Pak Wizh wrote:

" Boleh bertanya dulu, Pak, ulama yang mana yang menyatakan bahwa ad-Diinul Islam adalah salah satu agama yang samawi di dunia ini ? Kelihatannya bahkan Ibnu Arabi sendiri tidak berpemahaman demikian, seperti dikaji oleh teman-teman insist di majalah Islamia. Jadi rasanya agama samawi itu cuma satu saja, selainnya adalah penyimpangan dari agama samawi."

= Wizh =

Komentar:

Pak Wizh, maaf apabila ungkapan saya kurang mengena di hati. Tetapi yang ingin saya capai adalah pengakuan fakta bahwa semenjak rasulullah Muhammad saw wafat, Al-Dinu al-Islam yang disampaikan oleh rasul di dalam praktek kehidupan bangsanya telah "disucikan" melalui teologi Arab zaman sebelum rasulullah menyampaikan risalah Al-Quran dan selanjutnya oleh para sahabat rasulullah sendiri telah ditempatkan kembali ke dalam gedung-gedung indah (renungkan kembali peristiwa-peristiwa penetapan Abu Bakar sebagai "holif, auliya, pemimpin" kaum Muslimin secara "dekrit, penetapan" oleh Umar bin Hotob dan akibat-akibat selanjutnya yang terjadi di dalam tarih masyarakat Muslimin). Dan selanjutnya dalam proses tersebarnya Al-Dinu al-Islam keluar dari semenanjung Arabia terjadi proses akulturasi dan praktek sinkretik sehingga Al-Dinu al-Islam diangkat ke jajaran Agama-agama oleh para 'alim dan 'ulama zaman emasnya kerajaan dan kesultanan Muslim. Hal ini dapat bapak baca pada karya-karya Al-Gazali dkk, Al-Asy'ari dkk, Ibn al-Rusyd dkk, Ibn-al-'Arabi dkk (mungkin teman-teman di INSIST kurang jeli, barangkali?) hingga ke jajaran al-Maududi, Fazlur Rahman, Al-Raniri, Al-Bantani, Wali Songo, Nurcholis Madjid hingga Adian Husaini. Para 'alim dan 'ulama ini semua mengakui dan yaqiin 'ainu al-yaqiin bahwa Al-Dinu al-Islam adalah "suatu Agama" samawi (Agama Langit). Benar apa tidak konstatasi saya ini?

Selanjutnya baca Al-Quran seayat demi seayat dan inferensikan dengan realitas kehidupan manusia di dunia ini, termasuk kehidupan pribadi kita sendiri. Apakah inti pokok firman-firman Allah swt yang termuat di dalam 114 Surah.

Wassalam,
A.M


Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokaatuh.

Pak AM yang semoga selalu dilimpahi berkah, rahmat dan hidayah Allah.
Mudah-mudahan forum diskusi ini bisa menjadi washilah sarana kita mendekatkan
diri kepada Allah. Rasanya masih jauh jalan yang mesti ditempuh, sehingga
seharusnya banyak sekali topik menarik yang bisa didiskusikan.

Boleh bertanya dulu, Pak, ulama yang mana yang menyatakan bahwa ad-Diinul Islam adalah salah satu agama yang samawi di dunia ini ? Kelihatannya bahkan Ibnu
Arabi sendiri tidak berpemahaman demikian, seperti dikaji oleh teman-teman
insist di majalah Islamia. Jadi rasanya agama samawi itu cuma satu saja,
selainnya adalah penyimpangan dari agama samawi.

= Wizh =




To:   [email protected]
Subject:  [is-lam] Re: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17


Assalammu'alaikum wr wb,

Saya baca ada komentar dari ex-member (yang minta unsubscribe dari maillist
ini) yang menyatakan "tema diskusi tidak menarik lagi". Tema apa
sesungguhnya yang menarik untuk kaum Muslimin pada saat ini? Sebab kehidupan manusia sangat luas dan tema Al-Dinu al-Islam itu lebih luas lagi, maksudnya mulai dari tema penciptaan alam semesta, penciptaan kehidupan di bumi hingga penciptaan manusia, di samping itu juga tema-tema teka-teki keberadaan Allah
swt sendiri (dimulai dari masalah keimanan hingga kekafiran melalui
istilah-istilah kemusyrikan, kemunafikan, kemurtadan dll). Firman Allah swt
yang tercatat dalam Kitab Al-Quranu al-Kariim tidak saja menangani
permasalahan penciptaan tetapi sampai kepada lika-likunya polah laku manusia
orang seorang maupun kelompok di dalam proses hidupnya. Luasnya horizon
firman-firman Allah swt yang tercatat itu sesungguhnya dimaksudkan sebagai
Hudan, Pembimbing, Petunjuk, Penerang, Nur, bagi perjalanan manusia di dalam
hidup di bumi!

Jadi apabila kita analisis dengan kacamata budaya abad 21 ini, sesungguhnya
ber-Islam adalah suatu tindak politik yang ilmiah (karena berpolitik itu
artinya adalah bagaimana harus hidup dan memenuhi kebutuhan untuk hidup
sehingga di semua polah laku hidup manusia harus menterapkan suatu politik)
sesuai dengan sifat-sifat intrinsik dan mendasar dari manusia yang
diciptakan untuk hanya mengabdi kepada Allah swt.

Jadi sebaiknya para members janganlah gampang-gampang meninggalkan media
yang sangat berguna ini dengan alasan yang konsumptif. Marilah kita galakkan
diskusi yang dapat menggiring diri kita ke jalan Allah swt yang benar dan
hanya satu-satunya ini (tidak seperti "semua jalan menuju ke Roma").

Saya lemparkan satu problim yang cukup aktual hingga kini: Benarkah
kesimpulan para 'alim dan 'ulama dari semenjak wafatnya rasulullah Muhammad saw hingga saat ini yang menyatakan bahwa Al-Dinu al-Islam adalah salah satu
Agama samawi di dunia ini?(artinya "semua jalan menuju ke Roma").

Wassalam,
A.M





------------------------------

Message: 3
Date: Fri, 20 Jan 2006 08:47:29 +0700
From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Yuk  kita bikin menarik
To: "Milis is-lam" <[email protected]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Dalam marketing strategy, ada yang namanya "Market Segmented", "Product
Positioned", dll. sebegitu banyak metode-metode yang bisa dipakai gimana
caranya orang tertarik tanpa merasa terpaksa atau malah jadi benci ketika
tidak mau, nah..gimana caranya kalo mau 'jualan' ya seperti itu seharusnya,
biarpun 'isinya' mah dari dulu sampe sekarang ya itu-itu juga tapi kalo
kemasan nya menarik mungkin orang akan 'terpedaya' untuk membelinya, dan
orang yang gak mau membeli juga gak usah jadi kesel ya tolak saja secara
halus, atau diamkan saja toh nanti akan hilang seiring berjalannya waktu.

'Menurut saya sih' kalo pasangan kita cantik kan gak perlu dibilang-bilang
sama orang bahwa pasangan kita itu cantik/cakep dan pasangan kamu jelek.

Supaya diskusi menarik yuk kita gulirkan tema-tema yang menarik misalkan
ini cuma misal saja, apakah Daulah dan Diniyah itu harus MENYATU, TERPISAH,
atau DIANTARA KEDUANYA.
Ketiga-tiganya ada tokoh-tokoh nya.
Yang menyatu misalkan : Sayid Quthb, al-Maududi, dll.
Yang terpisah misalkan : Ali Abdul Razik, dll.
Yang terserah/keralaan/diantaranya : Fazlur Rahman, Arkoun, dll.

Bagaimana meningkatkan ETOS KERJA dalam Islam, apa itu kerja, bagaimana
kalo 'nggak bisa kerja', dll.

Umat Islam sering kali pasrah dan menerima (karena memang ada nash nya)
bahwa kehidupan di dunia itu fitnah, kehidupan dunia itu buruk, dll. kalo
kalah didunia gak apa yang penting menang di akhirat, ...opo ya ada jaminan
nya begitu...yang ini semua menyebabkan perspektif umat ini akan kehidupan
kok ya negatif, padahal kita masih hidup didunia, kenapa gak kita katakan
bahwa dunia itu indah, nikmat, baik, nah..supaya yang baik yang enak, yang
nikmat itu didapat kira-kira gimana, toh inipun ada nashnya, ada contohnya,
ada keharusan untuk mengusahakannya, nah kenapa gak dibahas/diskusikan..
Dan saya kira masih banyak lagi tema-tema lain yang kalo dibahas pasti sangat
menarik tanpa harus memunculkan pertarungan klasik antara dua kubu yang
memang sulit untuk rujuk.

Hal-hal yang mengarah terutama pada masalah perdebatan (ikhtilaf) dalam
bidang aqidah ya akan lebih baik dihindari, disinilah kita perlu mengedepankan
AKHLAK tanpa harus mengabaikan FIQIH, ...bisa gak ya..hehehe...

Hal-hal yang sifat nya fadhilah saja kalo jadi ribut ya tinggalkan saja,
namanya saja fadilah sunnah saja tidak, kalo hal yang katanya sunnah inipun
menjadi pertentangan, apa iya harus ribut karena sunnah dengan cara
mengorbankan yang wajib....

Dulu saya dilingkungan seringkali menyampaikan hadits "Man 'amila 'amalan
laysa 'alaihi amruna fahuwa raddu", atau ala iyyakum muhdatsatil umur, dan
yang sejenisnya, tapi yang saya petik adalah banyak orang gak suka, menjauh kemudian saya introsepeksi, kan katanya ada hadits "Islam itu dahulunya asing maka akan kembali asing",...saya instrosepksi lagi apa iya begitu, kalo dulu mah jaman rosul dan para sahabat, ya jelas wong yang ada itu kafir quraisy, kalo sekarang hadits itu dipake dengan 'sembrono' opo ya tepat lha wong yang kita
hantem dengan hadits itu ya orang Islam juga sama dengan kita kan gitu...

Saya kira masih sangat-sangat banyak tema yang menarik dan membangun kalo
mau didiskusikan, mungkin Buya Sudirman, Syaikh Nadir, Uncle Usman dll.
bisa kasih pencerahan gitu..hehehe...

Itu saja cuap-cuap hari Jum'at ini dari saya, mohon maaf bila ada kata
yang kurang berkenan karena saya udah kepanjangan ngacoblak disini.

Faqir ila afwilah.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

a.s.



-----Original Message-----
From: A. Marconi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 19, 2006 6:04 PM
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Re: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17


Assalammu'alaikum wr wb,

Saya baca ada komentar dari ex-member (yang minta unsubscribe dari maillist
ini) yang menyatakan "tema diskusi tidak menarik lagi". Tema apa
sesungguhnya yang menarik untuk kaum Muslimin pada saat ini? Sebab kehidupan manusia sangat luas dan tema Al-Dinu al-Islam itu lebih luas lagi, maksudnya mulai dari tema penciptaan alam semesta, penciptaan kehidupan di bumi hingga penciptaan manusia, di samping itu juga tema-tema teka-teki keberadaan Allah
swt sendiri (dimulai dari masalah keimanan hingga kekafiran melalui
istilah-istilah kemusyrikan, kemunafikan, kemurtadan dll). Firman Allah swt
yang tercatat dalam Kitab Al-Quranu al-Kariim tidak saja menangani
permasalahan penciptaan tetapi sampai kepada lika-likunya polah laku manusia
orang seorang maupun kelompok di dalam proses hidupnya. Luasnya horizon
firman-firman Allah swt yang tercatat itu sesungguhnya dimaksudkan sebagai
Hudan, Pembimbing, Petunjuk, Penerang, Nur, bagi perjalanan manusia di dalam
hidup di bumi!

Jadi apabila kita analisis dengan kacamata budaya abad 21 ini, sesungguhnya
ber-Islam adalah suatu tindak politik yang ilmiah (karena berpolitik itu
artinya adalah bagaimana harus hidup dan memenuhi kebutuhan untuk hidup
sehingga di semua polah laku hidup manusia harus menterapkan suatu politik)
sesuai dengan sifat-sifat intrinsik dan mendasar dari manusia yang
diciptakan untuk hanya mengabdi kepada Allah swt.

Jadi sebaiknya para members janganlah gampang-gampang meninggalkan media
yang sangat berguna ini dengan alasan yang konsumptif. Marilah kita galakkan
diskusi yang dapat menggiring diri kita ke jalan Allah swt yang benar dan
hanya satu-satunya ini (tidak seperti "semua jalan menuju ke Roma").

Saya lemparkan satu problim yang cukup aktual hingga kini: Benarkah
kesimpulan para 'alim dan 'ulama dari semenjak wafatnya rasulullah Muhammad saw hingga saat ini yang menyatakan bahwa Al-Dinu al-Islam adalah salah satu
Agama samawi di dunia ini?(artinya "semua jalan menuju ke Roma").

Wassalam,
A.M


----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, January 19, 2006 10:19 AM
Subject: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17


Send is-lam mailing list submissions to
[email protected]

To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
or, via email, send a message with subject or body 'help' to
[EMAIL PROTECTED]

You can reach the person managing the list at
[EMAIL PROTECTED]

When replying, please edit your Subject line so it is more specific
than "Re: Contents of is-lam digest..."


Today's Topics:

  1. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Muhammad Aziz)
  2. RE: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Agus Safudi - HRD)
  3. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (GOGOT SUHARWOTO)
  4. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Harry Sufehmi)
  5. Website Tentang Islam Palsu (Ken Agung)


----------------------------------------------------------------------

Message: 1
Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST)
From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: Milis is-lam <[email protected]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1

Salam,

Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut
kepada
perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi
ego
kita telah mendahului akar kita.

 Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan
"cacat"dalam
syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya
bahwa
pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia
menjawab
dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan
ustadz
saya. Saya ketawa mendengar itu...
 Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan, jelas
jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa
dimengerti.
Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego
berlari di
depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya.

Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat untuk
menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari
Islam.
Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo
memang
seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut...

 Demikian dan salam

Aziz



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


------------------------------

Message: 2
Date: Thu, 19 Jan 2006 13:15:50 +0700
From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: "Milis is-lam" <[email protected]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1

Hik hik hik gak ada habis-habis nya, ....never ending
'battle'[EMAIL PROTECTED]:-cmiiw)


-----Original Message-----
From: Raden Budiman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 19, 2006 12:53 PM
To: Milis is-lam
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...


On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700
 "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling
jumud  :-)

Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni.
Kalau Agama Syiah diadakan maka Agama Sunni juga perlu
diadakan.
Jika Agama Syiah ada maka kata-kata syiah memang ada dalam
Al-Quran,
dan saya tak menemukan kata SUNNI dalam AlQuran. Atau
dalam Qurannya
orang Sunni ada kata sunni didalamnya?

Pers barat mulai menyebut-nyebut istilah "muslim syiah"
dan "muslim sunni"
sehubungan dengan fakta yang ada di Timur Tengah.



karena kata syaikh / Imam bisa menjadi agama.
Mirip seperti agama Kristen, dimana Gereja = Agama.
Sehingga kalau kita menonton film Kingdom of Heavens,
para pendeta mereka sampai berani dengan sangat
lancangnya berteriak, "God wills it !!".
Lha, kayak bisa bicara dengan Tuhan saja  :-)


Padahal, jelas Imam bukan sumber rujukan agama kalau di
dalam Islam. Walaupun keturunan Nabi saw sekalipun.
Di agama Islam, landasan kita beragama adalah Quran &
Sunnah.


Kata "rujukan" itu (kalau saya tak salah) berasal dari
bahasa Arab ro-ja-'a, yang
(salah satu) artinya "kembali".

Bila ada dua orang berselisih maka harus ada orang ketiga
yang mampu
"mengembalikan" persoalan ke akar masalahnya agar kedua
orang yang
berselisih itu mengakhiri perselisihan.

Para Kiayi, Ustadz, Ulama, Guru Agama biasanya dijadikan
sebagai sumber
rujukan (masalah-masalah) agama bagi orang-orang pada
umumnya. Dan
para kiayi, ustadz, ulama, penceramah dll biasanya
merujukan persoalan
agama kepada pendapat para imam, seperti Imam Syafi'i,
Imam Hanafi dll.

Jadi, orang-orang seperti itu dalam kenyataannya menjadi
rujukan dalam beragama.

Imam Ja'far Ash-Shodiq (ra) adalah rujukan banyak ulama
dan ahli ilmu serta
madzhab dalam beragama.

Wassalam,
R.Budiman


Salam,
Harry

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

========================================================================================
Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian
:
3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya
untuk Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================
Dapatkan hosting tercepat dengan bandwidth tak terbatas. Hanya di
http://www.hostingkilat.com
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


------------------------------

Message: 3
Date: Thu, 19 Jan 2006 06:54:44 +0000
From: "GOGOT SUHARWOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; format=flowed

Assalamualaikum,
Saya sudah membaca indikasi yang kurang sehat sewaktu Pak Raden Budiman
memancing mancing topik yang semula diskusi tentang orang yang banyak mati
di musim haji tahun ini. Kayaknya pancingan itu akhirnya terpenuhi dan
sekarang saya harap beliau untuk mengalihkan topik ke soal lain.
Please give some input yang membangun, saya yakin sebagian besar dari kita
bukan Ulama dan ingin belajar Islam. Jadi sebaiknya posting ide-ide yang
membangun untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Jika anda berpandangan lain
atau aliran lain cukup ungkapkan saja apa yang anda yakini tanpa
menyinggung
group kelompok atau aliran lain yang nantinya pasti akan bikin nggak focus
ke topik semula.
Ingat setiap kata-kata kita akan dimintai pertanggung jawabannya, apalagi
jika berhubungan dengan orang lain, akan lebih berbahaya.
Demikian terima  kasih,
Wasalam,

Gogot Suharwoto





From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: Milis is-lam <[email protected]>
To: Milis is-lam <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST)

Salam,

Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut
kepada
perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi
ego
kita telah mendahului akar kita.

  Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan
"cacat"dalam
syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya
bahwa
pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia
menjawab
dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan
ustadz
saya. Saya ketawa mendengar itu...
  Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan,
jelas
jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa
dimengerti.
Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego
berlari
di
depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya.

  Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat
untuk
menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari
Islam.
Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo
memang
seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut...

  Demikian dan salam

Aziz



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




------------------------------

Message: 4
Date: Thu, 19 Jan 2006 15:52:02 +0700
From: "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset="ISO-8859-1"

On 1/19/2006 at 12:52 PM Raden Budiman wrote:
On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700
 "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling
jumud  :-)
Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni.

Apakah Anda mau memulai debat kusir mengenai Syiah ini lagi ? Belum puas
dengan yang dulu sudah pernah terjadi berkepanjangan disini?

Maaf saya saat ini tidak ada waktu untuk meladeni logika ngawur Anda;
contoh: saya sudah jelaskan bahwa rujukan umat Islam ada Quran & Sunnah;
tapi Anda tetap berputar-putar, yang pada intinya berusaha menjustifikasi
agar ulama bisa menjadi rujukan juga. Lha, kalau ulamanya yang jahat,
seperti yang diperingatkan oleh Nabi saw mengenai suul ulama ? Jadi
tersesat kita nanti. Sedangkan Quran & Sunnah jelas adalah petunjuk ke
jalan yang lurus.

Untuk rujukan:

1. Serangan Jalaludin Rakhmat ke sendi agama Islam (hadits) bisa dibaca
disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/

Disitu juga dibahas mengenai usaha mereka agar agama Syiah bisa diterima
di Indonesia, yaitu dengan mengkedokinya sebagai "mazhab Ja'fari".
Saya sempat ditipu di topik ini - dan ternyata kemudian saya temukan bahwa
ini cuma fitnah belaka (Imam Ja'far tidak pernah mengaku sebagai salah
satu dari 12 Imam nya Syiah). Saya yang tadinya sempat berusaha berdialog,
kehilangan respek dengan agama Syiah, karena cara-cara nya yang seperti
ini.

2. Fatwa para ulama besar Islam mengenai agama Syiah:
http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-12-777/



Salam,
Harry



------------------------------

Message: 5
Date: Wed, 30 Nov 2005 18:42:37 -0800 (PST)
From: Ken Agung <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Website Tentang Islam Palsu
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"

Skipped content of type multipart/alternative-------------- next
part --------------
An embedded message was scrubbed...
From: Dwiharsanto Utomo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [dppika_uii] Fwd: [GemaNusawan_ind] very important message-
ISLAMIC
WEBSITES
Date: Tue, 25 Oct 2005 22:18:25 -0700 (PDT)
Size: 85614
Url:
http://abangadek.com/pipermail/is-lam/attachments/20051130/daa370b9/attachment.eml

------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 14, Issue 17
**************************************


_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 14, Issue 20
**************************************



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke