WAH, PENDAPAT PAK BILL SEKALI INI KOQ, BERBAU KOLONIALIS YA (KOLONIALIS LAMA LAGI). KALAU PAK BILL SETUJU DAN TELAH MEMBUKTIKAN SENDIRI RAKYAT PAPUA ITU SEBAGIAN BESAR INGIN TERLEPAS DARI INDONESIA, MESTINYA KAN DISOKONG. KOQ, MALAH MENYOKONG JOKOWI DAN KASI NASIHAT LAGI.APA PAK BILL SUDAH TIDAK PUNYA SEMANGAT : SETIAP BANGSA BERHAK MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI. SAYA. SEBAGAI ORANG INDONESIA, SANGAT MENGERTI PERASAAN DAN KEINGINAN TULUS ORANG PAPUA: MEREKA INGIN MERDEKA, INGIN BEBAS DARI IKATAN DENGAN NEGARA INDONESIA YANG TIDAK BISA MENGHARGAI MEREKA DAN HANYA INGIN MERAMPOK HASIL KEKAYAAN ALAM BANGSA PAPUA. SUNGGUH SAYA TIDAK MENGERTI AKAN PIKIRAN PAK BILL SEKALI INI YANG BIASANYA SELALU BISA DIHARAPKAN BERPIKIRAN MAJU DAN BERPIHAK PADA KEADILAN, KEBEBASAN BANGSA-BANGSA TERTINDAS, APALAGI YANG SEDANG BERJUANG UNTUK ITU. TOH, SALAM DARI SAYA. ASAHAN.
-----Oorspronkelijk bericht----- From: Liddle, R Sent: Wednesday, July 29, 2015 3:19 PM To: [email protected] Subject: RE: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka? Saya setuju dengan pendapat Bambang. Setiap kali saya ke Papua, saya saksikan dua hal. Pertama, sikap orang Papua yang sebagian besar menolak kewarga-negaraan Indonesia. Awalnya, betul-betul mengejutkan, sebab saya belum pernah alami sikap umum seperti itu, termasuk di Aceh pada akhir 1980an. Kedua, kecenderungan orang non-Papua merendahkan orang Papua, persis seperti orang Amerika merendahkan orang Indian asli. Hubungan orang putih dan hitam di Amerika juga banyak persamaannya, seperti kita lihat belakangan ini dengan perilaku kejam polisi putih terhadap orang hitam yang semakin terungkap. Sikap orang Papua itu berakar dalam dalam sejarah kolonial Belanda yang memberi harapan palsu kpd orang yang dijajah tetapi mungkin terlebih-lebih kepada sikap dan perbuatan pemerintah dan tentara Indonesia setelah Papua dikuasai RI, seperti dibicarakan Joe Daves. Sayang sekali, nasi itu sudah jadi bubur. Sekarang, sulit membayangkan perubahan sikap orang Papua selama puluhan tahun ke depan kalau tidak sepanjang masa. Kemungkinan besar, hasrat untuk merdeka tidak pernah akan punah bagi sebagian besar orang Papua asli. Pengobatannya mungkin tiga. Pertama, memberi kesempatan kepada sebanyak mungkin orang Papua untuk berhasil sebagai orang Indonesia modern melalui pendidikan dan kesediaan pemerintah dan pengusaha swasta memberikan pekerjaan yang layak. Untungnya, definisi bangsa Indonesia tidak etnis, jadi seharusnya tidak sulit untuk membuka pintu-pintu itu. Kedua, memegang teguh pada prinsip bahwa semua warga-negara Indonesia berhak menetap di mana pun di seluruh nusantara. Hal itu untuk meyakinkan orang Papua asli bahwa mereka mau tak mau harus menerima orang dari daerah lain. Hal itu juga penting dari segi politik praktis (ma'af kalau kedengaran sinis)--semakin banyak orang dari daerah lain yang tinggal di Papua, semakin sulit bagi orang Papua asli untuk mendirikan negara mereka sendiri. Ketiga, pemerintah pusat, melalui polisi dan tentara, harus bersikap dan bertindak tegas pada para pemberontak yang menggunakan senjata, seperti OPM. Tentu, dalam suasana demokratis yang terbuka pada pengamatan pers dan pelibatan organisasi-organisasi non-pemerintah yang berkepentingan. Tentang hal terakhir ini, nampaknya pemerintahan Jokowi sedang berusaha mengubah kebijakan pendahulunya. Mudah-mudahan berhasil. Bill -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bambang Harymurti Sent: Wednesday, July 29, 2015 12:27 AM To: [email protected] Subject: Re: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka? Saya setuju dengan pendapat bu Retno dan pak Kiki. Ini kemenangan diplomatik Indonesia. Kalau di Papua yang perlu dikedepankan adalah sikap menghargai penduduk Papua. Kalau saya ke Papua, dalam Tempo singkat saya bisa merasakan sikap para pejabat yg non-Papua yang cenderung menganggap rendah orang Papua. Persis seperti orang Belanda dulu bersikap tentang orang pribumi. Harus ada pendidikan khusus mengatasi masalah ini. Jangan lupa penduduk asli Papoua kini mungkin tak sampai separuh. Kita perlu belajar dari pengalaman Australia dan Selandia Baru menangani kaum aborigine dan Maori. Juga dari pengalaman Norwegia menangani bangsa Same. Bhm ----- Original Message ----- From: 'Retno MarsudiA' via Grup Independen <[email protected]> To: [email protected], [email protected] Sent: Sat, 25 Jul 2015 10:23:28 +0700 (WIT) Subject: Re: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka? <html><head></head><body style="background-color: rgb(255, 255, 255); line-height: initial;"><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Ibu Bapak ysh..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Mohon ijin untuk urun rembug sedikit mengenai MSG dan Papua..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">1. Kesan bahwa ULMWP memperoleh "kemenangan" dengan diberikannnya status observer di MSG adlah kampanye yg sengaja mereka kibarkan dimana2....</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">2. Bagaimana mungkin ini sebuah kemenangan karena ULMWP melamar sbg anggota dan kemudian hanya diberikan status observer (sbg NGO developing partner).</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">3. Aplikasi Ind (dengan secara langsung melibatkan 5 propinsi di Timur indonesia) memang sbg associate member dan permintaan ini diterima.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">4. Right after pertemuan honiara, media2 mainstream di NZ dan bbrp neg menyatakan ini kemenangan Ind dan kekalahan ULMWP. Dari titik tsb, gerakan kampanye besar2an dilakukan ULMWP.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">5. Semula ada percobaan untuk memasukkan kata2 bhw "ULMWP mewakili orang Papua di luar negeri"...kita duga ini permainan Sekretariat....kata2 ini sdh berhasil kita drop..</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">6. Klaim ULMWP mewakili melanesia yg hidup diluar negeri juga patut dipertanyakan.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">7. Sudah saat nya semua anak bangsa berpihak pd pembangunan Papua yg adil dan menjunjung tinggi hak asasi manusia...namun pd saat yg sama semua anak bangsa juga harus berdiri membela Papua sbg bagian tak terpisahkan dari Indonesia‎.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Demikian, hanya sedikit urun rembug.</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br class="markedForCaretMarkerRemoval"></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Matur suwun dan salam hormat</div><div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Retno Marsudi</div> <div style="width: 100%; font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br style="display:initial"></div> <div style="font-size: initial; font-family: Calibri, 'Slate Pro', sans-serif; color: rgb(31, 73, 125); text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);">Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.</div> <table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px;"> <tbody><tr><td colspan="2" style="font-size: initial; text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"> <div id="_persistentHeader" style="border-style: solid none none; border-top-color: rgb(181, 196, 223); border-top-width: 1pt; padding: 3pt 0in 0in; font-family: Tahoma, 'BB Alpha Sans', 'Slate Pro'; font-size: 10pt;"> <div><b>From: </b>kiki syahnakri</div><div><b>Sent: </b>Saturday, 25 July 2015 09:32</div><div><b>To: </b>[email protected]</div><div><b>Reply To: </b>[email protected]</div><div><b>Subject: </b>Re: Bls: Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style: solid none none; border-top-color: rgb(186, 188, 209); border-top-width: 1pt; font-size: initial; text-align: initial; background-color: rgb(255, 255, 255);"></div><br><div id="_originalContent" style=""><p dir="ltr">Bang Tantowi, sy setuju dgn sebagian besar penilaian anda tetang Papua, tapi yg berkait dgn KTT MSG di Honiara sy punya pendapat lain: Bukankah Indonesia yg mewakili orang Melanesia di Papua, Papua Barat, Maluku, Malut dan NTT telah diterima sbg anggota MSG dlm KTT Honiara? (sebelumnya hanya peninjau, sama statusnya dgn OPM). Setahu sy OPM statusnya skrg tetap sbg peninjau yg hanya mewakili orang Papua Barat di luar negeri saja. Jadi menurut sy justru status OPM terdegradasi dlm KTT Honiara tsb. Koreksi sy kalau salah...</p> <div class="gmail_quote">On Jul 25, 2015 9:05 AM, "'Tantowi Yahya' via Grup Independen" <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>> wrote:<br><blockquote class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 .8ex;border-left:1px #ccc solid;padding-left:1ex"><div dir="auto"><div><div><span>Bapak2 dan Guru2 saya Yth.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Sy mau ikut urun rembuk atas permasalahan Papua, berdasarkan sedikit pengetahuan saya selama menjadi anggota Komisi 1-DPR RI. Plus saya tambahkan dengan pemikiran sederhana dari bbrp tulisan dan artikel yang pernah saya baca tentang Papua. Belum sebanding lah dengan pengetahuan bapak2 yth yang beberapa diantaranya adalah pelaku langsung dan saksi sejarah.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Selama menjadi anggota komisi 1 periode 2009-2014 dan sekarang alhamdulillah masuk lagi, saya melihat sudah terjadi peralihan keinginan rakyat Papua, dari keinginan untuk sejahtera ke keinginan untuk merdeka. Inilah fakta yang Pemerintah dan juga DPR coba untuk abaikan. Karena baik Pemerintah maupun DPR tidak ada yang menginginkan Papua lepas dari bingkai NKRI. Kalau sampai itu terjadi, bukan saja luas wilayah dan pendapatan negara kita tergerus, tapi juga wajah Indonesia di peta tidak akan sama lagi. Tidak akan ada lagi gambar pulau seperti burung yang seolah mengawasi dan mengawal Nusantara dari Timur. </span></div><div><span><br></span></div><div><span>Dalam menyikapi keinginan yang sudah berubah tersebut, Pemerintah menjadi seperti dokter yang selalu salah kasih obat. Pasien sakit kepala, dikasih obat sakit gigi. DPR berulang kali mendesak Pemerintah untuk lebih banyak mendengar daripada terus mendikte. Permasalahan Papua ternyata tidak bisa diselesaikan hanya dengan Otsus dan anggaran yg dinaikkan. Mereka perlu perhatian yang lebih. Mereka mau didengar. Oleh karenanya kami terus mendesak Pemerintah untuk melakukan dialog dengan seluruh pemangku kepentingan Papua sebagaimana keinginan mereka selama ini. Menurut hemat kami biarkan saja dialog itu terjadi agar mereka bisa bicara lepas, dan Pemerintah tidak mendengar atau mendapatkan informasi sepotong2. Dialog tidak pernah terjadi karena mereka ingin dilaksanakan terbuka, Pemerintah inginnya tertutup. </span></div><div><span><br></span></div><div><span>Terkait keinginan untuk merdeka, sulit untuk tidak mengatakan ada tangan2 asing yang bermain. Ada pendapat seorang pengamat politik, selama ada investasi asing yang menghasilkan miliaran dollar bagi negara asal investasi tersebut, selama itu pula dorongan untuk Papua merdeka akan selalu ada. </span></div><div><span><br></span></div><div><span>Presiden Jokowi dalam menghadapi Papua mencoba menawarkan pendekatan baru, pendekatan yang lebih mendengar dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tahanan Politik (??) dibebaskan, Pers Asing bebas masuk tanpa hambatan, Presiden akan sering kesana. Semestinya perubahan pendekatan ini disambut secara suka cita oleh saudara2 kita di Papua. Nyatanya kan tidak. Sejumlah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa asal Papua di pulau Jawa marak terjadi selang beberapa hari setelah kado dari Presiden tersebut. Pesan Demonya sama: Lepas dari NKRI.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Secara politik posisi kita semakin sulit karena semakin banyak tangan asing bermain. Lihat saja kekalahan kita di KTT Honiara beberapa waktu lalu. ULMWP atau OPM diterima sebagai observer di KTT MSG (Melanesian Spherehead Group). Posisi ini membuat mereka merasa naik kelas. Kita terlalu pede, negara2 di Pasifik Selatan akan dukung kita karena suku Melanesia lebih banyak di kita. Jujur, Kita gagal mengkapitalisasi Melanesia Indonesia (Melindo) yang tersebar di Papua, Maluku dan NTT yang jumlahnya jauh lbh banyak dibanding di negara2 di Pasifik Selatan tersebut secara kumulatif.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Menurut kami di Komisi 1, dengan telah terjadinya perubahan kehendak ini, Pemerintah sudah harus punya Road Map baru terhadap Papua. Kita tidak menghendaki Disintegrasi. Tantangan Pemerintah Jokowi terkait Papua jauh lebih berat dibanding pemerintahan2 sebelumnya. Untuk itu Pemerintah harus memperbarui strategi dan langkah agar Papua tetap ada dalam bingkai NKRI. Langkah2 yang diambil harus dalam frame Road Map. Jangan sendiri2 seperti sekarang ini.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Maaf kalau ada pendapat yang kurang mengena atau tepat bagi Bapak2 dan Guru2 saya yth.</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Salam</span></div><div><span><br></span></div><div><span>Tantowi Yahya</span></div><br><span>Sent from my iPad</span></div><div><br>On 25 Jul 2015, at 07.07, Harjono Kartohadiprodjo <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>> wrote:<br><br></div><blockquote><div> <div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Terima kasih atas tanggapannya Bung Jaya. Walaupun hal Itu berlebihan,saya adalah manusia biasa kadang2 juga jadi takabur, bahkan "besar kepala".</div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Yang penting kita perlu optimis, tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan, ini semua tergantung sikap dan kematangan para pemimpin dalam menyelesaikan masalah.</div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Salam,</div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">MHK</div> <div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br style="display:initial"></div> <div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.</div> <table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px"> <tbody><tr><td colspan="2" style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> <div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> <div><b>Dari: </b>Jaya Suprana</div><div><b>Terkirim: </b>Sabtu, 25 Juli 2015 06.26</div><div><b>Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Perihal: </b>Re: Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div dir="ltr"><font size="4">Sejauh saya mengenal kepribadian pak Harjono, beliau sama sekali bukan orang takabur namun justru orang yang selalu berupaya menyadarkan agar para pemimpin bangsa Indonesia jangan menjadi orang takabur baik yang kemudian menjadi sombong sehingga terlalu percaya diri mau pun yang menjadi peragu sehingga tidak percaya diri. Salam hormat dari jaya suprana</font></div><div class="gmail_extra"><br clear="all"><div><div><div dir="ltr"><font face="arial black, sans-serif"><i><font size="4">jaya suprana</font><br></i></font></div></div></div> <br><div class="gmail_quote">Pada 24 Juli 2015 13.56, Harjono Kartohadiprodjo <span dir="ltr"><<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></span> menulis:<br><blockquote class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 .8ex;border-left:1px #ccc solid;padding-left:1ex"><div dir="auto" style="background-color:rgb(255,255,255);line-height:initial"> <div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Mudah2an saya tidak tergolong orang yang takabur. Justru menjadi peringatan atas ke kurangan kita. </div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Artinya Indonesia dng kekayaan alam yang dimiliki dan strategis letak gegreafisnya tentu hrs memiliki Pemimpin yang bisa me lihat jauh kedepan kejadian yang akan tim bul. Tidak sekedar putus asa.</span></div><span> <div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><br style="display:initial"></div> <div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.</div> </span><table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px"> <tbody><tr><td colspan="2" style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> <div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> <div><b>Dari: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Terkirim: </b>Jumat, 24 Juli 2015 14.43</div><span><div><b>Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div></span><div><b>Perihal: </b>Re: Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div><div>Trims atas penyemangatan optimis anda, pak Harjono ! Tetapi sedikit kuatir bagus juga lah demi tetap waspada sesuai falsafah ojo dumeh alias tidak tekebur ! Salam hormat dari jaya suprana<div>Sent from my BlackBerry®<br>powered by Sinyal Kuat INDOSAT</div><hr><div><b>From: </b> Harjono Kartohadiprodjo <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>> </div><div><b>Sender: </b> <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a> </div><div><b>Date: </b>Fri, 24 Jul 2015 14:37:11 +0800</div><div><b>To: </b>koesnadikardi via Grup Independen<<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>>; Jaya Suprana<<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>>; Salim Said<<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></div><div><b>ReplyTo: </b> <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a> </div><div><b>Subject: </b>Bls: Perlukah Papua Merdeka?</div><div><br></div> <div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Saya rasa tidak perlu kita berpikir sejauh itu, sampai Papua hrs mer‎deka. Kejadian tsb hanya terjadi di satu kabupaten. </div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Bangsa Indonesia dlm perjalanannya sudah sering terjadi "benturan" semacam ini, bahkan lebih hebat lagi. Tetapi berkat bijak nya parra pemimpin saat itu,perpecahan tsb bisa kita lalui dng baik.</span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Contoh peristiwa : RMS,DI TII, PRRI Permesta, G30S, Aceh dsb. Yang penting cari titik temu penyelesaian yang terbaik. </span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">Peristiwa PRRI/Permesta, CIA dan Presiden EISENHOWER sudah turut campur, tetapI pd saat Itu kita bisalalui dng baik. Yang penting kita punya kemaun! </span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial"><br></span></div><div style="width:100%;font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"><span style="font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;font-size:initial;text-align:initial;line-height:initial">MHK</span></div> <div style="font-size:initial;font-family:Calibri,'Slate Pro',sans-serif;color:rgb(31,73,125);text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)">Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.</div> <table width="100%" style="background-color:white;border-spacing:0px"> <tbody><tr><td colspan="2" style="font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"> <div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(181,196,223);border-top-width:1pt;padding:3pt 0in 0in;font-family:Tahoma,'BB Alpha Sans','Slate Pro';font-size:10pt"> <div><b>Dari: </b>koesnadikardi via Grup Independen</div><div><b>Terkirim: </b>Jumat, 24 Juli 2015 14.19</div><div><b>Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Balas Ke: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a></div><div><b>Perihal: </b>Re: Perlukah Papua Merdeka?</div></div></td></tr></tbody></table><div style="border-style:solid none none;border-top-color:rgb(186,188,209);border-top-width:1pt;font-size:initial;text-align:initial;background-color:rgb(255,255,255)"></div><br><div><div>Kalau Papua ingin merdeka seharusnya melalui referendum nasional dimana disepakati oleh seluruh elemen bangsa. Sekedar pendapat pribadi ....... mohon maaf kalau salah. (Koesnadi Kardi).</div><div><br>Sent from my iPhone</div><div><br>On 23 Jul 2015, at 06:34, <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a> wrote:<br><br></div><blockquote>Trims atas pencerahan bijak anda Prof Laode ! Salam hormat dari jaya suprana<div>Sent from my BlackBerry®<br>powered by Sinyal<b>From: </b> "Laode M. Kamaluddin" <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></div><div><b>Sender: </b> <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a> </div><div><b>Date: </b>Wed, 22 Jul 2015 21:30:26 +0700</div><div><b>To: </b><a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a><<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></div><div><b>ReplyTo: </b> <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a> </div><div><b>Subject: </b>Re: Perlukah Papua Merdeka?</div><div><br></div><div>Pak Jaya Suprana, sebagai mantan ketua regional cucus Iramasuka Nusantara (Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan Nusatenggara) suatu caucus yg diawal reformasi tahun 1998-1999 memperjuangkan pembangunan regional KTI termasuk didalamnya memperjuangkan Papua tetap dalam NKRI, tidak logis nasib Papua dipertaruhkan kepada Program seorang Presiden walaupun Presiden tersebut seorang Superman. Terlalu berlebihan kiranya kalau kegalan Program Presiden taruhannya Papua merdeka karena aspirasi Papua merdeka tidak berkaitan dengan tekat Presiden itu tapi dengan hal keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di Papua pada khususnya dan KTI pada umumnya. Dokumen dokumen mengenai perjuangan dan buku buku strategi pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih tersimpan rapih. Wassalam, Laode MK.<br><br>Sent from my iPad</div><div><br>On 22 Jul 2015, at 19.58, Jaya Suprana <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>> wrote:<br><br></div><blockquote><div><div dir="ltr"><font size="4">Melalui pembicaraan pribadi mau pun bersama para Punakawan ( Prof Salim Said, Prof. Mahfud MD, Prof Agus Purwadianto, Dr HS Dillon, Dr Rizal Ramli, Drs Christianto Wibisono, Ir Hilmi Panigoro, Prof Rahardi Ramelan, Bpk Daud Sinyal, Dr. Idwan Suhardi) dengan presiden Jokowi sebenarnya diperoleh kesan bahwa presiden Jokowi sadar bahwa Papua perlu lebih diperhatikan bahkan diutamakan dalam pembangunannya. Secara berapi-api presiden Jokowi menyatakan perhatian khusus atas pembangunan Papua diawali pada sektor pertanian yang menargetkan Papua menjadi lumbung pangan Nusantara. Saya tidak tahu bahwa masih ada yang meragukan kemauan dan kemampuan Jokowi membangun Papua maka mengharapkan Papua Merdeka. Saran saya berilah kesempatan kepada presiden Jokowi sampai dengan 2019 untuk membuktikan kesungguhan kemauan dan kemampuannya membangun Papua. Apabila pada tahun 2019 terbukti tidak ada bukti perbaikan nasib rakyat Papua maka jangan pilih Jokowi menjadi presiden kembali pada masa-bakti 2019-2024 dan silakan wujudkan cita-cita Papua Merdeka. Salam hormat dari jaya suprana</font></div><div class="gmail_extra"><br clear="all"><div><div><div dir="ltr"><font face="arial black, sans-serif"><i><font size="4">jaya suprana</font><br></i></font></div></div></div> <br><div class="gmail_quote">Pada 22 Juli 2015 12.53, Salim Said <span dir="ltr"><<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></span> menulis:<br><blockquote class="gmail_quote" style="margin:0 0 0 .8ex;border-left:1px #ccc solid;padding-left:1ex"><div dir="ltr"><div><br></div><div><font size="6" color="#990000">Ada komentar lain?</font></div><br><div class="gmail_quote">---------- Forwarded message ----------<br>From: <b class="gmail_sendername">Chan CT</b> <span dir="ltr"><<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>></span><br>Date: 2015-07-22 11:11 GMT+07:00<br>Subject: Re: Perlukah Papua Merdeka?<br>To: Edy Loekmono <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>>, GELORA_In <<a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>><br><br><br> <div dir="ltr"> <div dir="ltr"> <div style="FONT-SIZE:14pt;FONT-FAMILY:'Comic Sans MS';COLOR:#000000"> <div><font size="4">Bung Edy yb,</font></div> <div><font size="4"></font> </div> <div><font size="4">Terus terang saya mempunyai pemikiran berbeda, dengan pertanyaan “Perlukah Papua Merdeka?” saja seperti ada niat dan satu perasaan kecewa berat pada Pemerintah pusat RI, yg mendesak dalam hati penduduk Papia lebih baik MERDEKA saja! Mengurus dirinya sendiri lepas dari Pemerintah RI! </font></div> <div><font size="4"></font> </div> <div><font size="4">Perasaan kekecewaan berat, setelah RI Merdeka 70 tahun, ternyata TIDAK juga berhasil membawakan Rakyat banyak pada kehidupan sejahtera, padahal kekayaan bumi-alam nyaris sudah kering-kerontong diobral pada modal asing, khususnya AS dan Jepang! Khususnya kehidupan rakyat Papua yg bumi-alamnya kaya raya akan tambang emas, justru selama 70 tahun, tetap saja dibiarkan terbelakang dan mungkin jatuh makin papa-miskin, ... merasa dianak-tirikan, dijajah oleh Jawa! Dan oleh karena tidak aneh, sementara kelompok menghendaki “Papua Merdeka” saja!</font></div> <div><font size="4"></font> </div> <div><font size="4">Daripada mendorong gerakan “Papua Merdeka”, saya tetap lebih cenderung mencambuk Pemerintah Pusat lebih cepat membenahi birokrasinya, sehingga bisa bekerja lebih effektif mendorong perputaran ekonomi nasional dan berkemampuan mengangkat kesejahteraan rakyat banyak, khususnya rakyat didaerah yg selama ini terabaikan, termasuk Papua!</font></div> <div><font size="4"></font> </div> <div><font size="4">Salam,</font></div> <div><font size="4">ChanCT</font></div> <div><font size="4"></font> </div> <div> </div> <div style="FONT-SIZE:small;TEXT-DECORATION:none;FONT-FAMILY:"Calibri";FONT-WEIGHT:normal;COLOR:#000000;FONT-STYLE:normal;DISPLAY:inline"> <div style="FONT:10pt tahoma"> <div> </div> <div style="BACKGROUND:#f5f5f5"> <div><b>From:</b> <a title="[email protected]" href="mailto:[email protected]" target="_blank">Edy Loekmono</a> </div> <div><b>Sent:</b> Wednesday, July 22, 2015 3:31 AM</div> <div><b>To:</b> <a title="[email protected]" href="mailto:[email protected]" target="_blank">"Chan CT"</a> </div> <div><b>Subject:</b> Perlukah Papua Merdeka?</div></div></div> <div> </div></div> <div style="FONT-SIZE:small;TEXT-DECORATION:none;FONT-FAMILY:"Calibri";FONT-WEIGHT:normal;COLOR:#000000;FONT-STYLE:normal;DISPLAY:inline"> <div style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:bookman old style,new york,times,serif;COLOR:#000;BACKGROUND-COLOR:#fff"> <div>Bung Chan CT,</div> <div dir="ltr">Kembali saya tuliskan risalah ini yang saya kirimkan untuk jadi renungan bersama, ini kalau kita masih berbicara berarti masih peduli.</div> <div dir="ltr"> </div> <div dir="ltr"><span>Bangsa Indonesia bisa bersatu melawan penjajah yang secara historis dari luar. Namun pendekatan Pemerintah NKRI terhadap sebagian penduduknya lebih buruk dari Penjajah Luar Negeri. Kita berkaca bagaimana Timor timur lepas dari NKRI. Dan juga nyaris terjadi dengan Propinsi Aceh. Sekarang kita melihat gejala sudah di depan mata yaitu Papua. Proses integrasi Irian Barat masuk ke NKRI penuh dengan bargaining, demikian juga dengan Timor Timur. Permainan mayoritas dan minoritas di politisir, namun yang menderita tetap minoritas dan yang terpinggirkan. </span></div> <div dir="ltr"> </div> <div dir="ltr"><span>Fakta telah banyak berbicara: Presiden, MPR, DPR, TNI dan Polisi telah menggadaikan bangsanya sendiri. Apa yang dibuat Soeharto setelah mengkudeta Soekarno. Apa yang terjadi dengan tambang-tambang baik seluruh Indonesia dan Irian Barat (diganti Papua). Kita masih ingat apa yang dibuat SBY ketika kerusuhan Ambon dan Poso? Saya kira dokumen-dokumen walau membisu bisa berbicara dengan terang. </span></div> <div dir="ltr"> </div> <div dir="ltr"><span>Apa yang dilakukan Pemerintah dengan program Transmigrasi adalah politik tersembunyi yaitu mengontrol daerah untuk tunduk kepada pusat. Atau sering saya dengar yaitu dominasi Jawa. Ketika saya masuk daerah Transmigrasi di beberapa tempat yaitu proses Islamisasi kantong-kantong Kristen. Demikian juga Timor Timur dan Papua menjadi target. </span></div> <div dir="ltr"><span>Mengapa Papua tidak pernah tidak gejolak? Inilah yang disebut politik penjajah yaitu devide et impera. Kalau barusan peristiwa terjadi di penghujung Lebaran umat Islam di Tolikara, seharusnya para tokoh Nasional di Senayan dan Jalan Merdeka sudah tahu itu. Ini adalah bagian dari skenario besar yang sistimatis. </span></div> <div dir="ltr"><span>Coba baca laporan dibawah ini:</span></div> <div dir="ltr"> </div> <blockquote style="FONT-SIZE:13px;FONT-FAMILY:georgia;MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:15px"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><a style="FONT-FAMILY:verdana;COLOR:rgb(51,143,233);LINE-HEIGHT:1.22em" href="http://www.id.papua.us/2013/05/islamisasi-papua-fokus-pencucian-otak.html?m=1" shape="rect" rel="nofollow" target="_blank">http://www.id.papua.us/2013/05/islamisasi-papua-fokus-pencucian-otak.html?m=1</a></div></div></div></blockquote></div></div></blockquote> <blockquote style="FONT-SIZE:13px;FONT-FAMILY:georgia;MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:15px"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif">Coba kalau kita jujur sebetulnya Papua itu mau diapakan? Bukankah selama ini hanya dijadikan sapi perah dan hanya object saja? Bukankah mereka yang dipasang baik jadi Gubernur maupun pejabat negara hanya boneka politik Pusat?</span></div> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Rasanya normal kalau orang asli Papua merasa bukan saja menjadi anak tiri, melainkan di jajah oleh Jawa dan Islam. Saya sih setuju aja kalau Papua di statuskan seperti Aceh atau bahkan seperti Timor Timur. NKRI tidak usah punya beban ngurusi Papua dan dimata International Indonesia bersih dari pelangaran HAM dan Perjanjian-perjanjian lain yang sudah dirativikasi, tentang undang-undang perlindungan anak dsb. </span><br clear="none"></div> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Kalau mau jujur seharusnya silahkan wartawan asing meliput pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Papua dan setiap yang terlibat di tindak secara hukum. Kalau memang bobrok yang harus diakui bobrok. Aceh bisa mencapai status seperti sekarang karena keterlibatan Swedia. Saya kira perlu juga Papua campur tangan pihak Netral untuk membuka mata NKRI betapa mereka telah gagal menjadikan bangsanya sendiri menjadi orang yang setara.</span></div> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Kiranya tulisan ini menjadi bahan renungan banyak orang. Kalau intensitas kekerasan dan perlakuan militer dan polisi seperti sekarang ini tidak berapa lama lagi Papua akan terpisah dari NKRI. Karena kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, termasuk bangsa Papua.</span></div> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em">Salam Merdeka</span></div></div></div></blockquote></div></div></blockquote> <div> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="MARGIN-BOTTOM:1em;LINE-HEIGHT:1.22em" dir="ltr"><span style="FONT-SIZE:16px;FONT-FAMILY:'bookman old style','new york',times,serif;LINE-HEIGHT:1.22em"><br></span></div></div></div></blockquote></div></div></div><span><font color="#888888"><span><font color="#888888"> <div> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <blockquote style="MARGIN:0px 0px 0px 4px;LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"> <div style="LINE-HEIGHT:1.22em"></div></div></blockquote></div></div></div></font></span></font></span></div></div></div></div></div><span><font color="#888888"><span><font color="#888888"> <p></p> -- <br> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di Google Grup.<br> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </font></span></font></span></div><span><font color="#888888"><br></font></span></div><span><font color="#888888"> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGbDQH9pPp-OkUeNWzn2U7%3D4PqakEG18JC%2B%2B7QBj-8UJiQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAJKLYGbDQH9pPp-OkUeNWzn2U7%3D4PqakEG18JC%2B%2B7QBj-8UJiQ%40mail.gmail.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </font></span></blockquote></div><br></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPRxLbp5KBVqFTz%2BF8fnwioQj7A%3Dst9oGKj3dFM6o23cJA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPRxLbp5KBVqFTz%2BF8fnwioQj7A%3Dst9oGKj3dFM6o23cJA%40mail.gmail.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </div></blockquote> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/865853C8-DA6A-4435-9662-8F4C4A0388FE%40gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/865853C8-DA6A-4435-9662-8F4C4A0388FE%40gmail.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1298105938-1437608024-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-568248325-%40b17.c2.bise3.blackberry?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1298105938-1437608024-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-568248325-%40b17.c2.bise3.blackberry</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </blockquote> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/7B299D65-73C6-4383-82EC-F517FF210E9D%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/7B299D65-73C6-4383-82EC-F517FF210E9D%40yahoo.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <br></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724063711.5414994.84248.9342%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724063711.5414994.84248.9342%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br></div></div> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1056570499-1437720203-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-356616204-%40b17.c2.bise3.blackberry?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1056570499-1437720203-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-356616204-%40b17.c2.bise3.blackberry</a>.<span><br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <br></span></div></div><span> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br></span> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724065632.5414994.59505.9346%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724065632.5414994.59505.9346%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<div><div><br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </div></div></blockquote></div><br></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPTF2gyGN%3DLCj6_7VkbQFHOhaQeHfKr8xbt7mg5kkG2fgg%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPTF2gyGN%3DLCj6_7VkbQFHOhaQeHfKr8xbt7mg5kkG2fgg%40mail.gmail.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <br></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724230735.5414994.77310.9358%40kartohadiprodjo.or.id?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150724230735.5414994.77310.9358%40kartohadiprodjo.or.id</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </div></blockquote></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/758AC734-2952-4B1F-8EFB-1933A104ED16%40yahoo.co.id?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/758AC734-2952-4B1F-8EFB-1933A104ED16%40yahoo.co.id</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> </blockquote></div> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAH8u6pqJ%2B55ZxCp%3DB1meA18opF9xv-dcWUoCwx9KO-g9Jz_sDQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CAH8u6pqJ%2B55ZxCp%3DB1meA18opF9xv-dcWUoCwx9KO-g9Jz_sDQ%40mail.gmail.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> <br></div></body></html> <p></p> -- <br> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group.<br> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To post to this group, send email to <a href="mailto:[email protected]" target="_blank">[email protected]</a>.<br> To view this discussion on the web visit <a href="https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150725032328.5877900.45984.7723%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer" target="_blank">https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20150725032328.5877900.45984.7723%40yahoo.com</a>.<br> For more options, visit <a href="https://groups.google.com/d/optout" target="_blank">https://groups.google.com/d/optout</a>.<br> -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. To view this discussion on the web visit https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/1594779822.2754037.1438143994947.JavaMail.zimbra%40tempo.co.id. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout. -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Grup Independen" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. To view this discussion on the web visit https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/5F0E0447729EFB48B64F1E6ACE88588E8A9C3B0E%40CIO-KRC-D2MBX10.osuad.osu.edu. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
