Wa'alaikumussalam wr. wb. Dalam marketing strategy, ada yang namanya "Market Segmented", "Product Positioned", dll. sebegitu banyak metode-metode yang bisa dipakai gimana caranya orang tertarik tanpa merasa terpaksa atau malah jadi benci ketika tidak mau, nah..gimana caranya kalo mau 'jualan' ya seperti itu seharusnya, biarpun 'isinya' mah dari dulu sampe sekarang ya itu-itu juga tapi kalo kemasan nya menarik mungkin orang akan 'terpedaya' untuk membelinya, dan orang yang gak mau membeli juga gak usah jadi kesel ya tolak saja secara halus, atau diamkan saja toh nanti akan hilang seiring berjalannya waktu.
'Menurut saya sih' kalo pasangan kita cantik kan gak perlu dibilang-bilang sama orang bahwa pasangan kita itu cantik/cakep dan pasangan kamu jelek. Supaya diskusi menarik yuk kita gulirkan tema-tema yang menarik misalkan ini cuma misal saja, apakah Daulah dan Diniyah itu harus MENYATU, TERPISAH, atau DIANTARA KEDUANYA. Ketiga-tiganya ada tokoh-tokoh nya. Yang menyatu misalkan : Sayid Quthb, al-Maududi, dll. Yang terpisah misalkan : Ali Abdul Razik, dll. Yang terserah/keralaan/diantaranya : Fazlur Rahman, Arkoun, dll. Bagaimana meningkatkan ETOS KERJA dalam Islam, apa itu kerja, bagaimana kalo 'nggak bisa kerja', dll. Umat Islam sering kali pasrah dan menerima (karena memang ada nash nya) bahwa kehidupan di dunia itu fitnah, kehidupan dunia itu buruk, dll. kalo kalah didunia gak apa yang penting menang di akhirat, ...opo ya ada jaminan nya begitu...yang ini semua menyebabkan perspektif umat ini akan kehidupan kok ya negatif, padahal kita masih hidup didunia, kenapa gak kita katakan bahwa dunia itu indah, nikmat, baik, nah..supaya yang baik yang enak, yang nikmat itu didapat kira-kira gimana, toh inipun ada nashnya, ada contohnya, ada keharusan untuk mengusahakannya, nah kenapa gak dibahas/diskusikan.. Dan saya kira masih banyak lagi tema-tema lain yang kalo dibahas pasti sangat menarik tanpa harus memunculkan pertarungan klasik antara dua kubu yang memang sulit untuk rujuk. Hal-hal yang mengarah terutama pada masalah perdebatan (ikhtilaf) dalam bidang aqidah ya akan lebih baik dihindari, disinilah kita perlu mengedepankan AKHLAK tanpa harus mengabaikan FIQIH, ...bisa gak ya..hehehe... Hal-hal yang sifat nya fadhilah saja kalo jadi ribut ya tinggalkan saja, namanya saja fadilah sunnah saja tidak, kalo hal yang katanya sunnah inipun menjadi pertentangan, apa iya harus ribut karena sunnah dengan cara mengorbankan yang wajib.... Dulu saya dilingkungan seringkali menyampaikan hadits "Man 'amila 'amalan laysa 'alaihi amruna fahuwa raddu", atau ala iyyakum muhdatsatil umur, dan yang sejenisnya, tapi yang saya petik adalah banyak orang gak suka, menjauh kemudian saya introsepeksi, kan katanya ada hadits "Islam itu dahulunya asing maka akan kembali asing",...saya instrosepksi lagi apa iya begitu, kalo dulu mah jaman rosul dan para sahabat, ya jelas wong yang ada itu kafir quraisy, kalo sekarang hadits itu dipake dengan 'sembrono' opo ya tepat lha wong yang kita hantem dengan hadits itu ya orang Islam juga sama dengan kita kan gitu... Saya kira masih sangat-sangat banyak tema yang menarik dan membangun kalo mau didiskusikan, mungkin Buya Sudirman, Syaikh Nadir, Uncle Usman dll. bisa kasih pencerahan gitu..hehehe... Itu saja cuap-cuap hari Jum'at ini dari saya, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan karena saya udah kepanjangan ngacoblak disini. Faqir ila afwilah. Wassalamu'alaikum wr. wb. a.s. -----Original Message----- From: A. Marconi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, January 19, 2006 6:04 PM To: [email protected] Subject: [is-lam] Re: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17 Assalammu'alaikum wr wb, Saya baca ada komentar dari ex-member (yang minta unsubscribe dari maillist ini) yang menyatakan "tema diskusi tidak menarik lagi". Tema apa sesungguhnya yang menarik untuk kaum Muslimin pada saat ini? Sebab kehidupan manusia sangat luas dan tema Al-Dinu al-Islam itu lebih luas lagi, maksudnya mulai dari tema penciptaan alam semesta, penciptaan kehidupan di bumi hingga penciptaan manusia, di samping itu juga tema-tema teka-teki keberadaan Allah swt sendiri (dimulai dari masalah keimanan hingga kekafiran melalui istilah-istilah kemusyrikan, kemunafikan, kemurtadan dll). Firman Allah swt yang tercatat dalam Kitab Al-Quranu al-Kariim tidak saja menangani permasalahan penciptaan tetapi sampai kepada lika-likunya polah laku manusia orang seorang maupun kelompok di dalam proses hidupnya. Luasnya horizon firman-firman Allah swt yang tercatat itu sesungguhnya dimaksudkan sebagai Hudan, Pembimbing, Petunjuk, Penerang, Nur, bagi perjalanan manusia di dalam hidup di bumi! Jadi apabila kita analisis dengan kacamata budaya abad 21 ini, sesungguhnya ber-Islam adalah suatu tindak politik yang ilmiah (karena berpolitik itu artinya adalah bagaimana harus hidup dan memenuhi kebutuhan untuk hidup sehingga di semua polah laku hidup manusia harus menterapkan suatu politik) sesuai dengan sifat-sifat intrinsik dan mendasar dari manusia yang diciptakan untuk hanya mengabdi kepada Allah swt. Jadi sebaiknya para members janganlah gampang-gampang meninggalkan media yang sangat berguna ini dengan alasan yang konsumptif. Marilah kita galakkan diskusi yang dapat menggiring diri kita ke jalan Allah swt yang benar dan hanya satu-satunya ini (tidak seperti "semua jalan menuju ke Roma"). Saya lemparkan satu problim yang cukup aktual hingga kini: Benarkah kesimpulan para 'alim dan 'ulama dari semenjak wafatnya rasulullah Muhammad saw hingga saat ini yang menyatakan bahwa Al-Dinu al-Islam adalah salah satu Agama samawi di dunia ini?(artinya "semua jalan menuju ke Roma"). Wassalam, A.M ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 19, 2006 10:19 AM Subject: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17 > Send is-lam mailing list submissions to > [email protected] > > To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > or, via email, send a message with subject or body 'help' to > [EMAIL PROTECTED] > > You can reach the person managing the list at > [EMAIL PROTECTED] > > When replying, please edit your Subject line so it is more specific > than "Re: Contents of is-lam digest..." > > > Today's Topics: > > 1. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Muhammad Aziz) > 2. RE: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Agus Safudi - HRD) > 3. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (GOGOT SUHARWOTO) > 4. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Harry Sufehmi) > 5. Website Tentang Islam Palsu (Ken Agung) > > > ---------------------------------------------------------------------- > > Message: 1 > Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST) > From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... > To: Milis is-lam <[email protected]> > Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]> > Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1 > > Salam, > > Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut > kepada > perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi > ego > kita telah mendahului akar kita. > > Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan > "cacat"dalam > syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya > bahwa > pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia > menjawab > dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan > ustadz > saya. Saya ketawa mendengar itu... > Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan, jelas > jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa > dimengerti. > Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego > berlari di > depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya. > > Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat untuk > menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari > Islam. > Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo > memang > seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut... > > Demikian dan salam > > Aziz > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > ------------------------------ > > Message: 2 > Date: Thu, 19 Jan 2006 13:15:50 +0700 > From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: RE: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... > To: "Milis is-lam" <[email protected]> > Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]> > Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1 > > Hik hik hik gak ada habis-habis nya, ....never ending > 'battle'[EMAIL PROTECTED]:-cmiiw) > > > -----Original Message----- > From: Raden Budiman [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, January 19, 2006 12:53 PM > To: Milis is-lam > Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... > > > On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700 > "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling >>jumud :-) > > Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni. > Kalau Agama Syiah diadakan maka Agama Sunni juga perlu > diadakan. > Jika Agama Syiah ada maka kata-kata syiah memang ada dalam > Al-Quran, > dan saya tak menemukan kata SUNNI dalam AlQuran. Atau > dalam Qurannya > orang Sunni ada kata sunni didalamnya? > > Pers barat mulai menyebut-nyebut istilah "muslim syiah" > dan "muslim sunni" > sehubungan dengan fakta yang ada di Timur Tengah. > > > >>karena kata syaikh / Imam bisa menjadi agama. >> Mirip seperti agama Kristen, dimana Gereja = Agama. >>Sehingga kalau kita menonton film Kingdom of Heavens, >>para pendeta mereka sampai berani dengan sangat >>lancangnya berteriak, "God wills it !!". >> Lha, kayak bisa bicara dengan Tuhan saja :-) > > >> Padahal, jelas Imam bukan sumber rujukan agama kalau di >>dalam Islam. Walaupun keturunan Nabi saw sekalipun. >> Di agama Islam, landasan kita beragama adalah Quran & >>Sunnah. > > > Kata "rujukan" itu (kalau saya tak salah) berasal dari > bahasa Arab ro-ja-'a, yang > (salah satu) artinya "kembali". > > Bila ada dua orang berselisih maka harus ada orang ketiga > yang mampu > "mengembalikan" persoalan ke akar masalahnya agar kedua > orang yang > berselisih itu mengakhiri perselisihan. > > Para Kiayi, Ustadz, Ulama, Guru Agama biasanya dijadikan > sebagai sumber > rujukan (masalah-masalah) agama bagi orang-orang pada > umumnya. Dan > para kiayi, ustadz, ulama, penceramah dll biasanya > merujukan persoalan > agama kepada pendapat para imam, seperti Imam Syafi'i, > Imam Hanafi dll. > > Jadi, orang-orang seperti itu dalam kenyataannya menjadi > rujukan dalam beragama. > > Imam Ja'far Ash-Shodiq (ra) adalah rujukan banyak ulama > dan ahli ilmu serta > madzhab dalam beragama. > > Wassalam, > R.Budiman > > >> Salam, >> Harry >> >> _______________________________________________ >> is-lam mailing list >> [email protected] >> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > ======================================================================================== > Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian > : > 3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya > untuk Januari 2006. > Info : 147 (Khusus Jawa Timur) > ======================================================================================== > Dapatkan hosting tercepat dengan bandwidth tak terbatas. Hanya di > http://www.hostingkilat.com > ======================================================================================== > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > ------------------------------ > > Message: 3 > Date: Thu, 19 Jan 2006 06:54:44 +0000 > From: "GOGOT SUHARWOTO" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... > To: [email protected] > Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]> > Content-Type: text/plain; format=flowed > > Assalamualaikum, > Saya sudah membaca indikasi yang kurang sehat sewaktu Pak Raden Budiman > memancing mancing topik yang semula diskusi tentang orang yang banyak mati > di musim haji tahun ini. Kayaknya pancingan itu akhirnya terpenuhi dan > sekarang saya harap beliau untuk mengalihkan topik ke soal lain. > Please give some input yang membangun, saya yakin sebagian besar dari kita > bukan Ulama dan ingin belajar Islam. Jadi sebaiknya posting ide-ide yang > membangun untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Jika anda berpandangan lain > atau aliran lain cukup ungkapkan saja apa yang anda yakini tanpa > menyinggung > group kelompok atau aliran lain yang nantinya pasti akan bikin nggak focus > ke topik semula. > Ingat setiap kata-kata kita akan dimintai pertanggung jawabannya, apalagi > jika berhubungan dengan orang lain, akan lebih berbahaya. > Demikian terima kasih, > Wasalam, > > Gogot Suharwoto > > > > > >>From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]> >>Reply-To: Milis is-lam <[email protected]> >>To: Milis is-lam <[email protected]> >>Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... >>Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST) >> >>Salam, >> >>Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut >>kepada >>perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi >>ego >>kita telah mendahului akar kita. >> >> Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan >>"cacat"dalam >>syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya >>bahwa >>pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia >>menjawab >>dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan >>ustadz >>saya. Saya ketawa mendengar itu... >> Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan, >> jelas >>jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa >>dimengerti. >>Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego >>berlari >>di >>depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya. >> >> Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat >>untuk >>menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari >>Islam. >>Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo >>memang >>seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut... >> >> Demikian dan salam >> >>Aziz >> >> >> >>__________________________________________________ >>Do You Yahoo!? >>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >>http://mail.yahoo.com >>_______________________________________________ >>is-lam mailing list >>[email protected] >>http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > ------------------------------ > > Message: 4 > Date: Thu, 19 Jan 2006 15:52:02 +0700 > From: "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... > To: [email protected] > Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]> > Content-Type: text/plain; charset="ISO-8859-1" > > On 1/19/2006 at 12:52 PM Raden Budiman wrote: >>On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700 >> "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>> Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling >>>jumud :-) >>Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni. > > Apakah Anda mau memulai debat kusir mengenai Syiah ini lagi ? Belum puas > dengan yang dulu sudah pernah terjadi berkepanjangan disini? > > Maaf saya saat ini tidak ada waktu untuk meladeni logika ngawur Anda; > contoh: saya sudah jelaskan bahwa rujukan umat Islam ada Quran & Sunnah; > tapi Anda tetap berputar-putar, yang pada intinya berusaha menjustifikasi > agar ulama bisa menjadi rujukan juga. Lha, kalau ulamanya yang jahat, > seperti yang diperingatkan oleh Nabi saw mengenai suul ulama ? Jadi > tersesat kita nanti. Sedangkan Quran & Sunnah jelas adalah petunjuk ke > jalan yang lurus. > > Untuk rujukan: > > 1. Serangan Jalaludin Rakhmat ke sendi agama Islam (hadits) bisa dibaca > disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/ > > Disitu juga dibahas mengenai usaha mereka agar agama Syiah bisa diterima > di Indonesia, yaitu dengan mengkedokinya sebagai "mazhab Ja'fari". > Saya sempat ditipu di topik ini - dan ternyata kemudian saya temukan bahwa > ini cuma fitnah belaka (Imam Ja'far tidak pernah mengaku sebagai salah > satu dari 12 Imam nya Syiah). Saya yang tadinya sempat berusaha berdialog, > kehilangan respek dengan agama Syiah, karena cara-cara nya yang seperti > ini. > > 2. Fatwa para ulama besar Islam mengenai agama Syiah: > http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-12-777/ > > > > Salam, > Harry > > > > ------------------------------ > > Message: 5 > Date: Wed, 30 Nov 2005 18:42:37 -0800 (PST) > From: Ken Agung <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [is-lam] Website Tentang Islam Palsu > To: [email protected] > Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]> > Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1" > > Skipped content of type multipart/alternative-------------- next > part -------------- > An embedded message was scrubbed... > From: Dwiharsanto Utomo <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [dppika_uii] Fwd: [GemaNusawan_ind] very important message- > ISLAMIC > WEBSITES > Date: Tue, 25 Oct 2005 22:18:25 -0700 (PDT) > Size: 85614 > Url: > http://abangadek.com/pipermail/is-lam/attachments/20051130/daa370b9/attachment.eml > > ------------------------------ > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > End of is-lam Digest, Vol 14, Issue 17 > ************************************** _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
