merasakan bahwa hidup di Indonesia, di era pemerintahan saat 
ini bukannya makin mudah, tapi semakin sulit.

Masyarakat terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang semakin naik, di mulai 
dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan kenaikan harga beras 
yang cukup fantastis di saat Indonesia mengklaim diri surplus pangan.

Kirim email ke