BERPENDIRIAN MODERAT TENTU BELUM OTOMATIS SALAH. BERPANDANGAN MARXIS ADALAH PANDANGAN YANG MENGUBAH DUNIA DAN BUKAN TAKLUK DAN MEMBIARKAN REALITAS YANG ADA KALAU REALITAS ITU TIDAK MENGUNTUNGKAN RAKYAT. PRO DAN KONTRA DALAM PANDANGAN POLITIK SELALU MENCERMINKAN PENDIRIAN KLAS DAN TIDAK ADA REMPAT UNTUK BERPENDIRIAN MODERAT. ASAHAN. From: mailto:[email protected] Sent: Tuesday, August 4, 2015 3:48 AM To: sastra-pembebasan Subject: Re: #sastra-pembebasan# Trs: [nasional-list] Persembahan bagi para super dogmatiker, ultra demagog.........!!!
Maaf, jadi pengen nimbrung neh. Kalau saya berpendapat sih, yang anti terhadap sesuatu itu tidak berlebihan dan yang pro juga tidak secara otomatis menjadi fanatik buta.Baik yang ke kiri-kirian adalah oportunis (membawa penyakit ke kanak-kanakan) dan yang kekanan-kananan juga oportunis (membawa penyakit kapitulasi). Sebaiknya memang berpegang teguh pada prinsip dan mengenal setiap materi itu sebagaimana adanya, tidak menurut keinginan atay yang hanya enak dipandang dan dirasakan oleh keinginan seseorang. Orang-orang yang pandai mengumpat, tentu punya pegangan dasar menurut teori yang mereka miliki. Sedangkan mereka yang memuji-muji setengah mati, juga merasa punya kepuasan dan kecocokan dengan keinginannya. Persoalan pokoknya, apakah obyek yang dijadikan materi sebagai pandangan materialis itu sudah sesuai dengan kenyataan atau tidak. Misalnya untuk memandang kekuasaan sekarang sebagai ANTI-IMPERIALIS atau ANTEK-IMPERIALIS. Tentunya terlebih dulu disamakan persepsinya mengenai "imperialis" itu sendiri, baik batasan maupun ciri-cirinya dengan berpedoman pada teori/referensi yang sama. Begitu juga dengan cap yang dilontarkan kepada fihak lain sebagai kaum demagogis dan dogmatis. Tentunya pengertian demagog dan dogma itu sendiri harus ada pengertian yang sama. kaum dogmatis, biasanya di dalam praktek selalu begitu-begitu saja, sekalipun waktu dan keadaan sudah berkembang ratusan bahkan ribuan tahun. Tetapi, jika mereka yang berpegang teguh pada prinsip dasar sesuai dengan definisi teori, dengan praktek yang sesuai dengan perkembangan keadaan. Menurut hemat saya, hal yang saya maksudkan itu tidak termasuk sebagai dogmatis. Maaf jika pendapat saya ini salah.. Salam, nurman 2015-08-04 0:55 GMT+07:00 Chalik Hamid [email protected] [sastra-pembebasan] <[email protected]>: Pada Senin, 3 Agustus 2015 14:10, "iwamardi [email protected] [nasional-list]" <[email protected]> menulis: Spesial dipersembahkan bagi para super ultra dogmatiker dan demagog kelongsong ketupat kosong, yang pakar dalam pengumpatan Jokowi sebagai "neoliberal","goblok", "komprador" : Usul : jika kalian tidak bisa membacanya, pakailah teropong pembesar atau mikroskop ! Ah, kalian betul, benar2 Jokowi itu "neoliberal","goblok", "komprador" !! Tapi orang Jawa akan bilang kpd. kalian : "Gundulmu apêk !" ( gundul = kepala ; apêk = bau sengab ; "ê" dibaca spt dlm kata "adêm, "kagêt" ,"bêsar"). ** Perang Cerdas Ala Jokowi Perang Cerdas Ala Jokowi JAKARTA, Arrahmahnews.com - Semua orang berkata menang di medan tempur itu baik, padahal tidak. Mengalahkan lawan tanpa bertempur Itulah puncak kem... View on arrahmahnews.com Preview by Yahoo ** Indonesia ekspor jagung 400 ribu ton Indonesia ekspor jagung 400 ribu ton Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan secara nasional ekspor jagung Indonesia mencapai 400 ribu ton dan diharapkan mampu mencapai 700 ribu to... View on www.antaranews.com Preview by Yahoo ** Lagi, Menteri Susi Cabut Izin 4 Perusahaan Ikan Lagi, Menteri Susi Cabut Izin 4 Perusahaan Ikan Setelah melalui analisis dan evaluasi (Anev) yang dilakukan Susi dan Tim Satgas Illegal Fishing, ada 4 perusahaan yang dicabut izin usahanya. View on finance.detik.com Preview by Yahoo
