WAH, PENDAPAT PAK BILL SEKALI INI KOQ, BERBAU KOLONIALIS YA (KOLONIALIS LAMA 
LAGI). KALAU PAK BILL SETUJU DAN TELAH MEMBUKTIKAN SENDIRI RAKYAT PAPUA ITU 
SEBAGIAN BESAR INGIN TERLEPAS DARI INDONESIA, MESTINYA KAN DISOKONG. KOQ, 
MALAH MENYOKONG JOKOWI DAN KASI  NASIHAT LAGI.APA PAK BILL SUDAH TIDAK PUNYA 
SEMANGAT : SETIAP BANGSA BERHAK MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI.  SAYA.  SEBAGAI 
ORANG INDONESIA, SANGAT MENGERTI PERASAAN DAN KEINGINAN TULUS ORANG PAPUA: 
MEREKA INGIN MERDEKA, INGIN BEBAS DARI IKATAN DENGAN NEGARA INDONESIA YANG 
TIDAK BISA MENGHARGAI MEREKA DAN HANYA INGIN MERAMPOK HASIL KEKAYAAN ALAM 
BANGSA PAPUA.  SUNGGUH SAYA TIDAK MENGERTI AKAN PIKIRAN PAK BILL SEKALI INI 
YANG BIASANYA SELALU BISA DIHARAPKAN BERPIKIRAN MAJU DAN BERPIHAK PADA 
KEADILAN, KEBEBASAN BANGSA-BANGSA TERTINDAS, APALAGI YANG SEDANG BERJUANG 
UNTUK ITU.
TOH, SALAM DARI SAYA.
ASAHAN.





-----Oorspronkelijk bericht----- 
From: Liddle, R
Sent: Wednesday, July 29, 2015 3:19 PM
To: [email protected]
Subject: RE: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka?

Saya  setuju dengan pendapat Bambang.  Setiap kali saya ke Papua, saya 
saksikan dua hal.  Pertama, sikap orang Papua yang sebagian besar menolak 
kewarga-negaraan Indonesia.  Awalnya, betul-betul mengejutkan, sebab saya 
belum pernah alami sikap umum seperti itu, termasuk di Aceh pada akhir 
1980an.  Kedua, kecenderungan orang non-Papua merendahkan orang Papua, 
persis seperti orang Amerika merendahkan orang Indian asli.  Hubungan orang 
putih dan hitam di Amerika juga banyak persamaannya, seperti kita lihat 
belakangan ini dengan perilaku kejam polisi putih terhadap orang hitam yang 
semakin terungkap.

Sikap orang Papua itu berakar dalam dalam sejarah kolonial Belanda yang 
memberi harapan palsu kpd orang yang dijajah tetapi mungkin terlebih-lebih 
kepada sikap dan perbuatan pemerintah dan tentara Indonesia setelah Papua 
dikuasai RI, seperti dibicarakan Joe Daves.

Sayang sekali, nasi itu sudah jadi bubur.  Sekarang, sulit membayangkan 
perubahan sikap orang Papua selama puluhan tahun ke depan kalau tidak 
sepanjang masa.  Kemungkinan besar, hasrat untuk merdeka tidak pernah akan 
punah bagi  sebagian besar orang Papua asli.

Pengobatannya mungkin tiga.  Pertama, memberi kesempatan kepada sebanyak 
mungkin orang Papua untuk berhasil sebagai orang Indonesia modern melalui 
pendidikan dan kesediaan pemerintah dan pengusaha swasta memberikan 
pekerjaan yang layak.  Untungnya, definisi bangsa Indonesia tidak etnis, 
jadi seharusnya tidak sulit untuk membuka pintu-pintu itu.  Kedua, memegang 
teguh pada prinsip bahwa semua warga-negara Indonesia berhak menetap di mana 
pun di seluruh nusantara.  Hal itu untuk meyakinkan orang Papua asli bahwa 
mereka mau tak mau harus menerima orang dari daerah lain.  Hal itu juga 
penting dari segi politik praktis (ma'af kalau kedengaran sinis)--semakin 
banyak orang dari daerah lain yang tinggal di Papua, semakin sulit bagi 
orang Papua asli untuk mendirikan negara mereka sendiri.  Ketiga, pemerintah 
pusat, melalui polisi dan tentara, harus bersikap dan bertindak tegas pada 
para pemberontak yang menggunakan senjata, seperti OPM.  Tentu, dalam 
suasana demokratis yang terbuka pada pengamatan pers dan pelibatan 
organisasi-organisasi non-pemerintah yang berkepentingan.  Tentang hal 
terakhir ini, nampaknya pemerintahan Jokowi sedang berusaha mengubah 
kebijakan pendahulunya.  Mudah-mudahan berhasil.

Bill

-----Original Message-----
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Bambang Harymurti
Sent: Wednesday, July 29, 2015 12:27 AM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka?

Saya setuju dengan pendapat bu Retno dan pak Kiki. Ini kemenangan diplomatik 
Indonesia. Kalau di Papua yang perlu dikedepankan adalah sikap menghargai 
penduduk Papua. Kalau saya ke Papua, dalam Tempo singkat saya bisa merasakan 
sikap para pejabat yg non-Papua yang cenderung menganggap rendah orang 
Papua. Persis seperti orang Belanda dulu bersikap tentang orang pribumi. 
Harus ada pendidikan khusus mengatasi masalah ini. Jangan lupa penduduk asli 
Papoua kini mungkin tak sampai separuh. Kita perlu belajar dari pengalaman 
Australia dan Selandia Baru menangani kaum aborigine dan Maori. Juga dari 
pengalaman Norwegia menangani bangsa Same.

Bhm

----- Original Message -----
From: 'Retno MarsudiA' via Grup Independen 
<[email protected]>
To: [email protected], [email protected]
Sent: Sat, 25 Jul 2015 10:23:28 +0700 (WIT)
Subject: Re: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka?

<html><head></head><body style="background-color: rgb(255, 255, 255); 
line-height: initial;"><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Ibu Bapak 
ysh..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 
100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; 
color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 
255, 255);">Mohon ijin untuk urun rembug sedikit mengenai MSG dan 
Papua..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 
100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; 
color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 
255, 255);">1. Kesan bahwa ULMWP memperoleh &quot;kemenangan&quot; dengan 
diberikannnya status observer di MSG adlah kampanye yg sengaja mereka 
kibarkan dimana2....</div><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div 
style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', 
sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: 
rgb(255, 255, 255);">2. Bagaimana mungkin ini sebuah kemenangan karena ULMWP 
melamar sbg anggota dan kemudian hanya diberikan status observer (sbg NGO 
developing partner).</div><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div 
style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', 
sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: 
rgb(255, 255, 255);">3. Aplikasi Ind (dengan secara langsung melibatkan 5 
propinsi di Timur indonesia) memang sbg associate member dan permintaan ini 
diterima.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 
100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; 
color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 
255, 255);">4. Right after pertemuan honiara, media2 mainstream di NZ dan 
bbrp neg menyatakan ini kemenangan Ind dan kekalahan ULMWP. Dari titik tsb, 
gerakan kampanye besar2an dilakukan ULMWP.</div><div style="width: 100%; 
font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: 
rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 
255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">5. Semula ada percobaan 
untuk memasukkan kata2 bhw &quot;ULMWP mewakili orang Papua di luar 
negeri&quot;...kita duga ini permainan Sekretariat....kata2 ini sdh berhasil 
kita drop..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 
100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; 
color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 
255, 255);">6. Klaim ULMWP mewakili melanesia yg hidup diluar negeri juga 
patut dipertanyakan.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br 
class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 100%; 
font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: 
rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 
255);">7. Sudah saat nya semua anak bangsa berpihak pd pembangunan Papua yg 
adil dan menjunjung tinggi hak asasi manusia...namun pd saat yg sama semua 
anak bangsa juga harus berdiri membela Papua sbg bagian tak terpisahkan dari 
Indonesia&lrm;.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br 
class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 100%; 
font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: 
rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 
255);">Demikian, hanya sedikit urun rembug.</div><div style="width: 100%; 
font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: 
rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 
255);"><br class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 
100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; 
color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 
255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; 
font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); 
text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Matur suwun dan 
salam hormat</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: 
Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: 
initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Retno Marsudi</div> 
<div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate 
Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; 
background-color: rgb(255, 255, 255);"><br style="display:initial"></div> 
<div style="font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', 
sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: 
rgb(255, 255, 255);">Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel 
network.</div> 
<table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px;"> 
<tbody><tr><td colspan="2" style="font-size: initial; text-align: initial; 
background-color: rgb(255, 255, 255);"> 
<div id="_persistentHeader" style="border-style: solid none none; 
border-top-color: rgb(181, 196, 223); border-top-width: 1pt; padding: 3pt 
0in 0in; font-family: Tahoma, 'BB Alpha Sans', 'Slate Pro'; font-size: 
10pt;">  <div><b>From: </b>kiki syahnakri</div><div><b>Sent: </b>Saturday, 
25 July 2015 09:32</div><div><b>To: 
</b>[email protected]</div><div><b>Reply To: 
</b>[email protected]</div><div><b>Subject: </b>Re: Bls: 
Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div 
style="border-style: solid none none; border-top-color: rgb(186, 188, 209); 
border-top-width: 1pt; font-size: initial; text-align: initial; 
background-color: rgb(255, 255, 255);"></div><br><div id="_originalContent" 
style=""><p dir="ltr">Bang Tantowi, sy setuju dgn sebagian besar penilaian 
anda tetang Papua, tapi yg berkait dgn KTT MSG di Honiara sy punya pendapat 
lain: Bukankah Indonesia yg mewakili orang Melanesia di Papua, Papua Barat, 
Maluku, Malut dan NTT telah diterima sbg anggota MSG dlm KTT Honiara? 
(sebelumnya hanya peninjau, sama statusnya dgn OPM). Setahu sy OPM statusnya 
skrg tetap sbg peninjau yg hanya mewakili orang Papua Barat di luar negeri 
saja. Jadi menurut sy justru status OPM terdegradasi dlm KTT Honiara tsb. 
Koreksi sy kalau salah...</p>
<div class="gmail_quote">On Jul 25, 2015 9:05 AM, &quot;&#39;Tantowi 
Yahya&#39; via Grup Independen&quot; &lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt; 
wrote:<br><blockquote class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 
.8ex;border-left:1px #ccc solid;padding-left:1ex"><div 
dir="auto"><div><div><span>Bapak2 dan Guru2 saya 
Yth.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Sy mau ikut urun 
rembuk atas permasalahan Papua, berdasarkan sedikit pengetahuan saya selama 
menjadi anggota Komisi 1-DPR RI. Plus saya tambahkan dengan pemikiran 
sederhana dari bbrp tulisan dan artikel yang pernah saya baca tentang Papua. 
Belum sebanding lah dengan pengetahuan bapak2 yth yang beberapa diantaranya 
adalah pelaku langsung dan saksi 
sejarah.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Selama menjadi 
anggota komisi 1 periode 2009-2014 dan sekarang alhamdulillah masuk lagi, 
saya melihat sudah terjadi peralihan keinginan rakyat Papua, dari keinginan 
untuk sejahtera ke keinginan untuk merdeka. Inilah fakta yang Pemerintah dan 
juga DPR coba untuk abaikan. Karena baik Pemerintah maupun DPR tidak ada 
yang menginginkan Papua lepas dari bingkai NKRI. Kalau sampai itu terjadi, 
bukan saja luas wilayah dan pendapatan negara kita tergerus, tapi juga wajah 
Indonesia di peta tidak akan sama lagi. Tidak akan ada lagi gambar pulau 
seperti burung yang seolah mengawasi dan mengawal Nusantara dari Timur. 
&nbsp;</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Dalam menyikapi 
keinginan yang sudah berubah tersebut, Pemerintah menjadi seperti dokter 
yang selalu salah kasih obat. Pasien sakit kepala, dikasih obat sakit gigi. 
DPR berulang kali mendesak Pemerintah untuk lebih banyak mendengar daripada 
terus mendikte. Permasalahan Papua ternyata tidak bisa diselesaikan hanya 
dengan Otsus dan anggaran yg dinaikkan. Mereka perlu perhatian yang lebih. 
Mereka mau didengar. Oleh karenanya kami terus mendesak Pemerintah untuk 
melakukan dialog dengan seluruh pemangku kepentingan Papua sebagaimana 
keinginan mereka selama ini. Menurut hemat kami biarkan saja dialog itu 
terjadi agar mereka bisa bicara lepas, dan Pemerintah tidak mendengar atau 
mendapatkan informasi sepotong2. Dialog tidak pernah terjadi karena mereka 
ingin dilaksanakan terbuka, Pemerintah inginnya 
tertutup.&nbsp;</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Terkait 
keinginan untuk merdeka, sulit untuk tidak mengatakan ada tangan2 asing yang 
bermain. Ada pendapat seorang pengamat politik, selama ada investasi asing 
yang menghasilkan miliaran dollar bagi negara asal investasi tersebut, 
selama itu pula dorongan untuk Papua merdeka akan selalu 
ada.&nbsp;</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Presiden 
Jokowi dalam menghadapi Papua mencoba menawarkan pendekatan baru, pendekatan 
yang lebih mendengar dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tahanan 
Politik (??) dibebaskan, Pers Asing bebas masuk tanpa hambatan, Presiden 
akan sering kesana. Semestinya perubahan pendekatan ini disambut secara suka 
cita oleh saudara2 kita di Papua. Nyatanya kan tidak. Sejumlah demonstrasi 
yang dilakukan mahasiswa asal Papua di pulau Jawa marak terjadi selang 
beberapa hari setelah kado dari Presiden tersebut. Pesan Demonya sama: Lepas 
dari NKRI.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Secara politik 
posisi kita semakin sulit karena semakin banyak tangan asing bermain. Lihat 
saja kekalahan kita di KTT Honiara beberapa waktu lalu. ULMWP atau OPM 
diterima sebagai observer di KTT MSG (Melanesian Spherehead Group).&nbsp; 
Posisi ini membuat mereka merasa naik kelas. Kita terlalu pede, negara2 di 
Pasifik Selatan akan dukung kita karena suku Melanesia lebih banyak di kita. 
Jujur, Kita gagal mengkapitalisasi Melanesia Indonesia (Melindo) yang 
tersebar di Papua, Maluku dan NTT yang jumlahnya jauh lbh banyak dibanding 
di negara2 di Pasifik Selatan tersebut secara 
kumulatif.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Menurut kami 
di Komisi 1, dengan telah terjadinya perubahan kehendak ini, Pemerintah 
sudah harus punya Road Map baru terhadap Papua. Kita tidak menghendaki 
Disintegrasi. Tantangan Pemerintah Jokowi terkait Papua jauh lebih berat 
dibanding pemerintahan2 sebelumnya. Untuk itu Pemerintah harus memperbarui 
strategi dan langkah agar Papua tetap ada dalam bingkai NKRI. Langkah2 yang 
diambil harus dalam frame Road Map. Jangan sendiri2 seperti sekarang 
ini.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Maaf kalau ada 
pendapat yang kurang mengena atau tepat bagi Bapak2 dan Guru2 saya 
yth.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Salam</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Tantowi
 
Yahya</span></div><br><span>Sent from my iPad</span></div><div><br>On 25 Jul 
2015, at 07.07, Harjono Kartohadiprodjo &lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt; 
wrote:<br><br></div><blockquote><div> 
<div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Terima
 
kasih atas tanggapannya Bung Jaya. Walaupun hal Itu berlebihan,saya adalah 
manusia biasa kadang2 juga jadi takabur, bahkan &quot;besar 
kepala&quot;.</div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Yang
 
penting kita perlu optimis, tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan, 
ini semua tergantung sikap dan kematangan para pemimpin dalam menyelesaikan 
masalah.</div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Salam,</div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">MHK</div>
 
<div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br
 
style="display:initial"></div> 
<div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim&nbsp;dari&nbsp;ponsel&nbsp;cerdas&nbsp;BlackBerry&nbsp;10&nbsp;saya&nbsp;dengan&nbsp;jaringan&nbsp;Telkomsel.</div>
 
<table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px"> 
<tbody><tr><td colspan="2" 
style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> 
<div style="border-style:solid none 
none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 
0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> 
<div><b>Dari: </b>Jaya Suprana</div><div><b>Terkirim: </b>Sabtu, 25 Juli 
2015 06.26</div><div><b>Ke: </b><a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: 
</b><a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Perihal: 
</b>Re: Bls: Perlukah Papua 
Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style:solid 
none 
none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div
 
dir="ltr"><font size="4">Sejauh saya mengenal kepribadian pak Harjono, 
beliau sama sekali bukan orang takabur namun justru orang yang selalu 
berupaya menyadarkan agar para pemimpin bangsa Indonesia jangan menjadi 
orang takabur baik yang kemudian menjadi sombong sehingga terlalu percaya 
diri mau pun yang menjadi peragu sehingga tidak percaya diri. Salam hormat 
dari jaya suprana</font></div><div class="gmail_extra"><br 
clear="all"><div><div><div dir="ltr"><font face="arial black, 
sans-serif"><i><font size="4">jaya 
suprana</font><br></i></font></div></div></div>
<br><div class="gmail_quote">Pada 24 Juli 2015 13.56, Harjono 
Kartohadiprodjo <span dir="ltr">&lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</span> 
menulis:<br><blockquote class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 
.8ex;border-left:1px #ccc solid;padding-left:1ex"><div dir="auto" 
style="background-color:rgb(255,255,255);line-height:initial"> 
<div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Mudah2an
 
saya tidak tergolong orang yang takabur. Justru menjadi peringatan atas ke 
kurangan kita.&nbsp;</div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Artinya 
Indonesia dng kekayaan alam yang dimiliki dan strategis letak gegreafisnya 
tentu hrs memiliki Pemimpin yang bisa me lihat jauh kedepan kejadian yang 
akan tim bul. Tidak sekedar putus asa.</span></div><span> 
<div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br
 
style="display:initial"></div> 
<div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim&nbsp;dari&nbsp;ponsel&nbsp;cerdas&nbsp;BlackBerry&nbsp;10&nbsp;saya&nbsp;dengan&nbsp;jaringan&nbsp;Telkomsel.</div>
 
</span><table width="100%" 
style="background-color:white;border-spacing:0px"> <tbody><tr><td 
colspan="2" 
style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> 
<div style="border-style:solid none 
none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 
0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> 
<div><b>Dari: </b><a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Terkirim: </b>Jumat, 
24 Juli 2015 14.43</div><span><div><b>Ke: </b><a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: 
</b><a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div></span><div><b>Perihal:
 
</b>Re: Bls: Perlukah Papua 
Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style:solid 
none 
none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div><div>Trims
 
atas penyemangatan optimis anda, pak Harjono ! Tetapi sedikit kuatir bagus 
juga lah demi tetap waspada sesuai falsafah ojo dumeh alias tidak tekebur ! 
Salam hormat dari jaya suprana<div>Sent from my BlackBerry&reg;<br>powered 
by Sinyal Kuat INDOSAT</div><hr><div><b>From: </b> Harjono Kartohadiprodjo 
&lt;<a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;
</div><div><b>Sender: </b> <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>
</div><div><b>Date: </b>Fri, 24 Jul 2015 14:37:11 +0800</div><div><b>To: 
</b>koesnadikardi via Grup Independen&lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;; Jaya 
Suprana&lt;<a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;; Salim Said&lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</div><div><b>ReplyTo: </b> <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>
</div><div><b>Subject: </b>Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div><div><br></div> 
<div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Saya
 
rasa tidak perlu kita berpikir sejauh itu, sampai Papua hrs mer&lrm;deka. 
Kejadian tsb hanya terjadi di satu kabupaten.&nbsp;</div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Bangsa
 
Indonesia dlm perjalanannya sudah sering terjadi &quot;benturan&quot; 
semacam ini, bahkan lebih hebat lagi. Tetapi berkat bijak nya parra pemimpin 
saat itu,perpecahan tsb bisa kita lalui dng baik.</span></div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Contoh
 
peristiwa : RMS,DI TII, PRRI Permesta, G30S, Aceh dsb. Yang penting cari 
titik temu penyelesaian yang terbaik.&nbsp;</span></div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Peristiwa
 
PRRI/Permesta, CIA dan Presiden EISENHOWER sudah turut campur, tetapI pd 
saat Itu kita bisalalui dng baik. Yang penting kita punya kemaun! 
&nbsp;</span></div><div 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div
 
style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span
 
style="font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">MHK</span></div>
 
<div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate 
Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim&nbsp;dari&nbsp;ponsel&nbsp;cerdas&nbsp;BlackBerry&nbsp;10&nbsp;saya&nbsp;dengan&nbsp;jaringan&nbsp;Telkomsel.</div>
 
<table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px"> 
<tbody><tr><td colspan="2" 
style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> 
<div style="border-style:solid none 
none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 
0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> 
<div><b>Dari: </b>koesnadikardi via Grup Independen</div><div><b>Terkirim: 
</b>Jumat, 24 Juli 2015 14.19</div><div><b>Ke: </b><a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: 
</b><a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Perihal: 
</b>Re: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div 
style="border-style:solid none 
none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div>Kalau
 
Papua ingin merdeka seharusnya melalui referendum nasional dimana disepakati 
oleh seluruh elemen bangsa. Sekedar pendapat pribadi ....... mohon maaf 
kalau salah. &nbsp;(Koesnadi Kardi).</div><div><br>Sent from my 
iPhone</div><div><br>On 23 Jul 2015, at 06:34, <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a> 
wrote:<br><br></div><blockquote>Trims atas pencerahan bijak anda Prof Laode 
! Salam hormat dari jaya suprana<div>Sent from my BlackBerry&reg;<br>powered 
by Sinyal<b>From: </b> &quot;Laode M. Kamaluddin&quot; &lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</div><div><b>Sender: </b> <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>
</div><div><b>Date: </b>Wed, 22 Jul 2015 21:30:26 +0700</div><div><b>To: 
</b><a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</div><div><b>ReplyTo: 
</b> <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>
</div><div><b>Subject: </b>Re: Perlukah Papua 
Merdeka?</div><div><br></div><div>Pak Jaya Suprana, sebagai mantan ketua 
regional cucus Iramasuka Nusantara (Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan 
Nusatenggara) suatu caucus yg diawal reformasi tahun 1998-1999 
memperjuangkan pembangunan regional KTI termasuk didalamnya memperjuangkan 
Papua tetap dalam NKRI, tidak logis nasib Papua &nbsp;dipertaruhkan kepada 
Program seorang Presiden walaupun Presiden tersebut seorang Superman. 
Terlalu berlebihan kiranya kalau kegalan Program Presiden taruhannya Papua 
merdeka karena aspirasi Papua merdeka tidak berkaitan dengan tekat Presiden 
itu tapi dengan hal keadilan pembangunan &nbsp;dan kesejahteraan masyarakat 
Indonesia di Papua pada khususnya dan KTI pada umumnya. Dokumen dokumen 
mengenai perjuangan dan buku buku strategi pengembangan Kawasan Timur 
Indonesia (KTI) masih tersimpan rapih. Wassalam, Laode MK.<br><br>Sent from 
my iPad</div><div><br>On 22 Jul 2015, at 19.58, Jaya Suprana &lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt; 
wrote:<br><br></div><blockquote><div><div dir="ltr"><font size="4">Melalui 
pembicaraan pribadi mau pun bersama para Punakawan ( Prof Salim Said, Prof. 
Mahfud MD, Prof Agus Purwadianto, Dr HS Dillon, Dr Rizal Ramli, Drs 
Christianto Wibisono, Ir Hilmi Panigoro, Prof Rahardi Ramelan, Bpk Daud 
Sinyal, Dr. Idwan Suhardi) dengan presiden Jokowi sebenarnya diperoleh kesan 
bahwa presiden Jokowi sadar bahwa Papua perlu lebih diperhatikan bahkan 
diutamakan dalam pembangunannya. Secara berapi-api presiden Jokowi 
menyatakan perhatian khusus atas pembangunan Papua diawali pada sektor 
pertanian yang menargetkan Papua menjadi lumbung pangan Nusantara. Saya 
tidak tahu bahwa masih ada yang meragukan kemauan dan kemampuan Jokowi 
membangun Papua maka mengharapkan Papua Merdeka. Saran saya berilah 
kesempatan kepada presiden Jokowi sampai dengan 2019 untuk membuktikan 
kesungguhan kemauan dan kemampuannya membangun Papua. Apabila pada tahun 
2019 terbukti tidak ada bukti perbaikan nasib rakyat Papua maka jangan pilih 
Jokowi menjadi presiden kembali pada masa-bakti 2019-2024 dan silakan 
wujudkan cita-cita Papua Merdeka. Salam hormat dari jaya 
suprana</font></div><div class="gmail_extra"><br clear="all"><div><div><div 
dir="ltr"><font face="arial black, sans-serif"><i><font size="4">jaya 
suprana</font><br></i></font></div></div></div>
<br><div class="gmail_quote">Pada 22 Juli 2015 12.53, Salim Said <span 
dir="ltr">&lt;<a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</span> menulis:<br><blockquote 
class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 .8ex;border-left:1px #ccc 
solid;padding-left:1ex"><div dir="ltr"><div><br></div><div><font size="6" 
color="#990000">Ada komentar lain?</font></div><br><div 
class="gmail_quote">---------- Forwarded message ----------<br>From: <b 
class="gmail_sendername">Chan CT</b> <span dir="ltr">&lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;</span><br>Date: 2015-07-22 
11:11 GMT+07:00<br>Subject: Re: Perlukah Papua Merdeka?<br>To: Edy Loekmono 
&lt;<a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;, GELORA_In &lt;<a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>&gt;<br><br><br>
<div dir="ltr">
<div dir="ltr">
<div style="FONT-SIZE:14pt;FONT-FAMILY:'Comic Sans MS';COLOR:#000000">
<div><font size="4">Bung Edy yb,</font></div>
<div><font size="4"></font>&nbsp;</div>
<div><font size="4">Terus terang saya mempunyai pemikiran berbeda, dengan
pertanyaan &ldquo;Perlukah Papua Merdeka?&rdquo; saja seperti ada niat dan 
satu perasaan
kecewa berat pada Pemerintah pusat RI, yg mendesak dalam hati penduduk Papia
lebih baik MERDEKA saja! Mengurus dirinya sendiri lepas dari Pemerintah RI!
</font></div>
<div><font size="4"></font>&nbsp;</div>
<div><font size="4">Perasaan kekecewaan berat, setelah RI Merdeka 70 tahun,
ternyata TIDAK juga berhasil membawakan Rakyat banyak pada kehidupan 
sejahtera,
padahal kekayaan bumi-alam nyaris sudah kering-kerontong diobral pada modal
asing, khususnya AS dan Jepang! Khususnya kehidupan rakyat Papua yg 
bumi-alamnya
kaya raya akan tambang emas, justru selama 70 tahun, tetap saja dibiarkan
terbelakang dan mungkin jatuh makin papa-miskin, ... merasa dianak-tirikan,
dijajah oleh Jawa! Dan oleh karena tidak aneh, sementara kelompok 
menghendaki
&ldquo;Papua Merdeka&rdquo; saja!</font></div>
<div><font size="4"></font>&nbsp;</div>
<div><font size="4">Daripada mendorong gerakan &ldquo;Papua Merdeka&rdquo;, 
saya tetap lebih
cenderung mencambuk Pemerintah Pusat lebih cepat membenahi birokrasinya,
sehingga bisa bekerja lebih effektif mendorong perputaran ekonomi nasional 
dan
berkemampuan mengangkat kesejahteraan rakyat banyak, khususnya rakyat 
didaerah
yg selama ini terabaikan, termasuk Papua!</font></div>
<div><font size="4"></font>&nbsp;</div>
<div><font size="4">Salam,</font></div>
<div><font size="4">ChanCT</font></div>
<div><font size="4"></font>&nbsp;</div>
<div>&nbsp;</div>
<div 
style="FONT-SIZE:small;TEXT-DECORATION:none;FONT-FAMILY:&quot;Calibri&quot;;FONT-WEIGHT:normal;COLOR:#000000;FONT-STYLE:normal;DISPLAY:inline">
<div style="FONT:10pt tahoma">
<div>&nbsp;</div>
<div style="BACKGROUND:#f5f5f5">
<div><b>From:</b> <a title="[email protected]" 
href="mailto:[email protected]"; target="_blank">Edy Loekmono</a> </div>
<div><b>Sent:</b> Wednesday, July 22, 2015 3:31 AM</div>
<div><b>To:</b> <a title="[email protected]" 
href="mailto:[email protected]"; target="_blank">&quot;Chan CT&quot;</a> 
</div>
<div><b>Subject:</b> Perlukah Papua Merdeka?</div></div></div>
<div>&nbsp;</div></div>
<div 
style="FONT-SIZE:small;TEXT-DECORATION:none;FONT-FAMILY:&quot;Calibri&quot;;FONT-WEIGHT:normal;COLOR:#000000;FONT-STYLE:normal;DISPLAY:inline">
<div style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:bookman old style,new 
york,times,serif;COLOR:#000;BACKGROUND-COLOR:#fff">
<div>Bung Chan CT,</div>
<div dir="ltr">Kembali saya
tuliskan risalah ini yang saya kirimkan untuk jadi renungan bersama, ini 
kalau
kita masih berbicara berarti masih peduli.</div>
<div dir="ltr">&nbsp;</div>
<div dir="ltr"><span>Bangsa Indonesia bisa bersatu
melawan penjajah yang secara historis dari luar. Namun pendekatan Pemerintah
NKRI terhadap sebagian penduduknya lebih buruk dari Penjajah Luar Negeri. 
Kita
berkaca bagaimana Timor timur lepas dari NKRI. Dan juga nyaris terjadi 
dengan
Propinsi Aceh. Sekarang kita melihat gejala sudah di depan mata yaitu Papua.
Proses integrasi Irian Barat masuk ke NKRI penuh dengan bargaining, demikian
juga dengan Timor Timur. Permainan mayoritas dan minoritas di politisir, 
namun
yang menderita tetap minoritas dan yang terpinggirkan. </span></div>
<div dir="ltr">&nbsp;</div>
<div dir="ltr"><span>Fakta telah banyak berbicara:
Presiden, MPR, DPR, TNI dan Polisi telah menggadaikan bangsanya sendiri. Apa
yang dibuat Soeharto setelah mengkudeta Soekarno. Apa yang terjadi dengan
tambang-tambang baik seluruh Indonesia dan Irian Barat (diganti Papua). Kita
masih ingat apa yang dibuat SBY ketika kerusuhan Ambon dan Poso? Saya kira
dokumen-dokumen walau membisu bisa berbicara dengan terang. </span></div>
<div dir="ltr">&nbsp;</div>
<div dir="ltr"><span>Apa yang dilakukan Pemerintah
dengan program Transmigrasi adalah politik tersembunyi yaitu mengontrol 
daerah
untuk tunduk kepada pusat. Atau sering&nbsp; saya dengar yaitu dominasi 
Jawa.
Ketika saya masuk daerah Transmigrasi di beberapa tempat yaitu proses 
Islamisasi
kantong-kantong Kristen. Demikian juga Timor Timur dan Papua menjadi target.
</span></div>
<div dir="ltr"><span>Mengapa Papua tidak pernah
tidak gejolak? Inilah yang disebut politik penjajah yaitu devide et impera.
Kalau barusan peristiwa terjadi di penghujung Lebaran umat Islam di 
Tolikara,
seharusnya para tokoh Nasional di Senayan dan Jalan Merdeka sudah tahu itu. 
Ini
adalah bagian dari skenario besar yang sistimatis. </span></div>
<div dir="ltr"><span>Coba baca laporan dibawah
ini:</span></div>
<div dir="ltr">&nbsp;</div>
<blockquote style="FONT-SIZE:13px;FONT-FAMILY:georgia;MARGIN:0px 0px 0px 
4px;LINE-HEIGHT:15px">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><a 
style="FONT-FAMILY:verdana;COLOR:rgb(51,143,233);LINE-HEIGHT:1.22em" 
href="http://www.id.papua.us/2013/05/islamisasi-papua-fokus-pencucian-otak.html?m=1";
 
shape="rect" rel="nofollow" 
target="_blank">http://www.id.papua.us/2013/05/islamisasi-papua-fokus-pencucian-otak.html?m=1</a></div></div></div></blockquote></div></div></blockquote>
<blockquote style="FONT-SIZE:13px;FONT-FAMILY:georgia;MARGIN:0px 0px 0px 
4px;LINE-HEIGHT:15px">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif">Coba
    kalau kita jujur sebetulnya Papua itu mau diapakan? Bukankah selama ini
    hanya dijadikan sapi perah dan hanya object saja? Bukankah mereka yang
    dipasang baik jadi Gubernur maupun pejabat negara hanya boneka politik
    Pusat?</span></div>
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Rasanya
    normal kalau orang asli Papua merasa bukan saja menjadi anak tiri, 
melainkan
    di jajah oleh Jawa dan Islam. Saya sih setuju aja kalau Papua di 
statuskan
    seperti Aceh atau bahkan seperti Timor Timur. NKRI tidak usah punya 
beban
    ngurusi Papua dan dimata International Indonesia bersih dari pelangaran 
HAM
    dan Perjanjian-perjanjian lain yang sudah dirativikasi, tentang
    undang-undang perlindungan anak dsb. </span><br clear="none"></div>
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Kalau
    mau jujur seharusnya silahkan wartawan asing meliput 
pelanggaran-pelanggaran
    yang terjadi di Papua dan setiap yang terlibat di tindak secara hukum. 
Kalau
    memang bobrok yang harus diakui bobrok. Aceh bisa mencapai status 
seperti
    sekarang karena keterlibatan Swedia. Saya kira perlu juga Papua campur
    tangan pihak Netral untuk membuka mata NKRI betapa mereka telah gagal
    menjadikan bangsanya sendiri menjadi orang yang setara.</span></div>
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Kiranya
    tulisan ini menjadi bahan renungan banyak orang. Kalau intensitas 
kekerasan
    dan perlakuan militer dan polisi seperti sekarang ini tidak berapa lama 
lagi
    Papua akan terpisah dari NKRI. Karena kemerdekaan adalah hak setiap 
bangsa,
    termasuk bangsa Papua.</span></div>
    <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Salam
    Merdeka</span></div></div></div></blockquote></div></div></blockquote>
<div>
<div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
<div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
<blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span 
style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new 
york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em"><br></span></div></div></div></blockquote></div></div></div><span><font
 
color="#888888"><span><font color="#888888">
<div>
<div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
<div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
<blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div style="LINE-HEIGHT:1.22em">
  <div 
style="LINE-HEIGHT:1.22em"></div></div></blockquote></div></div></div></font></span></font></span></div></div></div></div></div><span><font
 
color="#888888"><span><font color="#888888">

<p></p>

-- <br>
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup &quot;diskusi kita&quot; di 
Google Grup.<br>
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi <a 
href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</font></span></font></span></div><span><font 
color="#888888"><br></font></span></div><span><font color="#888888">

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGbDQH9pPp-OkUeNWzn2U7%3D4PqakEG18JC%2B%2B7QBj-8UJiQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGbDQH9pPp-OkUeNWzn2U7%3D4PqakEG18JC%2B%2B7QBj-8UJiQ%40mail.gmail.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</font></span></blockquote></div><br></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPRxLbp5KBVqFTz%2BF8fnwioQj7A%3Dst9oGKj3dFM6o23cJA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPRxLbp5KBVqFTz%2BF8fnwioQj7A%3Dst9oGKj3dFM6o23cJA%40mail.gmail.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</div></blockquote>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/865853C8-DA6A-4435-9662-8F4C4A0388FE%40gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/865853C8-DA6A-4435-9662-8F4C4A0388FE%40gmail.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1298105938-1437608024-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-568248325-%40b17.c2.bise3.blackberry?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1298105938-1437608024-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-568248325-%40b17.c2.bise3.blackberry</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</blockquote>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/7B299D65-73C6-4383-82EC-F517FF210E9D%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/7B299D65-73C6-4383-82EC-F517FF210E9D%40yahoo.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
<br></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724063711.5414994.84248.9342%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724063711.5414994.84248.9342%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br></div></div>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1056570499-1437720203-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-356616204-%40b17.c2.bise3.blackberry?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1056570499-1437720203-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-356616204-%40b17.c2.bise3.blackberry</a>.<span><br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
<br></span></div></div><span>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br></span>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724065632.5414994.59505.9346%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724065632.5414994.59505.9346%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<div><div><br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</div></div></blockquote></div><br></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPTF2gyGN%3DLCj6_7VkbQFHOhaQeHfKr8xbt7mg5kkG2fgg%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPTF2gyGN%3DLCj6_7VkbQFHOhaQeHfKr8xbt7mg5kkG2fgg%40mail.gmail.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
<br></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724230735.5414994.77310.9358%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724230735.5414994.77310.9358%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</div></blockquote></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/758AC734-2952-4B1F-8EFB-1933A104ED16%40yahoo.co.id?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/758AC734-2952-4B1F-8EFB-1933A104ED16%40yahoo.co.id</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
</blockquote></div>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAH8u6pqJ%2B55ZxCp%3DB1meA18opF9xv-dcWUoCwx9KO-g9Jz_sDQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAH8u6pqJ%2B55ZxCp%3DB1meA18opF9xv-dcWUoCwx9KO-g9Jz_sDQ%40mail.gmail.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>
<br></div></body></html>

<p></p>

-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
&quot;Grup Independen&quot; group.<br>
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to <a href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To post to this group, send email to <a 
href="mailto:[email protected]"; 
target="_blank">[email protected]</a>.<br>
To view this discussion on the web visit <a 
href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150725032328.5877900.45984.7723%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer";
 
target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150725032328.5877900.45984.7723%40yahoo.com</a>.<br>
For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout"; 
target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br>

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Grup Independen" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1594779822.2754037.1438143994947.JavaMail.zimbra%40tempo.co.id.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Grup Independen" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/5F0E0447729EFB48B64F1E6ACE88588E8A9C3B0E%40CIO-KRC-D2MBX10.osuad.osu.edu.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout. 

Kirim email ke