Usul Prof. Salim Said yang juga ahli di bidang kemiliteran sangat patut 
diperhatikan Presiden Jokowi. Bagaimanapun alasan dan kesempatan yang dianggap 
memadai,Presiden yang mengenakan seragam militer, secara sedar atau tidak sedar 
adalah menanamkan militerisme ke dalam mentalitas rakyat dan bangsa Indonesia. 
Jangan sampai salah mengambil hati tentara dengan memakai bajunya. Politik 
bukan pertandingan sepak bola. Dan juga bukan untuk gagah- gagahan. 
ASAHAN.


From: Salim Said 
Sent: Saturday, June 6, 2015 2:45 AM
To: Group Diskusi Kita ; alumnas-oot ; [email protected] ; 
[email protected] ; Agus Widjojo ; Endriartono Sutarto ; chappy 
hakim ; Fachrul Razi 
Subject: Fwd: Salim Said: Pak Jokowi Orang Sipil, Jangan Suka Pakai Baju Militer


---------- Forwarded message ----------
From: sukojo midjan <[email protected]>
Date: 2015-06-06 7:18 GMT+07:00
Subject: Salim Said: Pak Jokowi Orang Sipil, Jangan Suka Pakai Baju Militer
To: Salim Said <[email protected]>



 
Presiden Jokowi dengan pakaian tentara (foto:merdeka.com)
Salim Said: Pak Jokowi Orang Sipil, Jangan Suka Pakai Baju Militer
Winarto 1 day ago 2,545 Views 

NAWABERITA.COM, JAKARTA – Pengamat militer dan politik Salim Said meminta 
Presiden Joko Widodo tidak  mengenakan seragam militer. Meskipun sebagai 
Presiden RI, Jokowi berstatus sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Salim 
menilai Jokowi tetaplah orang sipil  dan tidak memiliki latar belakang militer.

Permintaan Salim Said itu dikemukakan langsung kepada Presiden Jokowi dalam 
acara jamuan makan siang yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, 
Kamis (4/6). Selain Salim Said ada belasan tokoh lain yang diundang dalam acara 
tersebut.

“ Dengan terlebih dahulu meminta maaf, saya ingatkan Pak Jokowi  agar  jangan 
membiasakan menggunakan pakaian militer. Beliau itu sipil,” ungkap Salim.

Menurut Salim, meski berpakaian sipil, karena Presiden RI,  Jokowi akan tetap 
dihormati dan diapatuhi tentara.

Salim juga menyinggung reformasi TNI yang sudah berjalan baik. Untuk itu, ia 
meminta kalangan pejabat sipil untuk tidak membiasakan diri meminta bantuan 
tentara untuk mengerjakan tugas sipil.

“Menterinya jangan menggoda-goda tentara untuk melakukan pekerjaan yang menjadi 
tugas  otoritas sipil seperti, menjaga penjara atau bandara. Kerjakan tugas 
kalian. Jangan ganggu tentara,” kata Salim.

Menurut Salim, kebiasaan memperbantukan tentara untuk pekerjaan sipil bisa 
memancing mereka menyeberang ke ranah sipil, ranah politik, sehingga reformasi 
tentara bisa sia-sia.



-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup 
Independen" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGYq5Qdrp-n1iC1y3LLempD1MQJDMqy_-OuJP5fMWZ%2B-sA%40mail.gmail.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke