Megawati Hanya memerlukan satu persen darah Jawa. Selebihnya akan menjadi Jawa 100 persen.
ASAHAN. From: Ichsan Loulembah Sent: Tuesday, June 2, 2015 8:44 AM To: Salim Said ; Salim Said Subject: Re: #sastra-pembebasan# Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- MEGAWATI SUKARNOPUTRI . . . !!!,'PANDANGAN SEJARAH', DAN PENGUASAAN 'BAHASA INDONESIA' ANDA . . . . 'MEMRPIHATINKAN' Kalau mau hitung-hitungan rileks, sebenarnya Megawati "hanya" 1/4 Jawa: Bapaknya1/2 Jawa (1/2 Bali) dan Ibunya asal Bengkulu. Rudy Habibie malah 1/2 Jawa: Ibunya Solo, Bapaknya Gorontalo. Hehehe... Selamat memasuki libur nasional :) 2015-06-01 21:19 GMT+07:00 gigin praginanto <[email protected]>: Setahu saya Mega itu hanya sepertiga Jawa. Ayahnya setengah Jawa dan ibunya Palembang. Dia dibesarkan dalam lingkungan budaya Palembang karena itu dia juga tidak bisa berbahasa Jawa. ------------------------------------------------------------------------------ Date: Mon, 1 Jun 2015 17:47:54 +0700 Subject: Re: #sastra-pembebasan# Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- MEGAWATI SUKARNOPUTRI . . . !!!,'PANDANGAN SEJARAH', DAN PENGUASAAN 'BAHASA INDONESIA' ANDA . . . . 'MEMRPIHATINKAN' From: [email protected] To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] 2015-06-01 4:39 GMT+07:00 A.Alham <[email protected]>: Untuk menghindari kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia, sebaiknya Mega menggunakan bahasa Jawa saja dalam setiap berpidato lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. itu lebih praktis daripada harus belajar bahasa Indonesia kembali. Otak tua sulit diasah. Bahasa Indonesia di tengah-tengah masyarakat Bhineka tunggal ika, adalah juga bahasa asing. Jangan salahkan Mega, nanti para relawan naik pitam dan ngamuk. Mega itu suci bak embun di pagi hari . Mega itu cahaya yang tak pernah mendung.Mega itu mentari merah menjelang senja ( Sandyakala ning Majapahit). ASAHAN (relawan di bawah tanah) From: mailto:[email protected] Sent: Sunday, May 31, 2015 4:42 PM To: GELORA_In Subject: #sastra-pembebasan# Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- MEGAWATI SUKARNOPUTRI . . . !!!,'PANDANGAN SEJARAH', DAN PENGUASAAN 'BAHASA INDONESIA' ANDA . . . . 'MEMRPIHATINKAN' Kolom IBRAHIM ISA Minggu Pagi, 31 Mei 2015 --------------------------------- MEGAWATI SUKARNOPUTRI . . . !!! 'PANDANGAN SEJARAH', DAN PENGUASAAN 'BAHASA INDONESIA' ANDA . . . . 'MEMRPIHATINKAN' Pagi ini, di 'FB' --- bisa dibaca berita 'Kabar Nasional News', -- sekitar ucapan Ketum PDI-P dan Mantan Presiden Ke-V Republik Indonesia, MEGAWATI SUKARNOPUTRI. Itu terjadi pada kesempatan beliau memberikan Kuliah Presiden (Presidential Lecture) dalam rangka ulang-tahun ke-50 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Indonesia, di Jakarta, Kamis (28/5). Dari dua segi --- berita tsb 'MEMPRIHATINKAN'! Maka, diajukan sebuah respons yang mengandung 'kritik membangun', bersifat 'teguran bersahabat', sebagai seorang Manusia Indonesia yang bermaksud baik, kepada Manusia Indonesia -- Megawati Sukarnoputri. * * * Respons Pertama, dari segi isinya. Megawati mengemukakan, bahwa, "Manusia Indonesia ini betul-betul ada keturunan budak karena harus disuruh, dipecut dahulu baru bekerja". Selanjutnya Mega: "Saat penjajahan Belanda di Indonesia, masyarakatnya bekerja karena sistem tanam paksa (Cultuurstelsel),”. Lalu katq Mega lagi: “Mereka (Belanda) harus berkeliling mencari cengkeh yaitu dengan memotong pohon cengkeh dan kemudian mengupayakan pohon cengkeh kita dikuasai. Tetapi masyarakat kok diam saja,”. * * * Sejarah bangsa ini mencatat --- betapa kejam dan biadabnya VOC terhadap rakyat Banda (Maluku). Demi memaksakan 'hak monopoli' perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh dan pala, --- VOC telah membakar habis perkebunan tanaman cengkeh dan rakyat Banda (Maluku) dan membantai penduduknya. Perlawanan perwira rakyat Maluku tsb --- bisa ditelusuri dalam catatan sejarah yang bersangkutan dengan peristiwa yang terkenal dengan nama 'Hongi Tochten' (awal Abad ke-XVII M). Seyogianya Mbak Mega pernah membaca catatan sejarah berikut ini: Di bawah judul . . . 'Gubenur Jendral VOC Jan Pietrszoon COEN memberikan pimpinan atas pembunuhan masal di kepulauan Banda', 'Situs Wikipedia' -- memberikan a.l kisah sejarah sbb: Kita baca catatan sejarah berikutnya: -- Setelah perlawanan penduduk dimulailah kampanye pembunuhan-rakyat. Dari 15.000 penduduk asli yang tinggal hanya 600 orang. VOC menggunakan 'para jagal 'Samurai' dari Jepang, untuk memenggal leher 33 dari 47 orang kepala desa. Tubuh mereka dibuang di sumur. 800 orang penduduk yang tersisa dideportir ke Batavia (Jakarta); sebanyak 2500 oraqng lari ke pegunungan sekitar. Seluruh penduduk pulau Run dibantai habis oleh VOC. * * * Sungguh mati, tak kunjung selesai memikirkannya, -- Begitu terbataskah pengetahuan Megawati mengenai sejarah Indonesia? Teristimewa sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa kita, kegiatan, keaktifan dan gejolak perjuangan politik para patriot dan masyarakat Indonesia; terutama para pelopor perjuangan kemerdekaan. Seperti para pemimpin 'Boedi Oetomo', yang hari didirikannya organisasi tsb diresmikan oleh Republik Indonesia menjadi HARI KEBNGKITAN NASIONAL < 20 Mei 1908). Lalu perisiwa bersejarah penting Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928) --Kemudian kegiatan dan perjuangan kemerdekaan lainnya seperti HOS Tjokroaminoto dari PSII, Ir Sukarno dari Partai Nasional Indonesia, Drs Moh Hatta dan Syahrir dari Pendidikan Nasional Indonesia; Alimin dan Semaun dari Partai Komunis Indonesia, dan banyak pejuang kemerdekaan lainnya. Belum lagi dikisahkan sekitar Perang Padri, Perang Perlawanan Pangeran Diponegoro, Perang Aceh, Perang Bali, dll. Kemudian Pemberontakan 1926, dan PERANG KEMERDEKAAN 1945-1949 .. . . . Peristiwa-peristiwa tsb menunjukkan bahwa MASYRAKAT INDONESIA TIDAK DIAM SAJA!! Jelas, pendahulu-pendahlu kita, --- para pejuang kemerdekaan bangsa tsb BUKANLAH KETURUNAN BUDAK! * * * Respons KEDUA. Coba telusuri seluruh ucapan Megawati yang disiarkan itu. Banyak kalimat bahasa Indonesia yang digunakan – tidak sesuai dengan tata-bahasa Indonesia. Menjadikan ucapan-ucapan beliau itu tidak jelas, dan bisa diinterpretasikan berbeda-beda. Karena tidak jelas mana pokok kalimat, mana sebutan dan tujuannya. Juga istilah yang digunakan sulit diartikan, apa sebenarya yang dimaksudkan. Memang, amat menyedihkan,----- bila diikuti pidato-pidato dan atau wawancara para pemimpin politik, anggota Parlemen, Pemerintah atau lembaga negri lainnya. . , jarang dari beliau-beliau itu menggunakan bahasa Indonesia yang Benar. Setiap kalimat yang mereka gunakan baqnyak yang susunannya tidak menuruti tata-bahasa Indonesia yang benar. * * * ANJURAN: -- Jangan malu-malu! Adalah suatu kewajiban para elite politik dan pemimpin negeri ini, BELAJARLAH LAGI MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BENAR! * * * -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. To view this discussion on the web visit https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGb48W4xSuUC%3D%2B-zmO8fhmVNz8ifUJ9OpQDb6ZnxARztUg%40mail.gmail.com. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout. -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. To view this discussion on the web visit https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/BLU181-W173DD6150A4D3BD5A7E0C6B6B60%40phx.gbl. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout. -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. To view this discussion on the web visit https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAOW_0aXC26Ld_vfwe%3Dmv89f%3DOeMpaom527VNfU2CWdwxyBRfLQ%40mail.gmail.com. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
